MURTADIN_KAFIRUN
Similar topics
    Latest topics
    » Malala Yousafzai - Penistaan Terhadap Islam Akan Menciptakan Terorisme
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptySun 17 Feb 2019, 7:20 am by buncis hitam

    » Prediksi Bola Terbaik 1 Febuari 2019
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptyThu 31 Jan 2019, 3:35 pm by bagas87

    » Prediksi Skor Jitu 1 Febuari 2019
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptyThu 31 Jan 2019, 3:24 pm by bagas87

    » Prediksi & Bursa Bola 1 Febuari 2019
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptyThu 31 Jan 2019, 3:19 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Lengkap 1 Febuari 2019
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptyThu 31 Jan 2019, 3:15 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Terbaik 29-30 Januari 2019
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptyTue 29 Jan 2019, 2:58 pm by bagas87

    » Prediksi Skor Jitu 29-30 Januari 2019
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptyTue 29 Jan 2019, 2:48 pm by bagas87

    » Prediksi & Bursa Bola 29-30 Januari 2019
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptyTue 29 Jan 2019, 2:41 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Lengkap 29-30 Januari 2019
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) EmptyTue 29 Jan 2019, 2:31 pm by bagas87

    Gallery


    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty
    MILIS MURTADIN_KAFIRUN
    MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

    Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

    Menyongsong Punahnya Islam

    Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
     

    Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

    Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

    Powered by us.groups.yahoo.com

    Who is online?
    In total there are 6 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 6 Guests :: 1 Bot

    None

    [ View the whole list ]


    Most users ever online was 354 on Wed 26 May 2010, 4:49 pm
    RSS feeds


    Yahoo! 
    MSN 
    AOL 
    Netvibes 
    Bloglines 


    Social bookmarking

    Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

    Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

    Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by cinta_islam on Mon 19 Apr 2010, 8:03 am

    Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang
    bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan
    demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah
    yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.
    Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf
    keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka
    melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya
    dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
    Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
    berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang
    (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang
    mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari
    Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka
    kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2):144].
    Jadi intinya bukan menyembah batu tapi
    inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan
    bahwa Allah itu Tuhan mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh
    oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda
    menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang
    yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud
    taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda
    sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam
    melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium
    batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan
    dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap
    batu itu istimewa, bahkan dalam Hadis Bukhori (Referensi ummat islam yg
    kedua setelah Al Qur’an), Ummar bin Khatab pun berkata:
    Diriwayatkan oleh ‘Abis bin Rabia:
    Saidina Umar bin al-Khattab r.a pernah mengecup Hajarul Aswad.
    Kemudian dia berkata: Demi Allah! Aku tahu kamu hanyalah sekedar batu
    yang tidak dapat memudharatkan dan tidak dapat memberi manfaat
    siapapun.. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah s.a.w
    mengucupmu, pasti aku tidak akan mengucupmu.” (Sahih Bukhari juz 2 no
    667).
    Kalau anda membaca sejarah tentang peradaban islam, maka anda akan
    jumpai bahwa dulu batu hitam itu pernah dicuri oleh seseorang (artinya
    ka’bah pernah tidak ada hajar aswad di dalamnya). Tetapi apakah setelah
    hilangnya batu itu ummat Islam lantas tidah sholat karena hadapannya
    tidak ada ? Kalau ummat Islam sholat karena landasan harus menghadap
    batu itu, niscaya mereka sudah tidak pada sholat lagi sebab batunya
    telah hilang, atau kalupun sholat menghadapnya mungkin ke si pencuri
    batu itu. Tetapi ternyata tidak. Ummat islam tetap sholat menghadap
    kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak sebab esensi mereka ialah
    mematuhi perintah Allah bukan menghadap batu dan menyembah batu.
    Kemudian dalan sejarah islam pun dijelaskan bahwa setelah batu hitam
    itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada
    pecahan disana sini, bahkan volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu
    hitam yg ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yg
    asli dengan yg imitasi. Tetapi anda lihat, apakah ummat islam heboh
    karena itu ? Jawabnya: Tidak pernah!. Sebab Tuhan mereka bukanlah batu
    tetapi Allah. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka)
    tetap ada. Berbeda sekali dengan ummat agama lain yg menganut paganisme.
    Mereka melakukan itu bukan atas dasar perintah Tuhan tetapi apa kata
    nenek moyang mereka, apa kata tetua-tetua mereka dan apa kata leluhur
    mereka. Tidak ada dasar yg langsung di dasari dari ketentuan Kitabnya
    (yg merupakan kumpulan perintah-perintah Tuhan). Ini bisa anda lihat
    dalam berbagai literatur tentang filsafat agama dan perbandingan agama.
    Tiga agama yg memiliki kitab suci yang berisi perkataan – perkataan
    Langsung Tuhan, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
    Selebihnya agama yg lain hanya didasari oleh filsafat orang-orang
    terdahulu dan nenek moyang mereka. Jadi inilah perbedaannya antara
    ibadah ritual ummat Islam yg menghadap batu dengan ibadah ritual ummat
    lain yg juga menghadap batu. Dalam agama lain, batu itu dianggap
    seperti Dewa/Tuhan, sesuatu yg diagungkan dan dipuja-puja, sedangkan
    ummat islam memandang batu itu hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan
    kebaktian kepada Tuhan yang sebenarnya. Sebetulnya pengertian berhala
    di sini tidak hanya batu saja, tetapilebih luas. Berhala bisa berarti
    ideologi, bisa berarti materi/uang, bisa berarti manusia, bisa berarti
    yg lain-lain selain Tuhan alam Semesta.
    Setiap kegiatan yg tidak didasari oleh ketundukan kepada ketentuan
    Tuhan dan perintah-perintah Tuhan (Allah), maka berartiseorang muslim
    bisa terjebak dalam penyembahan “berhala”. Seperti seorang muslim yg
    lebih menggandrungi dan memuja artis tertentu sampai-sampai tidak
    sholat karena ada acara konser, maka bisa dikatakan orang itu telah
    menyembah (telah tunduk) kepada “berhala” (ketundukan ia dan ketakutan
    ia kepada Tuhannya telah terkalahkan oleh seorang artis). Begitu juga
    bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada batu (batu tsb dianggap
    mempunyai kekuatan gaib dan kemudian dipuja-puja) atau bila seseorang
    telah tunduk dan sujud kepada matahari (menganggap matahari itu sebagai
    pemberi rezki) ataupun kepada sapi (menganggap bahwa sapi itu titisan
    dewa dll lalu disembah dan diagung-agungkan) maka semua itu adalah
    penyembahan terhadap “berhala”.
    Jadi anda harus bisa membedakan mana yg benar-benar memuja
    benda/hewan/tumbuhan sebagai Tuhan dan mana yg melakukan sujud
    menghadap batu hanya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan yg sebenarnya.
    Rasulullah sendiri pernah menunjuk Hajar Aswad dengan tongkat Beliau:
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
    Nabi mengerjakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dengan menunggang seekor
    unta pada ibadah haji terakhir dan menyentuh hajar aswad dengan
    tongkatnya. (Sahih Bukhari juz 2 no 677).
    Dengan demikian nyatalah bahwa Hajar Aswad itu hanyalah batu yang
    tidak dapat mendatangkan celaka atau tidak dapat mendatangkan untung
    kecuali dengan ijin Allah swt.

    _________________
    Cintailah orang yang kau cintai sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekedarnya saja, siapa tahu, pada suatu hari kelak, ia akan berbalik menjadi orang yang kau cintai (Imam Ali RA)
    cinta_islam
    cinta_islam
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Male
    Number of posts : 556
    Age : 29
    Location : martapura - kota intan
    Job/hobbies : pembela islam
    Humor : bisakah musik rock di pake di gereja?
    Reputation : 55
    Points : 4409
    Registration date : 2010-03-08

    View user profile https://bs-ba.facebook.com/topic.php?uid=120658514619705&topi

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by fuckitall on Sun 25 Apr 2010, 7:39 am

    Insya Allah Benar....Amin

    fuckitall
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 204
    Reputation : 0
    Points : 3616
    Registration date : 2010-04-25

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Kid_x on Sun 25 Apr 2010, 7:42 pm

    @cinta_islam wrote:Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang
    bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan
    demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah
    yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.
    Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf
    keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka
    melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya
    dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
    Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
    berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang
    (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang
    mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari
    Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka
    kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2)].
    Jadi intinya bukan menyembah batu tapi
    inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan
    bahwa Allah itu Tuhan mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh
    oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda
    menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang
    yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud
    taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda
    sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam
    melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium
    batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan
    dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap
    batu itu istimewa, bahkan dalam Hadis Bukhori (Referensi ummat islam yg
    kedua setelah Al Qur’an), Ummar bin Khatab pun berkata:
    Diriwayatkan oleh ‘Abis bin Rabia:
    Saidina Umar bin al-Khattab r.a pernah mengecup Hajarul Aswad.
    Kemudian dia berkata: Demi Allah! Aku tahu kamu hanyalah sekedar batu
    yang tidak dapat memudharatkan dan tidak dapat memberi manfaat
    siapapun.. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah s.a.w
    mengucupmu, pasti aku tidak akan mengucupmu.” (Sahih Bukhari juz 2 no
    667).
    Kalau anda membaca sejarah tentang peradaban islam, maka anda akan
    jumpai bahwa dulu batu hitam itu pernah dicuri oleh seseorang (artinya
    ka’bah pernah tidak ada hajar aswad di dalamnya). Tetapi apakah setelah
    hilangnya batu itu ummat Islam lantas tidah sholat karena hadapannya
    tidak ada ? Kalau ummat Islam sholat karena landasan harus menghadap
    batu itu, niscaya mereka sudah tidak pada sholat lagi sebab batunya
    telah hilang, atau kalupun sholat menghadapnya mungkin ke si pencuri
    batu itu. Tetapi ternyata tidak. Ummat islam tetap sholat menghadap
    kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak sebab esensi mereka ialah
    mematuhi perintah Allah bukan menghadap batu dan menyembah batu.
    Kemudian dalan sejarah islam pun dijelaskan bahwa setelah batu hitam
    itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada
    pecahan disana sini, bahkan volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu
    hitam yg ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yg
    asli dengan yg imitasi. Tetapi anda lihat, apakah ummat islam heboh
    karena itu ? Jawabnya: Tidak pernah!. Sebab Tuhan mereka bukanlah batu
    tetapi Allah. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka)
    tetap ada. Berbeda sekali dengan ummat agama lain yg menganut paganisme.
    Mereka melakukan itu bukan atas dasar perintah Tuhan tetapi apa kata
    nenek moyang mereka, apa kata tetua-tetua mereka dan apa kata leluhur
    mereka. Tidak ada dasar yg langsung di dasari dari ketentuan Kitabnya
    (yg merupakan kumpulan perintah-perintah Tuhan). Ini bisa anda lihat
    dalam berbagai literatur tentang filsafat agama dan perbandingan agama.
    Tiga agama yg memiliki kitab suci yang berisi perkataan – perkataan
    Langsung Tuhan, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
    Selebihnya agama yg lain hanya didasari oleh filsafat orang-orang
    terdahulu dan nenek moyang mereka. Jadi inilah perbedaannya antara
    ibadah ritual ummat Islam yg menghadap batu dengan ibadah ritual ummat
    lain yg juga menghadap batu. Dalam agama lain, batu itu dianggap
    seperti Dewa/Tuhan, sesuatu yg diagungkan dan dipuja-puja, sedangkan
    ummat islam memandang batu itu hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan
    kebaktian kepada Tuhan yang sebenarnya. Sebetulnya pengertian berhala
    di sini tidak hanya batu saja, tetapilebih luas. Berhala bisa berarti
    ideologi, bisa berarti materi/uang, bisa berarti manusia, bisa berarti
    yg lain-lain selain Tuhan alam Semesta.
    Setiap kegiatan yg tidak didasari oleh ketundukan kepada ketentuan
    Tuhan dan perintah-perintah Tuhan (Allah), maka berartiseorang muslim
    bisa terjebak dalam penyembahan “berhala”. Seperti seorang muslim yg
    lebih menggandrungi dan memuja artis tertentu sampai-sampai tidak
    sholat karena ada acara konser, maka bisa dikatakan orang itu telah
    menyembah (telah tunduk) kepada “berhala” (ketundukan ia dan ketakutan
    ia kepada Tuhannya telah terkalahkan oleh seorang artis). Begitu juga
    bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada batu (batu tsb dianggap
    mempunyai kekuatan gaib dan kemudian dipuja-puja) atau bila seseorang
    telah tunduk dan sujud kepada matahari (menganggap matahari itu sebagai
    pemberi rezki) ataupun kepada sapi (menganggap bahwa sapi itu titisan
    dewa dll lalu disembah dan diagung-agungkan) maka semua itu adalah
    penyembahan terhadap “berhala”.
    Jadi anda harus bisa membedakan mana yg benar-benar memuja
    benda/hewan/tumbuhan sebagai Tuhan dan mana yg melakukan sujud
    menghadap batu hanya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan yg sebenarnya.
    Rasulullah sendiri pernah menunjuk Hajar Aswad dengan tongkat Beliau:
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
    Nabi mengerjakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dengan menunggang seekor
    unta pada ibadah haji terakhir dan menyentuh hajar aswad dengan
    tongkatnya. (Sahih Bukhari juz 2 no 677).
    Dengan demikian nyatalah bahwa Hajar Aswad itu hanyalah batu yang
    tidak dapat mendatangkan celaka atau tidak dapat mendatangkan untung
    kecuali dengan ijin Allah swt.

    Klo nabi kalian onani di atas batu itu kalian juga bakal lakuin???
    aw..aw..aw..
    Itulah kalian menelan sesuatu secara bulat2..

    Klo kalian ke Arab mencium batu itu,mungkin gw akan kencingin batu itu..
    Emg batu nya bisa ilang,tapi ka'bah masih di situ sama aja boong..
    Coba klo Ka'bah nya dipindah,apa kalian masih sembayang dengan letak yang sama??

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 414775
    Kid_x
    Kid_x
    RED MEMBERS
    RED MEMBERS

    Number of posts : 89
    Age : 1242
    Location : DIATAS MAKAM MUHAMMAD
    Job/hobbies : NONGKRONG DI ATAS KA'BAH
    Humor : MURTAD IS THE BEST
    Reputation : -11
    Points : 3487
    Registration date : 2010-04-25

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by fuckitall on Sun 25 Apr 2010, 8:18 pm

    Blm Denger Sejarah Tuh, Kalo Ada yang Onani Disitu...

    Kami Sholat Lima Waktu Dimana Saja, Dan Menghadap Kiblat

    fuckitall
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 204
    Reputation : 0
    Points : 3616
    Registration date : 2010-04-25

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by arjuna on Fri 08 Oct 2010, 5:10 pm

    wah threadnya mantap neh, buat kafir yg bilang allah adalah batu hitam silahkan baca thread ini. salam aja buat ts-nya

    _________________
    "Manusia tidak bisa sombong terhadap imannya. Ia tidak dapat mengklaim bahwa ia mengetahui (karena ilmu yang lebih tinggi itu tidak terbatas), atau mengklaim bahwa umunya telah lengkap. Allah berfirman, "Tak ada yang merasa aman dari rencana Allah [yaitu rencana-rencana tersembunyi] kecuali orang-orang yang merugi” (Q.S. 7: 99) bounce bounce
    arjuna
    arjuna
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Male
    Number of posts : 254
    Age : 27
    Location : Palangkaraya
    Job/hobbies : browsing and reading
    Humor : untuk apa tuhan repot-repot menjelma jadi manusia buat menebus dosa orang kristen?
    Reputation : 30
    Points : 3700
    Registration date : 2010-05-21

    View user profile https://id-id.facebook.com/note.php?note_id=133411303351769

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by muhammad bakri on Thu 23 Jun 2011, 9:58 pm

    @Kid_x wrote:
    @cinta_islam wrote:Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang
    bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan
    demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah
    yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.
    Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf
    keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka
    melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya
    dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
    Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
    berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang
    (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang
    mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari
    Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka
    kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2)].
    Jadi intinya bukan menyembah batu tapi
    inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan
    bahwa Allah itu Tuhan mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh
    oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda
    menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang
    yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud
    taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda
    sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam
    melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium
    batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan
    dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap
    batu itu istimewa, bahkan dalam Hadis Bukhori (Referensi ummat islam yg
    kedua setelah Al Qur’an), Ummar bin Khatab pun berkata:
    Diriwayatkan oleh ‘Abis bin Rabia:
    Saidina Umar bin al-Khattab r.a pernah mengecup Hajarul Aswad.
    Kemudian dia berkata: Demi Allah! Aku tahu kamu hanyalah sekedar batu
    yang tidak dapat memudharatkan dan tidak dapat memberi manfaat
    siapapun.. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah s.a.w
    mengucupmu, pasti aku tidak akan mengucupmu.” (Sahih Bukhari juz 2 no
    667).
    Kalau anda membaca sejarah tentang peradaban islam, maka anda akan
    jumpai bahwa dulu batu hitam itu pernah dicuri oleh seseorang (artinya
    ka’bah pernah tidak ada hajar aswad di dalamnya). Tetapi apakah setelah
    hilangnya batu itu ummat Islam lantas tidah sholat karena hadapannya
    tidak ada ? Kalau ummat Islam sholat karena landasan harus menghadap
    batu itu, niscaya mereka sudah tidak pada sholat lagi sebab batunya
    telah hilang, atau kalupun sholat menghadapnya mungkin ke si pencuri
    batu itu. Tetapi ternyata tidak. Ummat islam tetap sholat menghadap
    kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak sebab esensi mereka ialah
    mematuhi perintah Allah bukan menghadap batu dan menyembah batu.
    Kemudian dalan sejarah islam pun dijelaskan bahwa setelah batu hitam
    itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada
    pecahan disana sini, bahkan volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu
    hitam yg ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yg
    asli dengan yg imitasi. Tetapi anda lihat, apakah ummat islam heboh
    karena itu ? Jawabnya: Tidak pernah!. Sebab Tuhan mereka bukanlah batu
    tetapi Allah. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka)
    tetap ada. Berbeda sekali dengan ummat agama lain yg menganut paganisme.
    Mereka melakukan itu bukan atas dasar perintah Tuhan tetapi apa kata
    nenek moyang mereka, apa kata tetua-tetua mereka dan apa kata leluhur
    mereka. Tidak ada dasar yg langsung di dasari dari ketentuan Kitabnya
    (yg merupakan kumpulan perintah-perintah Tuhan). Ini bisa anda lihat
    dalam berbagai literatur tentang filsafat agama dan perbandingan agama.
    Tiga agama yg memiliki kitab suci yang berisi perkataan – perkataan
    Langsung Tuhan, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
    Selebihnya agama yg lain hanya didasari oleh filsafat orang-orang
    terdahulu dan nenek moyang mereka. Jadi inilah perbedaannya antara
    ibadah ritual ummat Islam yg menghadap batu dengan ibadah ritual ummat
    lain yg juga menghadap batu. Dalam agama lain, batu itu dianggap
    seperti Dewa/Tuhan, sesuatu yg diagungkan dan dipuja-puja, sedangkan
    ummat islam memandang batu itu hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan
    kebaktian kepada Tuhan yang sebenarnya. Sebetulnya pengertian berhala
    di sini tidak hanya batu saja, tetapilebih luas. Berhala bisa berarti
    ideologi, bisa berarti materi/uang, bisa berarti manusia, bisa berarti
    yg lain-lain selain Tuhan alam Semesta.
    Setiap kegiatan yg tidak didasari oleh ketundukan kepada ketentuan
    Tuhan dan perintah-perintah Tuhan (Allah), maka berartiseorang muslim
    bisa terjebak dalam penyembahan “berhala”. Seperti seorang muslim yg
    lebih menggandrungi dan memuja artis tertentu sampai-sampai tidak
    sholat karena ada acara konser, maka bisa dikatakan orang itu telah
    menyembah (telah tunduk) kepada “berhala” (ketundukan ia dan ketakutan
    ia kepada Tuhannya telah terkalahkan oleh seorang artis). Begitu juga
    bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada batu (batu tsb dianggap
    mempunyai kekuatan gaib dan kemudian dipuja-puja) atau bila seseorang
    telah tunduk dan sujud kepada matahari (menganggap matahari itu sebagai
    pemberi rezki) ataupun kepada sapi (menganggap bahwa sapi itu titisan
    dewa dll lalu disembah dan diagung-agungkan) maka semua itu adalah
    penyembahan terhadap “berhala”.
    Jadi anda harus bisa membedakan mana yg benar-benar memuja
    benda/hewan/tumbuhan sebagai Tuhan dan mana yg melakukan sujud
    menghadap batu hanya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan yg sebenarnya.
    Rasulullah sendiri pernah menunjuk Hajar Aswad dengan tongkat Beliau:
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
    Nabi mengerjakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dengan menunggang seekor
    unta pada ibadah haji terakhir dan menyentuh hajar aswad dengan
    tongkatnya. (Sahih Bukhari juz 2 no 677).
    Dengan demikian nyatalah bahwa Hajar Aswad itu hanyalah batu yang
    tidak dapat mendatangkan celaka atau tidak dapat mendatangkan untung
    kecuali dengan ijin Allah swt.

    Klo nabi kalian onani di atas batu itu kalian juga bakal lakuin???
    aw..aw..aw..
    Itulah kalian menelan sesuatu secara bulat2..

    yesus yang kamu anggap tuhan itu lebih parah karena dalam keadaan telanjang disalib ngga yang bantuin lagi karena semua muridnya pada takut or berkhianat

    Klo kalian ke Arab mencium batu itu,mungkin gw akan kencingin batu itu..
    Emg batu nya bisa ilang,tapi ka'bah masih di situ sama aja boong..
    Coba klo Ka'bah nya dipindah,apa kalian masih sembayang dengan letak yang sama??

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 463897 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 414775

    muhammad bakri
    RED MEMBERS
    RED MEMBERS

    Number of posts : 39
    Reputation : 0
    Points : 3029
    Registration date : 2011-06-22

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Ontamekah on Sat 08 Jun 2013, 4:51 pm

    Dulu pernah pindah, mungkin kurang strategis dan kurang menguntungkan secara pilitis maka balik arah lagi.

    yang jelas semuanya menyembah RUMAH, al aqsho=rumah, kaabah=rumah hajar aswad itu jadi Allahnya, nyatanya sambil mengangkat tangan kepada batu itu dan mengatakan Allah aku datang padamu...
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 3027467219

    _________________
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 3027467219  يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
    Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul,
    oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman".(Q8;1)
    Ontamekah
    Ontamekah
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Male
    Number of posts : 342
    Age : 69
    Job/hobbies : Cabuli bocah 6 thn
    Humor : gendeng.com
    Reputation : 5
    Points : 2694
    Registration date : 2013-06-08

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by youbrey on Tue 06 Aug 2013, 12:45 am

    @cinta_islam wrote:Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang
    bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan
    demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah
    yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.
    Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf
    keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka
    melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya
    dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
    Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
    berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang
    (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang
    mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari
    Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka
    kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2)].
    Jadi intinya bukan menyembah batu tapi
    inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan
    bahwa Allah itu Tuhan mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh
    oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda
    menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang
    yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud
    taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda
    sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam
    melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium
    batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan
    dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap
    batu itu istimewa, bahkan dalam Hadis Bukhori (Referensi ummat islam yg
    kedua setelah Al Qur’an), Ummar bin Khatab pun berkata:
    Diriwayatkan oleh ‘Abis bin Rabia:
    Saidina Umar bin al-Khattab r.a pernah mengecup Hajarul Aswad.
    Kemudian dia berkata: Demi Allah! Aku tahu kamu hanyalah sekedar batu
    yang tidak dapat memudharatkan dan tidak dapat memberi manfaat
    siapapun.. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah s.a.w
    mengucupmu, pasti aku tidak akan mengucupmu.” (Sahih Bukhari juz 2 no
    667).
    Kalau anda membaca sejarah tentang peradaban islam, maka anda akan
    jumpai bahwa dulu batu hitam itu pernah dicuri oleh seseorang (artinya
    ka’bah pernah tidak ada hajar aswad di dalamnya). Tetapi apakah setelah
    hilangnya batu itu ummat Islam lantas tidah sholat karena hadapannya
    tidak ada ? Kalau ummat Islam sholat karena landasan harus menghadap
    batu itu, niscaya mereka sudah tidak pada sholat lagi sebab batunya
    telah hilang, atau kalupun sholat menghadapnya mungkin ke si pencuri
    batu itu. Tetapi ternyata tidak. Ummat islam tetap sholat menghadap
    kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak sebab esensi mereka ialah
    mematuhi perintah Allah bukan menghadap batu dan menyembah batu.
    Kemudian dalan sejarah islam pun dijelaskan bahwa setelah batu hitam
    itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada
    pecahan disana sini, bahkan volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu
    hitam yg ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yg
    asli dengan yg imitasi. Tetapi anda lihat, apakah ummat islam heboh
    karena itu ? Jawabnya: Tidak pernah!. Sebab Tuhan mereka bukanlah batu
    tetapi Allah. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka)
    tetap ada. Berbeda sekali dengan ummat agama lain yg menganut paganisme.
    Mereka melakukan itu bukan atas dasar perintah Tuhan tetapi apa kata
    nenek moyang mereka, apa kata tetua-tetua mereka dan apa kata leluhur
    mereka. Tidak ada dasar yg langsung di dasari dari ketentuan Kitabnya
    (yg merupakan kumpulan perintah-perintah Tuhan). Ini bisa anda lihat
    dalam berbagai literatur tentang filsafat agama dan perbandingan agama.
    Tiga agama yg memiliki kitab suci yang berisi perkataan – perkataan
    Langsung Tuhan, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
    Selebihnya agama yg lain hanya didasari oleh filsafat orang-orang
    terdahulu dan nenek moyang mereka. Jadi inilah perbedaannya antara
    ibadah ritual ummat Islam yg menghadap batu dengan ibadah ritual ummat
    lain yg juga menghadap batu. Dalam agama lain, batu itu dianggap
    seperti Dewa/Tuhan, sesuatu yg diagungkan dan dipuja-puja, sedangkan
    ummat islam memandang batu itu hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan
    kebaktian kepada Tuhan yang sebenarnya. Sebetulnya pengertian berhala
    di sini tidak hanya batu saja, tetapilebih luas. Berhala bisa berarti
    ideologi, bisa berarti materi/uang, bisa berarti manusia, bisa berarti
    yg lain-lain selain Tuhan alam Semesta.
    Setiap kegiatan yg tidak didasari oleh ketundukan kepada ketentuan
    Tuhan dan perintah-perintah Tuhan (Allah), maka berartiseorang muslim
    bisa terjebak dalam penyembahan “berhala”. Seperti seorang muslim yg
    lebih menggandrungi dan memuja artis tertentu sampai-sampai tidak
    sholat karena ada acara konser, maka bisa dikatakan orang itu telah
    menyembah (telah tunduk) kepada “berhala” (ketundukan ia dan ketakutan
    ia kepada Tuhannya telah terkalahkan oleh seorang artis). Begitu juga
    bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada batu (batu tsb dianggap
    mempunyai kekuatan gaib dan kemudian dipuja-puja) atau bila seseorang
    telah tunduk dan sujud kepada matahari (menganggap matahari itu sebagai
    pemberi rezki) ataupun kepada sapi (menganggap bahwa sapi itu titisan
    dewa dll lalu disembah dan diagung-agungkan) maka semua itu adalah
    penyembahan terhadap “berhala”.
    Jadi anda harus bisa membedakan mana yg benar-benar memuja
    benda/hewan/tumbuhan sebagai Tuhan dan mana yg melakukan sujud
    menghadap batu hanya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan yg sebenarnya.
    Rasulullah sendiri pernah menunjuk Hajar Aswad dengan tongkat Beliau:
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
    Nabi mengerjakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dengan menunggang seekor
    unta pada ibadah haji terakhir dan menyentuh hajar aswad dengan
    tongkatnya. (Sahih Bukhari juz 2 no 677).
    Dengan demikian nyatalah bahwa Hajar Aswad itu hanyalah batu yang
    tidak dapat mendatangkan celaka atau tidak dapat mendatangkan untung
    kecuali dengan ijin Allah swt.

    Intinya ini adalah Perintah Tuhan disuruh ngadap kesana.
    ada tu Ka'bah ato kagak orang islam tetep bakal sholat juga.


    Ini bukan masalah menyembah batu, tapi sbg simbol kesatuan orang islam untuk taat pada perintah Tuhan.
    bahasa gaulnya KOMPAK deh.
    :D

    youbrey

    Number of posts : 5
    Reputation : 0
    Points : 2337
    Registration date : 2013-04-09

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Ontamekah on Tue 06 Aug 2013, 1:27 am

    Nah kalo gitu sama dengan agama hindu budha dia juga tidak menyembah batu yang notabene simbol juga, tetapi slemot menuduh hindu budha menyembah batu sampai2 amrozi cs menuduhnya menyembah batu lalu mengebomnya.

    Lalu bila saya tuduh tuhannya slemot tinggal di rumah itu lalu kau sembah2 gimana?
    apa di situ tidak ada tuhannya?
    apa yang ada di situ setan?

    Masuk akal kan kalo tuhan punya rumah atau baitullah lalu disembah menghadap lokasi itu?
    apa itu juga simbol juga?
    apakah ka'bah dan hajar aswad itu Jimat?

    _________________
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 3027467219  يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
    Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul,
    oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman".(Q8;1)
    Ontamekah
    Ontamekah
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Male
    Number of posts : 342
    Age : 69
    Job/hobbies : Cabuli bocah 6 thn
    Humor : gendeng.com
    Reputation : 5
    Points : 2694
    Registration date : 2013-06-08

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Kafir13 on Tue 06 Aug 2013, 2:20 pm

    Ditantang menghancurkan HA saja kagak brani slemot hahahah malah nyuruh kafir yang ngelakuin.

    Dasar penyembah batu.
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 994211
    Kafir13
    Kafir13
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 302
    Location : The KINGDOM Of Hell (satan earth)
    Humor : Iblis telah di buang ke bumi, jatuh bagaikan kilat dan menjadi bintang jatuh yang kemudian dianggap batu dari syurga (hajar aswad).
    Reputation : 5
    Points : 2592
    Registration date : 2013-06-06

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Akal Budi Islam on Tue 06 Aug 2013, 10:11 pm

    @cinta_islam wrote:Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang
    bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan
    demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah
    yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.
    Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf
    keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka
    melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya
    dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
    Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
    berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang
    (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang
    mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari
    Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka
    kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2)].
    Jadi intinya bukan menyembah batu tapi
    inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan
    bahwa Allah itu Tuhan mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh
    oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda
    menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang
    yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud
    taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda
    sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam
    melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium
    batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan
    dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap
    batu itu istimewa, bahkan dalam Hadis Bukhori (Referensi ummat islam yg
    kedua setelah Al Qur’an), Ummar bin Khatab pun berkata:
    Diriwayatkan oleh ‘Abis bin Rabia:
    Saidina Umar bin al-Khattab r.a pernah mengecup Hajarul Aswad.
    Kemudian dia berkata: Demi Allah! Aku tahu kamu hanyalah sekedar batu
    yang tidak dapat memudharatkan dan tidak dapat memberi manfaat
    siapapun.. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah s.a.w
    mengucupmu, pasti aku tidak akan mengucupmu.” (Sahih Bukhari juz 2 no
    667).
    Kalau anda membaca sejarah tentang peradaban islam, maka anda akan
    jumpai bahwa dulu batu hitam itu pernah dicuri oleh seseorang (artinya
    ka’bah pernah tidak ada hajar aswad di dalamnya). Tetapi apakah setelah
    hilangnya batu itu ummat Islam lantas tidah sholat karena hadapannya
    tidak ada ? Kalau ummat Islam sholat karena landasan harus menghadap
    batu itu, niscaya mereka sudah tidak pada sholat lagi sebab batunya
    telah hilang, atau kalupun sholat menghadapnya mungkin ke si pencuri
    batu itu. Tetapi ternyata tidak. Ummat islam tetap sholat menghadap
    kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak sebab esensi mereka ialah
    mematuhi perintah Allah bukan menghadap batu dan menyembah batu.
    Kemudian dalan sejarah islam pun dijelaskan bahwa setelah batu hitam
    itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada
    pecahan disana sini, bahkan volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu
    hitam yg ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yg
    asli dengan yg imitasi. Tetapi anda lihat, apakah ummat islam heboh
    karena itu ? Jawabnya: Tidak pernah!. Sebab Tuhan mereka bukanlah batu
    tetapi Allah. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka)
    tetap ada. Berbeda sekali dengan ummat agama lain yg menganut paganisme.
    Mereka melakukan itu bukan atas dasar perintah Tuhan tetapi apa kata
    nenek moyang mereka, apa kata tetua-tetua mereka dan apa kata leluhur
    mereka. Tidak ada dasar yg langsung di dasari dari ketentuan Kitabnya
    (yg merupakan kumpulan perintah-perintah Tuhan). Ini bisa anda lihat
    dalam berbagai literatur tentang filsafat agama dan perbandingan agama.
    Tiga agama yg memiliki kitab suci yang berisi perkataan – perkataan
    Langsung Tuhan, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
    Selebihnya agama yg lain hanya didasari oleh filsafat orang-orang
    terdahulu dan nenek moyang mereka. Jadi inilah perbedaannya antara
    ibadah ritual ummat Islam yg menghadap batu dengan ibadah ritual ummat
    lain yg juga menghadap batu. Dalam agama lain, batu itu dianggap
    seperti Dewa/Tuhan, sesuatu yg diagungkan dan dipuja-puja, sedangkan
    ummat islam memandang batu itu hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan
    kebaktian kepada Tuhan yang sebenarnya. Sebetulnya pengertian berhala
    di sini tidak hanya batu saja, tetapilebih luas. Berhala bisa berarti
    ideologi, bisa berarti materi/uang, bisa berarti manusia, bisa berarti
    yg lain-lain selain Tuhan alam Semesta.
    Setiap kegiatan yg tidak didasari oleh ketundukan kepada ketentuan
    Tuhan dan perintah-perintah Tuhan (Allah), maka berartiseorang muslim
    bisa terjebak dalam penyembahan “berhala”. Seperti seorang muslim yg
    lebih menggandrungi dan memuja artis tertentu sampai-sampai tidak
    sholat karena ada acara konser, maka bisa dikatakan orang itu telah
    menyembah (telah tunduk) kepada “berhala” (ketundukan ia dan ketakutan
    ia kepada Tuhannya telah terkalahkan oleh seorang artis). Begitu juga
    bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada batu (batu tsb dianggap
    mempunyai kekuatan gaib dan kemudian dipuja-puja) atau bila seseorang
    telah tunduk dan sujud kepada matahari (menganggap matahari itu sebagai
    pemberi rezki) ataupun kepada sapi (menganggap bahwa sapi itu titisan
    dewa dll lalu disembah dan diagung-agungkan) maka semua itu adalah
    penyembahan terhadap “berhala”.
    Jadi anda harus bisa membedakan mana yg benar-benar memuja
    benda/hewan/tumbuhan sebagai Tuhan dan mana yg melakukan sujud
    menghadap batu hanya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan yg sebenarnya.
    Rasulullah sendiri pernah menunjuk Hajar Aswad dengan tongkat Beliau:
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
    Nabi mengerjakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dengan menunggang seekor
    unta pada ibadah haji terakhir dan menyentuh hajar aswad dengan
    tongkatnya. (Sahih Bukhari juz 2 no 677).
    Dengan demikian nyatalah bahwa Hajar Aswad itu hanyalah batu yang
    tidak dapat mendatangkan celaka atau tidak dapat mendatangkan untung
    kecuali dengan ijin Allah swt.

    Harus dijelaskan, mengapa Awloh swt ini menyuruh anda mencium batu, padahal batu itu seperti kata anda tidak dapat mendatangkan untung?


    Intinya ini adalah Perintah Tuhan disuruh ngadap kesana.
    ada tu Ka'bah ato kagak orang islam tetep bakal sholat juga.


    Ini bukan masalah menyembah batu, tapi sbg simbol kesatuan orang islam untuk taat pada perintah Tuhan.
    bahasa gaulnya KOMPAK deh.
    :D

    Awloh seharusnya lebih bijak! Tidak seharusnya cara dia menyatukan umat islam dgn menyuruh rame2 mencium batu. Bukankah praktek mencium batu, kayu dll, adalah prkatek penyembah berhala. Masak allah swt juga berbuat demikian. Faktanya juga, gak ada tuh umat islam yg bersatu. Perang mulu satu sama lain.

    Akal Budi Islam
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 3445
    Reputation : 16
    Points : 7149
    Registration date : 2010-09-16

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Ontamekah on Mon 09 Sep 2013, 9:12 pm

    Yang Punya Thread yang saya harapmasih hidup diberkahi oleh Kristus... Kok tidak methongol... gimana neh kelanjutannya?

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 380756 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 380756 

    _________________
    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 3027467219  يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
    Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul,
    oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman".(Q8;1)
    Ontamekah
    Ontamekah
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Male
    Number of posts : 342
    Age : 69
    Job/hobbies : Cabuli bocah 6 thn
    Humor : gendeng.com
    Reputation : 5
    Points : 2694
    Registration date : 2013-06-08

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by budi prasetyo on Wed 16 Oct 2013, 2:50 pm

    @Akal Budi Islam wrote:
    @cinta_islam wrote:Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang
    bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan
    demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah
    yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.
    Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf
    keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka
    melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya
    dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
    Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
    berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang
    (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang
    mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari
    Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka
    kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2)].
    Jadi intinya bukan menyembah batu tapi
    inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan
    bahwa Allah itu Tuhan mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh
    oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda
    menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang
    yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud
    taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda
    sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam
    melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium
    batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan
    dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap
    batu itu istimewa, bahkan dalam Hadis Bukhori (Referensi ummat islam yg
    kedua setelah Al Qur’an), Ummar bin Khatab pun berkata:
    Diriwayatkan oleh ‘Abis bin Rabia:
    Saidina Umar bin al-Khattab r.a pernah mengecup Hajarul Aswad.
    Kemudian dia berkata: Demi Allah! Aku tahu kamu hanyalah sekedar batu
    yang tidak dapat memudharatkan dan tidak dapat memberi manfaat
    siapapun.. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah s.a.w
    mengucupmu, pasti aku tidak akan mengucupmu.” (Sahih Bukhari juz 2 no
    667).
    Kalau anda membaca sejarah tentang peradaban islam, maka anda akan
    jumpai bahwa dulu batu hitam itu pernah dicuri oleh seseorang (artinya
    ka’bah pernah tidak ada hajar aswad di dalamnya). Tetapi apakah setelah
    hilangnya batu itu ummat Islam lantas tidah sholat karena hadapannya
    tidak ada ? Kalau ummat Islam sholat karena landasan harus menghadap
    batu itu, niscaya mereka sudah tidak pada sholat lagi sebab batunya
    telah hilang, atau kalupun sholat menghadapnya mungkin ke si pencuri
    batu itu. Tetapi ternyata tidak. Ummat islam tetap sholat menghadap
    kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak sebab esensi mereka ialah
    mematuhi perintah Allah bukan menghadap batu dan menyembah batu.
    Kemudian dalan sejarah islam pun dijelaskan bahwa setelah batu hitam
    itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada
    pecahan disana sini, bahkan volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu
    hitam yg ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yg
    asli dengan yg imitasi. Tetapi anda lihat, apakah ummat islam heboh
    karena itu ? Jawabnya: Tidak pernah!. Sebab Tuhan mereka bukanlah batu
    tetapi Allah. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka)
    tetap ada. Berbeda sekali dengan ummat agama lain yg menganut paganisme.
    Mereka melakukan itu bukan atas dasar perintah Tuhan tetapi apa kata
    nenek moyang mereka, apa kata tetua-tetua mereka dan apa kata leluhur
    mereka. Tidak ada dasar yg langsung di dasari dari ketentuan Kitabnya
    (yg merupakan kumpulan perintah-perintah Tuhan). Ini bisa anda lihat
    dalam berbagai literatur tentang filsafat agama dan perbandingan agama.
    Tiga agama yg memiliki kitab suci yang berisi perkataan – perkataan
    Langsung Tuhan, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
    Selebihnya agama yg lain hanya didasari oleh filsafat orang-orang
    terdahulu dan nenek moyang mereka. Jadi inilah perbedaannya antara
    ibadah ritual ummat Islam yg menghadap batu dengan ibadah ritual ummat
    lain yg juga menghadap batu. Dalam agama lain, batu itu dianggap
    seperti Dewa/Tuhan, sesuatu yg diagungkan dan dipuja-puja, sedangkan
    ummat islam memandang batu itu hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan
    kebaktian kepada Tuhan yang sebenarnya. Sebetulnya pengertian berhala
    di sini tidak hanya batu saja, tetapilebih luas. Berhala bisa berarti
    ideologi, bisa berarti materi/uang, bisa berarti manusia, bisa berarti
    yg lain-lain selain Tuhan alam Semesta.
    Setiap kegiatan yg tidak didasari oleh ketundukan kepada ketentuan
    Tuhan dan perintah-perintah Tuhan (Allah), maka berartiseorang muslim
    bisa terjebak dalam penyembahan “berhala”. Seperti seorang muslim yg
    lebih menggandrungi dan memuja artis tertentu sampai-sampai tidak
    sholat karena ada acara konser, maka bisa dikatakan orang itu telah
    menyembah (telah tunduk) kepada “berhala” (ketundukan ia dan ketakutan
    ia kepada Tuhannya telah terkalahkan oleh seorang artis). Begitu juga
    bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada batu (batu tsb dianggap
    mempunyai kekuatan gaib dan kemudian dipuja-puja) atau bila seseorang
    telah tunduk dan sujud kepada matahari (menganggap matahari itu sebagai
    pemberi rezki) ataupun kepada sapi (menganggap bahwa sapi itu titisan
    dewa dll lalu disembah dan diagung-agungkan) maka semua itu adalah
    penyembahan terhadap “berhala”.
    Jadi anda harus bisa membedakan mana yg benar-benar memuja
    benda/hewan/tumbuhan sebagai Tuhan dan mana yg melakukan sujud
    menghadap batu hanya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan yg sebenarnya.
    Rasulullah sendiri pernah menunjuk Hajar Aswad dengan tongkat Beliau:
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
    Nabi mengerjakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dengan menunggang seekor
    unta pada ibadah haji terakhir dan menyentuh hajar aswad dengan
    tongkatnya. (Sahih Bukhari juz 2 no 677).
    Dengan demikian nyatalah bahwa Hajar Aswad itu hanyalah batu yang
    tidak dapat mendatangkan celaka atau tidak dapat mendatangkan untung
    kecuali dengan ijin Allah swt.
    Harus dijelaskan, mengapa Awloh swt ini menyuruh anda mencium batu, padahal batu itu seperti kata anda tidak dapat mendatangkan untung?


    Intinya ini adalah Perintah Tuhan disuruh ngadap kesana.
    ada tu Ka'bah ato kagak orang islam tetep bakal sholat juga.


    Ini bukan masalah menyembah batu, tapi sbg simbol kesatuan orang islam untuk taat pada perintah Tuhan.
    bahasa gaulnya KOMPAK deh.
    :D
    Awloh seharusnya lebih bijak! Tidak seharusnya cara dia menyatukan umat islam dgn menyuruh rame2 mencium batu. Bukankah praktek mencium batu, kayu dll, adalah prkatek penyembah berhala. Masak allah swt juga berbuat demikian. Faktanya juga, gak ada tuh umat islam yg bersatu. Perang mulu satu sama lain.
    Itu namanya Aturan Om. Semua di dunia perlu aturan, ora sek enak wudelmu dewek. aturan dapat  membedakan yang patuh dan yang tidak.

    budi prasetyo

    Number of posts : 6
    Reputation : 0
    Points : 2145
    Registration date : 2013-10-16

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Ontamekah on Fri 18 Oct 2013, 8:20 pm

    @budi prasetyo wrote:Itu namanya Aturan Om. Semua di dunia perlu aturan, ora sek enak wudelmu dewek. aturan dapat  membedakan yang patuh dan yang tidak.
    Coba buka QS;9 ayat 29 kalo anda mampu melakukan perintah ayat tersebut berarti anda umat islam yang benar2 taat!

    Itulah wajah islam yang sesungguhnya... bukan omong kosong.. asli bukan hoax..melawan pancasila adalah ajaran nabi,karena pancasila buatan orang2 kafir. ini perlu anda tahu adalah ajaran islam yang asli.


    قَاتِلُوا الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلا بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
    "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk." – (QS.9:29)
    Ontamekah
    Ontamekah
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Male
    Number of posts : 342
    Age : 69
    Job/hobbies : Cabuli bocah 6 thn
    Humor : gendeng.com
    Reputation : 5
    Points : 2694
    Registration date : 2013-06-08

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by kuku bima on Wed 23 Oct 2013, 10:06 am

    @cinta_islam wrote:Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang
    bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan
    demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah
    yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.
    Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf
    keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka
    melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya
    dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
    Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
    berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang
    (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang
    mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari
    Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka
    kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2)].
    Jadi intinya bukan menyembah batu tapi
    inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan
    bahwa Allah itu Tuhan mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh
    oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda
    menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang
    yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud
    taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda
    sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam
    melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium
    batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan
    dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap
    batu itu istimewa, bahkan dalam Hadis Bukhori (Referensi ummat islam yg
    kedua setelah Al Qur’an), Ummar bin Khatab pun berkata:
    Diriwayatkan oleh ‘Abis bin Rabia:
    Saidina Umar bin al-Khattab r.a pernah mengecup Hajarul Aswad.
    Kemudian dia berkata: Demi Allah! Aku tahu kamu hanyalah sekedar batu
    yang tidak dapat memudharatkan dan tidak dapat memberi manfaat
    siapapun.. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah s.a.w
    mengucupmu, pasti aku tidak akan mengucupmu.” (Sahih Bukhari juz 2 no
    667).
    Kalau anda membaca sejarah tentang peradaban islam, maka anda akan
    jumpai bahwa dulu batu hitam itu pernah dicuri oleh seseorang (artinya
    ka’bah pernah tidak ada hajar aswad di dalamnya). Tetapi apakah setelah
    hilangnya batu itu ummat Islam lantas tidah sholat karena hadapannya
    tidak ada ? Kalau ummat Islam sholat karena landasan harus menghadap
    batu itu, niscaya mereka sudah tidak pada sholat lagi sebab batunya
    telah hilang, atau kalupun sholat menghadapnya mungkin ke si pencuri
    batu itu. Tetapi ternyata tidak. Ummat islam tetap sholat menghadap
    kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak sebab esensi mereka ialah
    mematuhi perintah Allah bukan menghadap batu dan menyembah batu.
    Kemudian dalan sejarah islam pun dijelaskan bahwa setelah batu hitam
    itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada
    pecahan disana sini, bahkan volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu
    hitam yg ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yg
    asli dengan yg imitasi. Tetapi anda lihat, apakah ummat islam heboh
    karena itu ? Jawabnya: Tidak pernah!. Sebab Tuhan mereka bukanlah batu
    tetapi Allah. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka)
    tetap ada. Berbeda sekali dengan ummat agama lain yg menganut paganisme.
    Mereka melakukan itu bukan atas dasar perintah Tuhan tetapi apa kata
    nenek moyang mereka, apa kata tetua-tetua mereka dan apa kata leluhur
    mereka. Tidak ada dasar yg langsung di dasari dari ketentuan Kitabnya
    (yg merupakan kumpulan perintah-perintah Tuhan). Ini bisa anda lihat
    dalam berbagai literatur tentang filsafat agama dan perbandingan agama.
    Tiga agama yg memiliki kitab suci yang berisi perkataan – perkataan
    Langsung Tuhan, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.
    Selebihnya agama yg lain hanya didasari oleh filsafat orang-orang
    terdahulu dan nenek moyang mereka. Jadi inilah perbedaannya antara
    ibadah ritual ummat Islam yg menghadap batu dengan ibadah ritual ummat
    lain yg juga menghadap batu. Dalam agama lain, batu itu dianggap
    seperti Dewa/Tuhan, sesuatu yg diagungkan dan dipuja-puja, sedangkan
    ummat islam memandang batu itu hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan
    kebaktian kepada Tuhan yang sebenarnya. Sebetulnya pengertian berhala
    di sini tidak hanya batu saja, tetapilebih luas. Berhala bisa berarti
    ideologi, bisa berarti materi/uang, bisa berarti manusia, bisa berarti
    yg lain-lain selain Tuhan alam Semesta.
    Setiap kegiatan yg tidak didasari oleh ketundukan kepada ketentuan
    Tuhan dan perintah-perintah Tuhan (Allah), maka berartiseorang muslim
    bisa terjebak dalam penyembahan “berhala”. Seperti seorang muslim yg
    lebih menggandrungi dan memuja artis tertentu sampai-sampai tidak
    sholat karena ada acara konser, maka bisa dikatakan orang itu telah
    menyembah (telah tunduk) kepada “berhala” (ketundukan ia dan ketakutan
    ia kepada Tuhannya telah terkalahkan oleh seorang artis). Begitu juga
    bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada batu (batu tsb dianggap
    mempunyai kekuatan gaib dan kemudian dipuja-puja) atau bila seseorang
    telah tunduk dan sujud kepada matahari (menganggap matahari itu sebagai
    pemberi rezki) ataupun kepada sapi (menganggap bahwa sapi itu titisan
    dewa dll lalu disembah dan diagung-agungkan) maka semua itu adalah
    penyembahan terhadap “berhala”.
    Jadi anda harus bisa membedakan mana yg benar-benar memuja
    benda/hewan/tumbuhan sebagai Tuhan dan mana yg melakukan sujud
    menghadap batu hanya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan yg sebenarnya.
    Rasulullah sendiri pernah menunjuk Hajar Aswad dengan tongkat Beliau:
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
    Nabi mengerjakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dengan menunggang seekor
    unta pada ibadah haji terakhir dan menyentuh hajar aswad dengan
    tongkatnya. (Sahih Bukhari juz 2 no 677).
    Dengan demikian nyatalah bahwa Hajar Aswad itu hanyalah batu yang
    tidak dapat mendatangkan celaka atau tidak dapat mendatangkan untung
    kecuali dengan ijin Allah swt.
    yang kamu[muhammad sukai]jelas disini bukan kesukaan umat sebelum muhammad yahudi dan nasrani...tapi mengahadap kabah terjadi ketika muhammad menyukai tempat itu....sebelumnya 15 tahun muhammad menghadap ke yerusalem......dan benar orang yahudi dan nasrani senang menghadap yerusalem.......jadi ga mungkin mereka menghadap rumah 360 berhala ...itu sangat di larang dalam kepercayaan mereka....menghadap berhalah..yang baru di bersikan   ketika islam ber umur 15 tahun dari sekutu sekutu alloh[hajar aswad] kabah baru di bersikan oleh muhammad ketika islam kembali ke mekah..15 tahun kurang lebih...

    kabah atau rumah...didirikan untuk hajar aswad...pada umumnya..di arab ada banyak kabah....dan semua di bangun untuk dewa bulan [hajar aswad]hampir semua kabah di arab memiliki hajar aswad[batu item]....

    _________________
    ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA..... Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 3027467219 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 3027467219

    Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
    TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
    "Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
    "innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
    kuku bima
    kuku bima
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Male
    Number of posts : 4057
    Age : 38
    Location : firdaus
    Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
    Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
    Reputation : 12
    Points : 8662
    Registration date : 2011-05-20

    View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty sejarah mekah-kabah-zamzam

    Post by kuku bima on Wed 23 Oct 2013, 10:15 am

    @fuckitall wrote:Insya Allah Benar....Amin
    http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-arab-mekah-kabah-zamzam.html

    _________________
    ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA..... Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 3027467219 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 3027467219

    Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
    TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
    "Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
    "innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
    kuku bima
    kuku bima
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Male
    Number of posts : 4057
    Age : 38
    Location : firdaus
    Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
    Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
    Reputation : 12
    Points : 8662
    Registration date : 2011-05-20

    View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Ontamekah on Wed 23 Oct 2013, 12:13 pm

    @kuku bima wrote:
    @fuckitall wrote:Insya Allah Benar....Amin
    http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/sejarah-arab-mekah-kabah-zamzam.html
    Tidak ada catatan sejarah bahwa Ibrahim nabi pernah di Ka'bah....
    Kalo benar ada catatan nabi ibrahim di Makkah,, pastilah umat yahudi dan nasrani mengakui ada catatan sejarah...
    Jadi omong kosongnya muhammad di dukung orang dungu tak berpendidikan dan main otot saja,lalu berkembang jadi main bunuh..

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 357511 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 357511 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 357511 Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) 357511
    Ontamekah
    Ontamekah
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Male
    Number of posts : 342
    Age : 69
    Job/hobbies : Cabuli bocah 6 thn
    Humor : gendeng.com
    Reputation : 5
    Points : 2694
    Registration date : 2013-06-08

    View user profile

    Back to top Go down

    Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam) Empty Re: Muslim tidak Menyembah Hajar Aswad (batu hitam)

    Post by Sponsored content


    Sponsored content


    Back to top Go down

    Back to top

    - Similar topics

     
    Permissions in this forum:
    You cannot reply to topics in this forum