MURTADIN_KAFIRUN
Similar topics
    Latest topics
    » Malala Yousafzai - Penistaan Terhadap Islam Akan Menciptakan Terorisme
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptySun 17 Feb 2019, 7:20 am by buncis hitam

    » Prediksi Bola Terbaik 1 Febuari 2019
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptyThu 31 Jan 2019, 3:35 pm by bagas87

    » Prediksi Skor Jitu 1 Febuari 2019
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptyThu 31 Jan 2019, 3:24 pm by bagas87

    » Prediksi & Bursa Bola 1 Febuari 2019
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptyThu 31 Jan 2019, 3:19 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Lengkap 1 Febuari 2019
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptyThu 31 Jan 2019, 3:15 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Terbaik 29-30 Januari 2019
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptyTue 29 Jan 2019, 2:58 pm by bagas87

    » Prediksi Skor Jitu 29-30 Januari 2019
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptyTue 29 Jan 2019, 2:48 pm by bagas87

    » Prediksi & Bursa Bola 29-30 Januari 2019
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptyTue 29 Jan 2019, 2:41 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Lengkap 29-30 Januari 2019
    lahirnya kitab suci Yahudi EmptyTue 29 Jan 2019, 2:31 pm by bagas87

    Gallery


    lahirnya kitab suci Yahudi Empty
    MILIS MURTADIN_KAFIRUN
    MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

    Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

    Menyongsong Punahnya Islam

    Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
     

    Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

    Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

    Powered by us.groups.yahoo.com

    Who is online?
    In total there are 9 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 9 Guests :: 1 Bot

    None

    [ View the whole list ]


    Most users ever online was 354 on Wed 26 May 2010, 4:49 pm
    RSS feeds


    Yahoo! 
    MSN 
    AOL 
    Netvibes 
    Bloglines 


    Social bookmarking

    Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

    Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

    Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


    lahirnya kitab suci Yahudi

    Go down

    lahirnya kitab suci Yahudi Empty lahirnya kitab suci Yahudi

    Post by shellameliala on Thu 02 Aug 2012, 2:37 am

    Kitab Suci Yahudi yang kini dipergunakan adalah berdasarkan
    atas teks MASSORAH. Renaissance dari Yudaisme baru timbul
    ketika orang-orang Yahudi bebas menjalankan agamanya di
    bawah kekuasaan Muslimin. Karenanya ulamanya tidak lagi
    berbahasa Aramiya atau dialek Kildani, apalagi menulisnya,
    mereka tidak dapat membaca aneka Kitab Sucinya. Oleh sebab
    itu mereka hanya mengikuti tradisi lisan secara
    turun-temurun.

    Terpengaruh oleh peradaban, kebudayaan dan philology Arab,
    para ulama Yahudi berkumpul untuk berusaha memelihara Kitab
    Sucinya, yang diawali di Tiberias antara abad ke VI dan abad
    ke IX, dengan mencoba-coba menghidupkan huruf-huruf mati dan
    memberi titik-titik pada huruf yang bentuknya sama tetapi
    ucapannya lain. Usaha ini diakhiri pada abad ke XI.
    Terjemahan yang terbaru, yang dibantu oleh aneka saduran
    yang terlebih dahulu dan musyawarah dengan ahli-ahli Yahudi,
    ini digunakan baik oleh ORTODOX maupun REFORM JEWS yang
    tersebar di seluruh dunia.

    Setelah dibentuknya Persemakmuran Yang Kedua di bawah
    pimpinan Ezra dan Nehemiah (lihat Kitab Nehemiah 8:8 dan
    13:24), nyatalah betapa wajibnya TORAH itu ditafsir agar
    semua orang dapat mengerti Kalam Tuhan. Para guru melihat
    tafsiran ini sebagai sumber dari Tafsiran Aramiya Kuna yang
    dikenal dengan nama TARGUM, yang semula disampaikan secara
    lisan dan kemudian secara tertulis. Hal ini membuktikan
    bahwa Bani Israel telah lupa akan bahasa Aramiya atau dialek
    Kanaanit Kuna, yakni idiom yang digunakan di bagian besar
    dari Asia Barat. Semua ini agak gelap seperti seluruh
    sejarah Yahudi selama kekuasaan Persia (Iran).

    Septuaginta, yakni terjemahan Greka (Yunani) adalah hasil
    dari kontak Israil dengan peradaban Hellenistic yang
    menguasai dunia pada masa itu; sedangkan terjemahan bahasa
    Arab dilakukan oleh Gaon Saadya ketika banyak orang-orang
    Yahudi berada di bawah kekuasaan Muslimin, dan terjemahan
    Jerman dibuat oleh Mendelssohn dan madzhabnya pada permulaan
    dari suatu zaman baru yang membawa orang-orang Yahudi ke
    Eropa, di mana mereka itu berbicara suatu dialek Jerman,
    yakni Yuddish.

    Antara aneka terjemahan terdapat banyak keragu-raguan dan
    perbedaan pendapat. Misalnya Philo dan orang-orang
    Iskandariya, yang seagama dengannya melihat terjemahan
    Septuaginta sebagai suatu karya dari lebih kurang 70 orang
    yang diilhami, sedangkan para Rabbani Palestina berpendapat
    bahwa Torah tidak dapat diterjemahkan. Ada cukup bukti bahwa
    akibat dari aneka terjemahan itu kurang disukai, tetapi awam
    terima saja dengan baik dari pada tidak faham sama sekali.

    Perubahan terjadi selama dua generasi terakhir setelah
    kontak dengan peradaban yang berbahasa Inggris. Para
    penterjemah ke dalam bahasa Inggris, baik di U.S.A., maupun
    di Inggris sendiri, ada banyak sekali. Dan tahun 1892-1901,
    Jewish Publication Society of America membuat terjemahan
    baru. Pada tahun 1908 badan tersebut bersama Central
    Conference of American Rabbis mengeluarkan terjemahan lebih
    baru di mana diperhatikan aneka saduran; baik yang baru
    maupun yang kuna; teristimewa Septuaginta, saduran-saduran
    dari Aquila, Symmachus dan Theodotion, Targum-Targum,
    Pesyitta, Vulgata dan saduran Arab dan Saadya, juga
    sindiran-sindiran dari tafsiran-tafsiran Yahudi dan para
    ahli pada abad pertengahan. Pokoknya, Yahudi tidak mau
    menerima interpretasi Kristen dan aneka terjemahan bukan
    Yahudi (GOYIM) berada dalam Kitab Suci Yahudi, walaupun
    mereka berhutang budi atas karya-karya terdahulu yang
    dilaksanakan oleh Goyim, seperti oleh WYCLIFFE, TYNDALE,
    COVERDALE dan sebagainya, sedangkan Vulgata, saduran Inggris
    dan Douai, tetap digunakan orang-orang Katholik Romawi.

    Adapun teks dan susunan Kitab-kitab Suci terjemahan, yang
    sekarang menuruti tradisi Yahudi, terbagi atas tiga juz,
    yakni:

    1. HUKUM (Law, Torah, Pentateuchos),
    2. NABI-NABI (Prophets, Nebi'im), dan
    3. TULISAN-TULISAN (Writings, Ketubim ).

    Dalam Nebi'im dan Ketubim, susunan Kitab-kitabnya
    berbeda-beda dalam tulisan atau antara para ahli Yahudi;
    namun demikian tidak ada kitab yang dipindahkan dari
    juz-juznya. Misalnya Kitab-kitab Rut, Nudub Yermia dan
    Daniel terdapat di juz Ketubim, dan tidak di juz Nebi'im
    seperti halnya dalam saduran-saduran Goyim.

    Yang pertama mengatur segala-galanya, jumlah hurufnya dan
    seterusnya serta pengumpul semua catatan-catatan yang
    dikenal sebagai MASORAH, adalah Yakob ben Haim Ibn Adoniyah,
    penerbit dari Kitab Suci Rabbani yang kedua. Kini ada banyak
    ulama yang bekerja dalam bidang ini seperti misalnya Wolf
    Heidenheim, S. Frensdorff, S. Baer dan C.D. Ginsburg; teks
    yang terakhir ini banyak digunakan di Synagoge.

    Karena penterjemahnya bukan penyalin suatu teks, maka para
    Rabbani menemukan 18 tempat di mana penulis dengan sengaja
    merubah teks dengan dalih agar dapat difahami orang.

    Orang-orang Yahudi Samaritan hanya menggunakan Torah dan
    menolak Nebi'im dan Ketubim. Mereka lebih tekun akan ajaran
    Nabi Musa a.s. dalam kepercayaannya dari pada orang-orang
    Yahudi yang meninggalkan ajaran-ajaran kuna dari Israel.

    Orang-orang Katolik, baik Gereka maupun Romawi, dan para
    apostel Hellennist berpegang pada Septuaginta; sedangkan
    orang Reformist, yakni Protestan, pada terjemahan yang
    dipergunakan di Synagoge Askenazim.

    _________________


    lahirnya kitab suci Yahudi 706181 kunjungi forum debat terbesar hanya di http://murtadinkafirun.forumotion.com lahirnya kitab suci Yahudi 706181
    shellameliala
    shellameliala
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Female
    Number of posts : 213
    Location : medan
    Humor : gw pasti bisa jadi muallaf
    Reputation : 0
    Points : 2974
    Registration date : 2012-07-25

    View user profile

    Back to top Go down

    lahirnya kitab suci Yahudi Empty Re: lahirnya kitab suci Yahudi

    Post by s4n7i on Thu 02 Aug 2012, 4:14 am

    @shellameliala wrote:Kitab Suci Yahudi yang kini dipergunakan adalah berdasarkan
    atas teks MASSORAH. Renaissance dari Yudaisme baru timbul
    ketika orang-orang Yahudi bebas menjalankan agamanya di
    bawah kekuasaan Muslimin. Karenanya ulamanya tidak lagi
    berbahasa Aramiya atau dialek Kildani, apalagi menulisnya,
    mereka tidak dapat membaca aneka Kitab Sucinya. Oleh sebab
    itu mereka hanya mengikuti tradisi lisan secara
    turun-temurun.

    Terpengaruh oleh peradaban, kebudayaan dan philology Arab,
    para ulama Yahudi berkumpul untuk berusaha memelihara Kitab
    Sucinya, yang diawali di Tiberias antara abad ke VI dan abad
    ke IX, dengan mencoba-coba menghidupkan huruf-huruf mati dan
    memberi titik-titik pada huruf yang bentuknya sama tetapi
    ucapannya lain. Usaha ini diakhiri pada abad ke XI.
    Terjemahan yang terbaru, yang dibantu oleh aneka saduran
    yang terlebih dahulu dan musyawarah dengan ahli-ahli Yahudi,
    ini digunakan baik oleh ORTODOX maupun REFORM JEWS yang
    tersebar di seluruh dunia.

    Setelah dibentuknya Persemakmuran Yang Kedua di bawah
    pimpinan Ezra dan Nehemiah (lihat Kitab Nehemiah 8:8 dan
    13:24), nyatalah betapa wajibnya TORAH itu ditafsir agar
    semua orang dapat mengerti Kalam Tuhan. Para guru melihat
    tafsiran ini sebagai sumber dari Tafsiran Aramiya Kuna yang
    dikenal dengan nama TARGUM, yang semula disampaikan secara
    lisan dan kemudian secara tertulis. Hal ini membuktikan
    bahwa Bani Israel telah lupa akan bahasa Aramiya atau dialek
    Kanaanit Kuna, yakni idiom yang digunakan di bagian besar
    dari Asia Barat. Semua ini agak gelap seperti seluruh
    sejarah Yahudi selama kekuasaan Persia (Iran).

    Septuaginta, yakni terjemahan Greka (Yunani) adalah hasil
    dari kontak Israil dengan peradaban Hellenistic yang
    menguasai dunia pada masa itu; sedangkan terjemahan bahasa
    Arab dilakukan oleh Gaon Saadya ketika banyak orang-orang
    Yahudi berada di bawah kekuasaan Muslimin, dan terjemahan
    Jerman dibuat oleh Mendelssohn dan madzhabnya pada permulaan
    dari suatu zaman baru yang membawa orang-orang Yahudi ke
    Eropa, di mana mereka itu berbicara suatu dialek Jerman,
    yakni Yuddish.

    Antara aneka terjemahan terdapat banyak keragu-raguan dan
    perbedaan pendapat. Misalnya Philo dan orang-orang
    Iskandariya, yang seagama dengannya melihat terjemahan
    Septuaginta sebagai suatu karya dari lebih kurang 70 orang
    yang diilhami, sedangkan para Rabbani Palestina berpendapat
    bahwa Torah tidak dapat diterjemahkan. Ada cukup bukti bahwa
    akibat dari aneka terjemahan itu kurang disukai, tetapi awam
    terima saja dengan baik dari pada tidak faham sama sekali.

    Perubahan terjadi selama dua generasi terakhir setelah
    kontak dengan peradaban yang berbahasa Inggris. Para
    penterjemah ke dalam bahasa Inggris, baik di U.S.A., maupun
    di Inggris sendiri, ada banyak sekali. Dan tahun 1892-1901,
    Jewish Publication Society of America membuat terjemahan
    baru. Pada tahun 1908 badan tersebut bersama Central
    Conference of American Rabbis mengeluarkan terjemahan lebih
    baru di mana diperhatikan aneka saduran; baik yang baru
    maupun yang kuna; teristimewa Septuaginta, saduran-saduran
    dari Aquila, Symmachus dan Theodotion, Targum-Targum,
    Pesyitta, Vulgata dan saduran Arab dan Saadya, juga
    sindiran-sindiran dari tafsiran-tafsiran Yahudi dan para
    ahli pada abad pertengahan. Pokoknya, Yahudi tidak mau
    menerima interpretasi Kristen dan aneka terjemahan bukan
    Yahudi (GOYIM) berada dalam Kitab Suci Yahudi, walaupun
    mereka berhutang budi atas karya-karya terdahulu yang
    dilaksanakan oleh Goyim, seperti oleh WYCLIFFE, TYNDALE,
    COVERDALE dan sebagainya, sedangkan Vulgata, saduran Inggris
    dan Douai, tetap digunakan orang-orang Katholik Romawi.

    Adapun teks dan susunan Kitab-kitab Suci terjemahan, yang
    sekarang menuruti tradisi Yahudi, terbagi atas tiga juz,
    yakni:

    1. HUKUM (Law, Torah, Pentateuchos),
    2. NABI-NABI (Prophets, Nebi'im), dan
    3. TULISAN-TULISAN (Writings, Ketubim ).

    Dalam Nebi'im dan Ketubim, susunan Kitab-kitabnya
    berbeda-beda dalam tulisan atau antara para ahli Yahudi;
    namun demikian tidak ada kitab yang dipindahkan dari
    juz-juznya. Misalnya Kitab-kitab Rut, Nudub Yermia dan
    Daniel terdapat di juz Ketubim, dan tidak di juz Nebi'im
    seperti halnya dalam saduran-saduran Goyim.

    Yang pertama mengatur segala-galanya, jumlah hurufnya dan
    seterusnya serta pengumpul semua catatan-catatan yang
    dikenal sebagai MASORAH, adalah Yakob ben Haim Ibn Adoniyah,
    penerbit dari Kitab Suci Rabbani yang kedua. Kini ada banyak
    ulama yang bekerja dalam bidang ini seperti misalnya Wolf
    Heidenheim, S. Frensdorff, S. Baer dan C.D. Ginsburg; teks
    yang terakhir ini banyak digunakan di Synagoge.

    Karena penterjemahnya bukan penyalin suatu teks, maka para
    Rabbani menemukan 18 tempat di mana penulis dengan sengaja
    merubah teks dengan dalih agar dapat difahami orang.

    Orang-orang Yahudi Samaritan hanya menggunakan Torah dan
    menolak Nebi'im dan Ketubim. Mereka lebih tekun akan ajaran
    Nabi Musa a.s. dalam kepercayaannya dari pada orang-orang
    Yahudi yang meninggalkan ajaran-ajaran kuna dari Israel.

    Orang-orang Katolik, baik Gereka maupun Romawi, dan para
    apostel Hellennist berpegang pada Septuaginta; sedangkan
    orang Reformist, yakni Protestan, pada terjemahan yang
    dipergunakan di Synagoge Askenazim.

    dan sepengetahuan saya sampai dengan saat ini penganut aliran kepercayaan Yahudi , masih terus menunggu kedatangan seorang Mesias .(yg belum kunjung datang)??

    padahal bagi pengikut Kristus. yg mereka dan orang-orang sebut sekarang yaitu kristen / katolik ,sudah mengakui dan memastikan bahwa Mesias sudah datang yt: Yesus Kristus.(dan mereka mempercayai bahwa jika Yesus datang keduakaliNya berarti adl kiamat )!
    s4n7i
    s4n7i
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 1658
    Reputation : 8
    Points : 4527
    Registration date : 2011-12-29

    View user profile

    Back to top Go down

    lahirnya kitab suci Yahudi Empty Re: lahirnya kitab suci Yahudi

    Post by shellameliala on Thu 02 Aug 2012, 5:22 am

    @s4n7i wrote:
    @shellameliala wrote:Kitab Suci Yahudi yang kini dipergunakan adalah berdasarkan
    atas teks MASSORAH. Renaissance dari Yudaisme baru timbul
    ketika orang-orang Yahudi bebas menjalankan agamanya di
    bawah kekuasaan Muslimin. Karenanya ulamanya tidak lagi
    berbahasa Aramiya atau dialek Kildani, apalagi menulisnya,
    mereka tidak dapat membaca aneka Kitab Sucinya. Oleh sebab
    itu mereka hanya mengikuti tradisi lisan secara
    turun-temurun.

    Terpengaruh oleh peradaban, kebudayaan dan philology Arab,
    para ulama Yahudi berkumpul untuk berusaha memelihara Kitab
    Sucinya, yang diawali di Tiberias antara abad ke VI dan abad
    ke IX, dengan mencoba-coba menghidupkan huruf-huruf mati dan
    memberi titik-titik pada huruf yang bentuknya sama tetapi
    ucapannya lain. Usaha ini diakhiri pada abad ke XI.
    Terjemahan yang terbaru, yang dibantu oleh aneka saduran
    yang terlebih dahulu dan musyawarah dengan ahli-ahli Yahudi,
    ini digunakan baik oleh ORTODOX maupun REFORM JEWS yang
    tersebar di seluruh dunia.

    Setelah dibentuknya Persemakmuran Yang Kedua di bawah
    pimpinan Ezra dan Nehemiah (lihat Kitab Nehemiah 8:8 dan
    13:24), nyatalah betapa wajibnya TORAH itu ditafsir agar
    semua orang dapat mengerti Kalam Tuhan. Para guru melihat
    tafsiran ini sebagai sumber dari Tafsiran Aramiya Kuna yang
    dikenal dengan nama TARGUM, yang semula disampaikan secara
    lisan dan kemudian secara tertulis. Hal ini membuktikan
    bahwa Bani Israel telah lupa akan bahasa Aramiya atau dialek
    Kanaanit Kuna, yakni idiom yang digunakan di bagian besar
    dari Asia Barat. Semua ini agak gelap seperti seluruh
    sejarah Yahudi selama kekuasaan Persia (Iran).

    Septuaginta, yakni terjemahan Greka (Yunani) adalah hasil
    dari kontak Israil dengan peradaban Hellenistic yang
    menguasai dunia pada masa itu; sedangkan terjemahan bahasa
    Arab dilakukan oleh Gaon Saadya ketika banyak orang-orang
    Yahudi berada di bawah kekuasaan Muslimin, dan terjemahan
    Jerman dibuat oleh Mendelssohn dan madzhabnya pada permulaan
    dari suatu zaman baru yang membawa orang-orang Yahudi ke
    Eropa, di mana mereka itu berbicara suatu dialek Jerman,
    yakni Yuddish.

    Antara aneka terjemahan terdapat banyak keragu-raguan dan
    perbedaan pendapat. Misalnya Philo dan orang-orang
    Iskandariya, yang seagama dengannya melihat terjemahan
    Septuaginta sebagai suatu karya dari lebih kurang 70 orang
    yang diilhami, sedangkan para Rabbani Palestina berpendapat
    bahwa Torah tidak dapat diterjemahkan. Ada cukup bukti bahwa
    akibat dari aneka terjemahan itu kurang disukai, tetapi awam
    terima saja dengan baik dari pada tidak faham sama sekali.

    Perubahan terjadi selama dua generasi terakhir setelah
    kontak dengan peradaban yang berbahasa Inggris. Para
    penterjemah ke dalam bahasa Inggris, baik di U.S.A., maupun
    di Inggris sendiri, ada banyak sekali. Dan tahun 1892-1901,
    Jewish Publication Society of America membuat terjemahan
    baru. Pada tahun 1908 badan tersebut bersama Central
    Conference of American Rabbis mengeluarkan terjemahan lebih
    baru di mana diperhatikan aneka saduran; baik yang baru
    maupun yang kuna; teristimewa Septuaginta, saduran-saduran
    dari Aquila, Symmachus dan Theodotion, Targum-Targum,
    Pesyitta, Vulgata dan saduran Arab dan Saadya, juga
    sindiran-sindiran dari tafsiran-tafsiran Yahudi dan para
    ahli pada abad pertengahan. Pokoknya, Yahudi tidak mau
    menerima interpretasi Kristen dan aneka terjemahan bukan
    Yahudi (GOYIM) berada dalam Kitab Suci Yahudi, walaupun
    mereka berhutang budi atas karya-karya terdahulu yang
    dilaksanakan oleh Goyim, seperti oleh WYCLIFFE, TYNDALE,
    COVERDALE dan sebagainya, sedangkan Vulgata, saduran Inggris
    dan Douai, tetap digunakan orang-orang Katholik Romawi.

    Adapun teks dan susunan Kitab-kitab Suci terjemahan, yang
    sekarang menuruti tradisi Yahudi, terbagi atas tiga juz,
    yakni:

    1. HUKUM (Law, Torah, Pentateuchos),
    2. NABI-NABI (Prophets, Nebi'im), dan
    3. TULISAN-TULISAN (Writings, Ketubim ).

    Dalam Nebi'im dan Ketubim, susunan Kitab-kitabnya
    berbeda-beda dalam tulisan atau antara para ahli Yahudi;
    namun demikian tidak ada kitab yang dipindahkan dari
    juz-juznya. Misalnya Kitab-kitab Rut, Nudub Yermia dan
    Daniel terdapat di juz Ketubim, dan tidak di juz Nebi'im
    seperti halnya dalam saduran-saduran Goyim.

    Yang pertama mengatur segala-galanya, jumlah hurufnya dan
    seterusnya serta pengumpul semua catatan-catatan yang
    dikenal sebagai MASORAH, adalah Yakob ben Haim Ibn Adoniyah,
    penerbit dari Kitab Suci Rabbani yang kedua. Kini ada banyak
    ulama yang bekerja dalam bidang ini seperti misalnya Wolf
    Heidenheim, S. Frensdorff, S. Baer dan C.D. Ginsburg; teks
    yang terakhir ini banyak digunakan di Synagoge.

    Karena penterjemahnya bukan penyalin suatu teks, maka para
    Rabbani menemukan 18 tempat di mana penulis dengan sengaja
    merubah teks dengan dalih agar dapat difahami orang.

    Orang-orang Yahudi Samaritan hanya menggunakan Torah dan
    menolak Nebi'im dan Ketubim. Mereka lebih tekun akan ajaran
    Nabi Musa a.s. dalam kepercayaannya dari pada orang-orang
    Yahudi yang meninggalkan ajaran-ajaran kuna dari Israel.

    Orang-orang Katolik, baik Gereka maupun Romawi, dan para
    apostel Hellennist berpegang pada Septuaginta; sedangkan
    orang Reformist, yakni Protestan, pada terjemahan yang
    dipergunakan di Synagoge Askenazim.

    dan sepengetahuan saya sampai dengan saat ini penganut aliran kepercayaan Yahudi , masih terus menunggu kedatangan seorang Mesias .(yg belum kunjung datang)??

    padahal bagi pengikut Kristus. yg mereka dan orang-orang sebut sekarang yaitu kristen / katolik ,sudah mengakui dan memastikan bahwa Mesias sudah datang yt: Yesus Kristus.(dan mereka mempercayai bahwa jika Yesus datang keduakaliNya berarti adl kiamat )!

    shaloom.............

    benar memang bahwa yesus adalah juruselamat, tapi dia adalah juru selamat bangsa yahudi......mesias yang akan datang bukanlah yesus tetapi mesias yg ditunggu oleh bangsa yahudi.

    _________________


    lahirnya kitab suci Yahudi 706181 kunjungi forum debat terbesar hanya di http://murtadinkafirun.forumotion.com lahirnya kitab suci Yahudi 706181
    shellameliala
    shellameliala
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Female
    Number of posts : 213
    Location : medan
    Humor : gw pasti bisa jadi muallaf
    Reputation : 0
    Points : 2974
    Registration date : 2012-07-25

    View user profile

    Back to top Go down

    lahirnya kitab suci Yahudi Empty Re: lahirnya kitab suci Yahudi

    Post by s4n7i on Thu 02 Aug 2012, 5:33 am

    @shellameliala wrote:
    @s4n7i wrote:
    @shellameliala wrote:Kitab Suci Yahudi yang kini dipergunakan adalah berdasarkan
    atas teks MASSORAH. Renaissance dari Yudaisme baru timbul
    ketika orang-orang Yahudi bebas menjalankan agamanya di
    bawah kekuasaan Muslimin. Karenanya ulamanya tidak lagi
    berbahasa Aramiya atau dialek Kildani, apalagi menulisnya,
    mereka tidak dapat membaca aneka Kitab Sucinya. Oleh sebab
    itu mereka hanya mengikuti tradisi lisan secara
    turun-temurun.

    Terpengaruh oleh peradaban, kebudayaan dan philology Arab,
    para ulama Yahudi berkumpul untuk berusaha memelihara Kitab
    Sucinya, yang diawali di Tiberias antara abad ke VI dan abad
    ke IX, dengan mencoba-coba menghidupkan huruf-huruf mati dan
    memberi titik-titik pada huruf yang bentuknya sama tetapi
    ucapannya lain. Usaha ini diakhiri pada abad ke XI.
    Terjemahan yang terbaru, yang dibantu oleh aneka saduran
    yang terlebih dahulu dan musyawarah dengan ahli-ahli Yahudi,
    ini digunakan baik oleh ORTODOX maupun REFORM JEWS yang
    tersebar di seluruh dunia.

    Setelah dibentuknya Persemakmuran Yang Kedua di bawah
    pimpinan Ezra dan Nehemiah (lihat Kitab Nehemiah 8:8 dan
    13:24), nyatalah betapa wajibnya TORAH itu ditafsir agar
    semua orang dapat mengerti Kalam Tuhan. Para guru melihat
    tafsiran ini sebagai sumber dari Tafsiran Aramiya Kuna yang
    dikenal dengan nama TARGUM, yang semula disampaikan secara
    lisan dan kemudian secara tertulis. Hal ini membuktikan
    bahwa Bani Israel telah lupa akan bahasa Aramiya atau dialek
    Kanaanit Kuna, yakni idiom yang digunakan di bagian besar
    dari Asia Barat. Semua ini agak gelap seperti seluruh
    sejarah Yahudi selama kekuasaan Persia (Iran).

    Septuaginta, yakni terjemahan Greka (Yunani) adalah hasil
    dari kontak Israil dengan peradaban Hellenistic yang
    menguasai dunia pada masa itu; sedangkan terjemahan bahasa
    Arab dilakukan oleh Gaon Saadya ketika banyak orang-orang
    Yahudi berada di bawah kekuasaan Muslimin, dan terjemahan
    Jerman dibuat oleh Mendelssohn dan madzhabnya pada permulaan
    dari suatu zaman baru yang membawa orang-orang Yahudi ke
    Eropa, di mana mereka itu berbicara suatu dialek Jerman,
    yakni Yuddish.

    Antara aneka terjemahan terdapat banyak keragu-raguan dan
    perbedaan pendapat. Misalnya Philo dan orang-orang
    Iskandariya, yang seagama dengannya melihat terjemahan
    Septuaginta sebagai suatu karya dari lebih kurang 70 orang
    yang diilhami, sedangkan para Rabbani Palestina berpendapat
    bahwa Torah tidak dapat diterjemahkan. Ada cukup bukti bahwa
    akibat dari aneka terjemahan itu kurang disukai, tetapi awam
    terima saja dengan baik dari pada tidak faham sama sekali.

    Perubahan terjadi selama dua generasi terakhir setelah
    kontak dengan peradaban yang berbahasa Inggris. Para
    penterjemah ke dalam bahasa Inggris, baik di U.S.A., maupun
    di Inggris sendiri, ada banyak sekali. Dan tahun 1892-1901,
    Jewish Publication Society of America membuat terjemahan
    baru. Pada tahun 1908 badan tersebut bersama Central
    Conference of American Rabbis mengeluarkan terjemahan lebih
    baru di mana diperhatikan aneka saduran; baik yang baru
    maupun yang kuna; teristimewa Septuaginta, saduran-saduran
    dari Aquila, Symmachus dan Theodotion, Targum-Targum,
    Pesyitta, Vulgata dan saduran Arab dan Saadya, juga
    sindiran-sindiran dari tafsiran-tafsiran Yahudi dan para
    ahli pada abad pertengahan. Pokoknya, Yahudi tidak mau
    menerima interpretasi Kristen dan aneka terjemahan bukan
    Yahudi (GOYIM) berada dalam Kitab Suci Yahudi, walaupun
    mereka berhutang budi atas karya-karya terdahulu yang
    dilaksanakan oleh Goyim, seperti oleh WYCLIFFE, TYNDALE,
    COVERDALE dan sebagainya, sedangkan Vulgata, saduran Inggris
    dan Douai, tetap digunakan orang-orang Katholik Romawi.

    Adapun teks dan susunan Kitab-kitab Suci terjemahan, yang
    sekarang menuruti tradisi Yahudi, terbagi atas tiga juz,
    yakni:

    1. HUKUM (Law, Torah, Pentateuchos),
    2. NABI-NABI (Prophets, Nebi'im), dan
    3. TULISAN-TULISAN (Writings, Ketubim ).

    Dalam Nebi'im dan Ketubim, susunan Kitab-kitabnya
    berbeda-beda dalam tulisan atau antara para ahli Yahudi;
    namun demikian tidak ada kitab yang dipindahkan dari
    juz-juznya. Misalnya Kitab-kitab Rut, Nudub Yermia dan
    Daniel terdapat di juz Ketubim, dan tidak di juz Nebi'im
    seperti halnya dalam saduran-saduran Goyim.

    Yang pertama mengatur segala-galanya, jumlah hurufnya dan
    seterusnya serta pengumpul semua catatan-catatan yang
    dikenal sebagai MASORAH, adalah Yakob ben Haim Ibn Adoniyah,
    penerbit dari Kitab Suci Rabbani yang kedua. Kini ada banyak
    ulama yang bekerja dalam bidang ini seperti misalnya Wolf
    Heidenheim, S. Frensdorff, S. Baer dan C.D. Ginsburg; teks
    yang terakhir ini banyak digunakan di Synagoge.

    Karena penterjemahnya bukan penyalin suatu teks, maka para
    Rabbani menemukan 18 tempat di mana penulis dengan sengaja
    merubah teks dengan dalih agar dapat difahami orang.

    Orang-orang Yahudi Samaritan hanya menggunakan Torah dan
    menolak Nebi'im dan Ketubim. Mereka lebih tekun akan ajaran
    Nabi Musa a.s. dalam kepercayaannya dari pada orang-orang
    Yahudi yang meninggalkan ajaran-ajaran kuna dari Israel.

    Orang-orang Katolik, baik Gereka maupun Romawi, dan para
    apostel Hellennist berpegang pada Septuaginta; sedangkan
    orang Reformist, yakni Protestan, pada terjemahan yang
    dipergunakan di Synagoge Askenazim.

    dan sepengetahuan saya sampai dengan saat ini penganut aliran kepercayaan Yahudi , masih terus menunggu kedatangan seorang Mesias .(yg belum kunjung datang)??

    padahal bagi pengikut Kristus. yg mereka dan orang-orang sebut sekarang yaitu kristen / katolik ,sudah mengakui dan memastikan bahwa Mesias sudah datang yt: Yesus Kristus.(dan mereka mempercayai bahwa jika Yesus datang keduakaliNya berarti adl kiamat )!

    shaloom.............

    benar memang bahwa yesus adalah juruselamat, tapi dia adalah juru selamat bangsa yahudi......mesias yang akan datang bukanlah yesus tetapi mesias yg ditunggu oleh bangsa yahudi.

    manusia itu adalah unik.

    ada penjelasan di dalam bacaan kisah para rasul .

    mengenai penglihatan yg ditunjukkan pada petrus ,dapat menjawab bahwa sebenarnya Tuhan tidak membeda-bedakan orang / manusia.
    Tuhan itu Maha Baik dan Tuhan itu Maha Adil. pada awal sebelumnya petrus pun tidak mengetahui perihal tersebut dan petrus terkejut ketika mengetahuinya.

    jadi bisa diartikan Yesus adlah juruselamat bagi setiap bangsa dan segala bangsa yg mau mempercayaiNya.

    syaloommm..
    s4n7i
    s4n7i
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Number of posts : 1658
    Reputation : 8
    Points : 4527
    Registration date : 2011-12-29

    View user profile

    Back to top Go down

    lahirnya kitab suci Yahudi Empty Re: lahirnya kitab suci Yahudi

    Post by shellameliala on Thu 02 Aug 2012, 12:04 pm

    @s4n7i wrote:
    @shellameliala wrote:
    @s4n7i wrote:
    @shellameliala wrote:Kitab Suci Yahudi yang kini dipergunakan adalah berdasarkan
    atas teks MASSORAH. Renaissance dari Yudaisme baru timbul
    ketika orang-orang Yahudi bebas menjalankan agamanya di
    bawah kekuasaan Muslimin. Karenanya ulamanya tidak lagi
    berbahasa Aramiya atau dialek Kildani, apalagi menulisnya,
    mereka tidak dapat membaca aneka Kitab Sucinya. Oleh sebab
    itu mereka hanya mengikuti tradisi lisan secara
    turun-temurun.

    Terpengaruh oleh peradaban, kebudayaan dan philology Arab,
    para ulama Yahudi berkumpul untuk berusaha memelihara Kitab
    Sucinya, yang diawali di Tiberias antara abad ke VI dan abad
    ke IX, dengan mencoba-coba menghidupkan huruf-huruf mati dan
    memberi titik-titik pada huruf yang bentuknya sama tetapi
    ucapannya lain. Usaha ini diakhiri pada abad ke XI.
    Terjemahan yang terbaru, yang dibantu oleh aneka saduran
    yang terlebih dahulu dan musyawarah dengan ahli-ahli Yahudi,
    ini digunakan baik oleh ORTODOX maupun REFORM JEWS yang
    tersebar di seluruh dunia.

    Setelah dibentuknya Persemakmuran Yang Kedua di bawah
    pimpinan Ezra dan Nehemiah (lihat Kitab Nehemiah 8:8 dan
    13:24), nyatalah betapa wajibnya TORAH itu ditafsir agar
    semua orang dapat mengerti Kalam Tuhan. Para guru melihat
    tafsiran ini sebagai sumber dari Tafsiran Aramiya Kuna yang
    dikenal dengan nama TARGUM, yang semula disampaikan secara
    lisan dan kemudian secara tertulis. Hal ini membuktikan
    bahwa Bani Israel telah lupa akan bahasa Aramiya atau dialek
    Kanaanit Kuna, yakni idiom yang digunakan di bagian besar
    dari Asia Barat. Semua ini agak gelap seperti seluruh
    sejarah Yahudi selama kekuasaan Persia (Iran).

    Septuaginta, yakni terjemahan Greka (Yunani) adalah hasil
    dari kontak Israil dengan peradaban Hellenistic yang
    menguasai dunia pada masa itu; sedangkan terjemahan bahasa
    Arab dilakukan oleh Gaon Saadya ketika banyak orang-orang
    Yahudi berada di bawah kekuasaan Muslimin, dan terjemahan
    Jerman dibuat oleh Mendelssohn dan madzhabnya pada permulaan
    dari suatu zaman baru yang membawa orang-orang Yahudi ke
    Eropa, di mana mereka itu berbicara suatu dialek Jerman,
    yakni Yuddish.

    Antara aneka terjemahan terdapat banyak keragu-raguan dan
    perbedaan pendapat. Misalnya Philo dan orang-orang
    Iskandariya, yang seagama dengannya melihat terjemahan
    Septuaginta sebagai suatu karya dari lebih kurang 70 orang
    yang diilhami, sedangkan para Rabbani Palestina berpendapat
    bahwa Torah tidak dapat diterjemahkan. Ada cukup bukti bahwa
    akibat dari aneka terjemahan itu kurang disukai, tetapi awam
    terima saja dengan baik dari pada tidak faham sama sekali.

    Perubahan terjadi selama dua generasi terakhir setelah
    kontak dengan peradaban yang berbahasa Inggris. Para
    penterjemah ke dalam bahasa Inggris, baik di U.S.A., maupun
    di Inggris sendiri, ada banyak sekali. Dan tahun 1892-1901,
    Jewish Publication Society of America membuat terjemahan
    baru. Pada tahun 1908 badan tersebut bersama Central
    Conference of American Rabbis mengeluarkan terjemahan lebih
    baru di mana diperhatikan aneka saduran; baik yang baru
    maupun yang kuna; teristimewa Septuaginta, saduran-saduran
    dari Aquila, Symmachus dan Theodotion, Targum-Targum,
    Pesyitta, Vulgata dan saduran Arab dan Saadya, juga
    sindiran-sindiran dari tafsiran-tafsiran Yahudi dan para
    ahli pada abad pertengahan. Pokoknya, Yahudi tidak mau
    menerima interpretasi Kristen dan aneka terjemahan bukan
    Yahudi (GOYIM) berada dalam Kitab Suci Yahudi, walaupun
    mereka berhutang budi atas karya-karya terdahulu yang
    dilaksanakan oleh Goyim, seperti oleh WYCLIFFE, TYNDALE,
    COVERDALE dan sebagainya, sedangkan Vulgata, saduran Inggris
    dan Douai, tetap digunakan orang-orang Katholik Romawi.

    Adapun teks dan susunan Kitab-kitab Suci terjemahan, yang
    sekarang menuruti tradisi Yahudi, terbagi atas tiga juz,
    yakni:

    1. HUKUM (Law, Torah, Pentateuchos),
    2. NABI-NABI (Prophets, Nebi'im), dan
    3. TULISAN-TULISAN (Writings, Ketubim ).

    Dalam Nebi'im dan Ketubim, susunan Kitab-kitabnya
    berbeda-beda dalam tulisan atau antara para ahli Yahudi;
    namun demikian tidak ada kitab yang dipindahkan dari
    juz-juznya. Misalnya Kitab-kitab Rut, Nudub Yermia dan
    Daniel terdapat di juz Ketubim, dan tidak di juz Nebi'im
    seperti halnya dalam saduran-saduran Goyim.

    Yang pertama mengatur segala-galanya, jumlah hurufnya dan
    seterusnya serta pengumpul semua catatan-catatan yang
    dikenal sebagai MASORAH, adalah Yakob ben Haim Ibn Adoniyah,
    penerbit dari Kitab Suci Rabbani yang kedua. Kini ada banyak
    ulama yang bekerja dalam bidang ini seperti misalnya Wolf
    Heidenheim, S. Frensdorff, S. Baer dan C.D. Ginsburg; teks
    yang terakhir ini banyak digunakan di Synagoge.

    Karena penterjemahnya bukan penyalin suatu teks, maka para
    Rabbani menemukan 18 tempat di mana penulis dengan sengaja
    merubah teks dengan dalih agar dapat difahami orang.

    Orang-orang Yahudi Samaritan hanya menggunakan Torah dan
    menolak Nebi'im dan Ketubim. Mereka lebih tekun akan ajaran
    Nabi Musa a.s. dalam kepercayaannya dari pada orang-orang
    Yahudi yang meninggalkan ajaran-ajaran kuna dari Israel.

    Orang-orang Katolik, baik Gereka maupun Romawi, dan para
    apostel Hellennist berpegang pada Septuaginta; sedangkan
    orang Reformist, yakni Protestan, pada terjemahan yang
    dipergunakan di Synagoge Askenazim.

    dan sepengetahuan saya sampai dengan saat ini penganut aliran kepercayaan Yahudi , masih terus menunggu kedatangan seorang Mesias .(yg belum kunjung datang)??

    padahal bagi pengikut Kristus. yg mereka dan orang-orang sebut sekarang yaitu kristen / katolik ,sudah mengakui dan memastikan bahwa Mesias sudah datang yt: Yesus Kristus.(dan mereka mempercayai bahwa jika Yesus datang keduakaliNya berarti adl kiamat )!

    shaloom.............

    benar memang bahwa yesus adalah juruselamat, tapi dia adalah juru selamat bangsa yahudi......mesias yang akan datang bukanlah yesus tetapi mesias yg ditunggu oleh bangsa yahudi.

    manusia itu adalah unik.

    ada penjelasan di dalam bacaan kisah para rasul .

    mengenai penglihatan yg ditunjukkan pada petrus ,dapat menjawab bahwa sebenarnya Tuhan tidak membeda-bedakan orang / manusia.
    Tuhan itu Maha Baik dan Tuhan itu Maha Adil. pada awal sebelumnya petrus pun tidak mengetahui perihal tersebut dan petrus terkejut ketika mengetahuinya.

    jadi bisa diartikan Yesus adlah juruselamat bagi setiap bangsa dan segala bangsa yg mau mempercayaiNya.

    syaloommm..


    silakan dijelaskan beserta perikopnya agar yg lain bisa belajar bersama di sini lahirnya kitab suci Yahudi 706181 lahirnya kitab suci Yahudi 706181

    _________________


    lahirnya kitab suci Yahudi 706181 kunjungi forum debat terbesar hanya di http://murtadinkafirun.forumotion.com lahirnya kitab suci Yahudi 706181
    shellameliala
    shellameliala
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Female
    Number of posts : 213
    Location : medan
    Humor : gw pasti bisa jadi muallaf
    Reputation : 0
    Points : 2974
    Registration date : 2012-07-25

    View user profile

    Back to top Go down

    lahirnya kitab suci Yahudi Empty Re: lahirnya kitab suci Yahudi

    Post by Sponsored content


    Sponsored content


    Back to top Go down

    Back to top

    - Similar topics

     
    Permissions in this forum:
    You cannot reply to topics in this forum