MURTADIN_KAFIRUN
Latest topics
Gallery


berhadapan dengan Yahudi gendheng dan adiknya yg juga gendheng (Baca: kristen) Empty
MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 8 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 8 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed 26 May 2010, 4:49 pm
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


berhadapan dengan Yahudi gendheng dan adiknya yg juga gendheng (Baca: kristen)

Go down

berhadapan dengan Yahudi gendheng dan adiknya yg juga gendheng (Baca: kristen) Empty berhadapan dengan Yahudi gendheng dan adiknya yg juga gendheng (Baca: kristen)

Post by shellameliala on Wed 12 Sep 2012, 5:27 am

BAGAIMANA berbicara dengan seorang fanatik? Bagaimana berdialog dengan
Baruch Goldstein, yang menembaki orang Palestina di Masjid Ibrahim?

"Cintailah
orang asing itu: kalian juga orang asing tatkala hidup di Tanah Mesir".
Itu sebuah kalimat Taurat, sabda Tuhan untuk umat Yahudi. Howard
Jacobson, penulis Roots Schmoots - Journey Among Jews, pernah mengutip
ayat itu di depan orang-orang macam Goldstein, para pemukim Yahudi yang
umumnya datang ke Israel dan Brooklyn, New York. Mereka mendengarkan.
Tapi mereka tegar seperti tembok pencakar langit dan batu karang.

Orang
macam Goldstein, yang berbicara Ibrani dengan aksen Amerika, merasa
lebih benar, lebih saleh. Mereka ingin lebih keras. Mungkin karena
mereka berasal dari sebuah negeri yang dulu dibangun Thomas Jefferson,
tapi kini jadi sebuah negeri di mana sekte kepercayaan bisa bertaut
dengan kekerasan, di mana nama Tuhan dan senjata jadi bisnis besar, dan
orang bertindak dari rohani yang sering menganggur -- dari suatu
"spiritual idleness," kata Jacobson. Para zilot, yang berapi-api dalam
iman itu, punya tafsir sendiri. Juga terhadap perintah
cinta-terhadap-orang-asing itu. Bagi mereka, yang dimaksud oleh ayat
Taurat itu sebenarnya ialah "cintailah orang asing, selama mereka itu
Yahudi."

"Gila," sebut Jacobson (ia sendiri Yahudi) tentang para
pendatang dan Brooklyn itu, di sebuah tulisan dalam The Independent yang
membahas sindrom Baruch Goldstein di Israel dewasa ini. "Lunatics."
Bagi Jacobson, beda antara "lunatics" dan 'fanatics" memang tak begitu
penting: kedua-duanya bisa memutarbalikkan isi dan jalan pikiran. Cara
mereka menafsirkan ayat Taurat telah menunjukkan itu. Soalnya kemudian,
bagaimana itu mungkin, bagaimana kita menjelaskan fakta ini: kitab-kitab
suci menganjurkan damai, tapi begitu banyak kekerasan dilakukan atas
nama Tuhan dan iman. Jungkir-balik akalkah namanya, bila ada orang yang
tiap minggu ke gereja, dan berkali-kali mendengar kata Kasih dan
Kristus, tapi di malam hari mengenakan topeng dan jubah putih, bergambar
salib, dan muncul sebagai Ku Klux Klan, untuk meneror orang hitam?
Ataukah ini kepatuhan kepada perintah Tuhan secara murni, bila gerilya
muslim di Aljazair dan Mesir membunuhi orang yang belum tentu bersalah?

Pada
mulanya adalah tafsir. Sejarah pemikiran agama adalah sebuah sejarah
interpretasi. Tapi teori bagaimana tafsir bisa lahir ternyata tak mudah.
Pernah orang berpikir, sebuah tafsir terjadi ketika di hadapan sebuah
teks, si pembaca menginterpretasikannya menurut yang dikehendaki si
pengarang. Author, dalam bahasa Inggris, berhubungan dengan kata
authority: sang pengarang adalah pemegang wewenang.

Tapi
bagaimana kita tahu pasti apa kehendak pengarang, ketika ada bagian dari
teks itu yang bermakna ganda, remang, penuh kiasan? Bagaimana bila teks
itu puisi, sebagaimana sifat kitab-kitab suci, yang tak "lurus-lugas"
seperti prosa? Bisakah kita bertanya artinya kepada Sang Pengarang?
Tidak, tentu, karena teks telah ditulis dan disebar, dan jarak antara
seorang pembaca dan seorang pengarang telah jauh. Tuhan pun kini tak
berfirman langsung lagi kepada manusia, seperti Ia dulu kepada Musa
Alaihisalam dan Muhammad SAW. Maka, ada yang berpendapat bahwa
bagaimanapun tafsir terjadi karena si pembaca bukan nol; ia juga punya
kompetensi. Komaruddin Hidayat, dalam tulisannya tentang Islam dan
postmodernisme dalam Kalam, mengatakan bahwa semakin cerdas seorang
membaca teks, semakin cerdas pula teks itu memberi jawab. Baginya, si
pembaca bukanlah pembaca yang hanya tunduk, takluk; ia pembaca yang
berdialog dengan teks.

Pada tahun 1957, ada seorang Spanyol
menulis La hora del lector. Pada tahun 1962, Umberto Eco dan Italia
menulis Opera aperta. Mereka menegaskan bahwa kita bisa bicara tentang
momen berperannya sang pembaca, dan bahwa sebuah teks adalah karya yang
terbuka: menyilakan masuk wewenang setiap penafsir. Meskipun Eco pada
tahun 1992 meninjau kembali pandangannya -- tentu, seorang Jack the
Ripper perlu dianggap sinting seandainya ia mengaku ia menggorok karena
ia mengikuti Alkitab -- akhirnya bisa saja seorang fanatik punya tafsir
yang fanatik tentang Sabda, dan membunuh sambil mengingat ayat suci.
Maka, mungkin saja seorang fanatik punya tafsir yang fanatik pula, dan
orang macam Goldstein membunuh sambil mengingat ayat suci.

Memang
tak mudah kita tahu bahwa orang macam inilah yang benar. Ternyata
kitapun harus bertanya apa gerangan daya sebuah teks suci untuk mengubah
perilaku, jika jangan-jangan kecenderungan manusia sendiri yang
menentukan makna ltu.

2 April 1994

(Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 4, Grafiti, Jakarta, 1995, h. 74-76)

_________________


berhadapan dengan Yahudi gendheng dan adiknya yg juga gendheng (Baca: kristen) 706181 kunjungi forum debat terbesar hanya di https://murtadinkafirun.forumotion.com berhadapan dengan Yahudi gendheng dan adiknya yg juga gendheng (Baca: kristen) 706181
shellameliala
shellameliala
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Female
Number of posts : 213
Location : medan
Humor : gw pasti bisa jadi muallaf
Reputation : 0
Points : 3058
Registration date : 2012-07-25

Back to top Go down

Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum