MURTADIN_KAFIRUN
Latest topics
» Malala Yousafzai - Penistaan Terhadap Islam Akan Menciptakan Terorisme
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptySun 17 Feb 2019, 7:20 am by buncis hitam

» Prediksi Bola Terbaik 1 Febuari 2019
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptyThu 31 Jan 2019, 3:35 pm by bagas87

» Prediksi Skor Jitu 1 Febuari 2019
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptyThu 31 Jan 2019, 3:24 pm by bagas87

» Prediksi & Bursa Bola 1 Febuari 2019
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptyThu 31 Jan 2019, 3:19 pm by bagas87

» Prediksi Bola Lengkap 1 Febuari 2019
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptyThu 31 Jan 2019, 3:15 pm by bagas87

» Prediksi Bola Terbaik 29-30 Januari 2019
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptyTue 29 Jan 2019, 2:58 pm by bagas87

» Prediksi Skor Jitu 29-30 Januari 2019
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptyTue 29 Jan 2019, 2:48 pm by bagas87

» Prediksi & Bursa Bola 29-30 Januari 2019
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptyTue 29 Jan 2019, 2:41 pm by bagas87

» Prediksi Bola Lengkap 29-30 Januari 2019
Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! EmptyTue 29 Jan 2019, 2:31 pm by bagas87

Gallery


Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Empty
MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 7 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 7 Guests :: 2 Bots

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed 26 May 2010, 4:49 pm
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!

Go down

Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Empty Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!

Post by JENDRAL BESAR on Mon 02 Aug 2010, 6:41 am

Tanggapan atas Tuduhan :
ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!




Tuduhan :
Quote:
[I Korintus 7:25] "Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka AKU (Paulus) TIDAK MENDAPAT PERINTAH DARI TUHAN. TETAPI AKU MEMBERIKAN PENDAPATKU sebagai... See More
orang yang dapat dipercaya karena rahmat yang didapatnya dari Allah".

===> Paulus sudah mengakui bahwa dia sama sekali tidak mendapatkan perintah dari Tuhan untuk menuliskan mengenai para gadis. Dengan berterus terang Paulus telah mengatakan bahwa dia menuliskan pendapatnya sendiri secara pribadi. Cobalah sekali-kali anda hormati pengakuan Paulus ini. Wong terdakwanya aja udah mengakui terus terang kesalahannya,



Tanggapan:

Tepat sekali, Alkitab memang bukan 100% wahyu tetapi 100% pengilhaman dari Allah.
Memang, kalau Wahyu menurut ajaran Islam berarti firman Allah itu didikte oleh malaikat. Sedangkan pengilhaman menurut Alkitab berbeda dengan pengertian wahyu. Alkitab umat Kristen tidak dapat dipandang melalui pemahaman Muslim dimana setiap ayat dan bahkan konon nomer-nomer ayatnya pun sudah didiktekan.

Dalam pemahaman Kristian Alkitab itu ditulis oleh manusia dengan ilham dari Allah (Yunani, θεοπνευστος – theopneustos). Dan 1 Korintus 7:25 tidak dapat dicomot 1 ayat untuk menggeneralisir bahwa seluruh tulisan dalam kitab tersebut "bukan perintah Tuhan".
Alkitab adalah Firman Tuhan, namun tidak semuanya berisi Perintah-perintah. Alkitab juga mencatat kisah-kisah dan pendapat-pendapat dari tokoh-tokoh yang ditulis di dalamnya.

Sebagai contoh, Yesus Kristus disunat pada umur 8 hari (Lukas 2:21), meski tertulis demikian bukan berarti bahwa orang-orang Kristen wajib disunat pada hari ke-8. Yesus Kristus mati dikafani (Yohanes 19:40) bukan berarti orang Kristen harus dikafani pada saat meninggal.

Untuk memahami 1 Korintus 7:25, lebih baik dibaca secara lengkap mulai ayat 1 sampai dengan ayat 40 yang merupakan satu kesatuan mengenai 'Nasehat Mengenai Pernikahan'.

* 1 Korintus 7:1-40
7:1 Dan sekarang tentang hal-hal yang kamu tuliskan kepadaku. Adalah baik bagi laki-laki, kalau ia tidak kawin,
7:2 tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri.
7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
7:6 Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.
7:7 Namun demikian alangkah baiknya, kalau semua orang seperti aku; tetapi setiap orang menerima dari Allah karunianya yang khas, yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu.
7:8 Tetapi kepada orang-orang yang tidak kawin dan kepada janda-janda aku anjurkan, supaya baiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku.
7:9 Tetapi kalau mereka tidak dapat menguasai diri, baiklah mereka kawin. Sebab lebih baik kawin dari pada hangus karena hawa nafsu.
7:10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku -- tidak, bukan aku, tetapi Tuhan -- perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.
7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.
7:12 Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia.
7:13 Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.
7:14 Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya. Andaikata tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak cemar, tetapi sekarang mereka adalah anak-anak kudus.
7:15 Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.
7:16 Sebab bagaimanakah engkau mengetahui, hai isteri, apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimanakah engkau mengetahui, hai suami, apakah engkau tidak akan menyelamatkan isterimu?
7:17 Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.
7:18 Kalau seorang dipanggil dalam keadaan bersunat, janganlah ia berusaha meniadakan tanda-tanda sunat itu. Dan kalau seorang dipanggil dalam keadaan tidak bersunat, janganlah ia mau bersunat.
7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
7:20 Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah.
7:21 Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.
7:22 Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.
7:23 Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.
7:24 Saudara-saudara, hendaklah tiap-tiap orang tinggal di hadapan Allah dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil.
7:25 Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
7:26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.
7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
7:36 Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.
7:37 Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.
7:38 Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.
7:39 Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.
7:40 Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.



Ayat 1 s/d ayat 7 adalah merupakan prolog, dimana Paulus mengemukakan prinsip2 umum bahwa walaupun membujang merupakan masalah pribadi atas pilihan sendiri. Paulus tidak menampik bahwa pernikahan adalah baik bagi orang-orang yang tidak memiliki karunia hidup selibat (bertarak, ayat 1-2). Suatu pernikahan yang sungguh-sungguh dengan menyediakan kebutuhan sekdual yang memadai bagi masing-masing pasangan (ayat 3-5).

Kemudian ayat 8 s/d 38 menulis tentang 'Masalah-masalah dalam Pernikahan'. Perlu dipahami untuk membaca tulisan-tulisan Paulus, bahwa Paulus mempunyai gaya yang khas yaitu "gaya diatribe" yang seolah-olah ia berdebat/ berdiskusi dengan orang lain, si pembaca. Sehingga suatu ayat tidak dapat dicomot untuk dikontradiksikan dengan ayat-ayat lainnya. Kadang dalam suatu ayat berisi tentang pertanyaan. Misalnya ayat 16 meskipun ditulis dengan kalimat-kalimat tanya, namun apa yang tertulis disana sebenarnya mengemukakan alasan bahwa tidak boleh ada perceraian dalam suatu pernikahan. Pertanyaan2 retorik disini sebenarnya merupakan pernyataan bahwa keselamatan salah satu pihak dalam pernikahan itu mungkin dapat dicapai dengan mempertahankan ikatan pernikahan. Perhatikan bahwa ayat 16 ini juga tidak dapat dibaca sendirian 1 ayat, karena pengertiannya harus membaca ayat-ayat terkait lainnya dalam pasal 7 ini.

Demikian juga untuk ayat 25 yang dipersoalkan. Ayat 25 adalah merupakan jawaban dari surat jemaat yang ditujukan kepada Paulus. Dalam ayat 25 dan selanjutnya, Paulus menangani 3 macam kelompok
1. Kaum muda yang belum menikah (ayat 25-35)
2. Para orang-orang tua (ayat 36-38)
3. Para janda (ayat 39-40)

Ayat 25 merupakan jawaban terhadap pertanyaan yang spesifik di dalam surat 1 Korintus (seperti dalam ayat 7:1; 8:1; 12:1; 16:1). Ayat 25 s/d 40 ini diikat dengan 2 pernyataan tentang kewenangan Paulus sebagai penulisnya (ayat 25 dan 40). Pokok dari paragraf ini adalah hidup membujang merupakan sesuatu yang baik, namun tidak diharuskan. Ayat 25 dan 26 Paulus sedang mengemukakan pendapat2nya, namun itu bukan sebagai perintah dari umat untuk menaatinya.

Paulus telah berbicara tentang orang2 yang telah kawin pada ayat 10-11; mungkin saja mereka adalah orang2 yang tidak menikah atau yang sebelumnya telah menikah. Dalam ayat 25 ini sesungguhnya Paulus menggunakan kata gadis, yang berarti golongan yang belum menikah/ tidak mempunyai pengalaman aktivitas seksual. Dalam hal ini, Paulus mengaku tidak mendapat perintah dari Tuhan untuk memecahkan masalah yang dipertanyakan kepadanya. Namun demikian Paulus mengemukakan pendapat pribadinya yang baik dinasehatkan kepada jemaat di Korintus. Bahwa bagaimanapun Paulus sebagai seorang rasul, ia senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus (lihat ayat 40). Dan pelayanan Paulus sebagai seorang rasul adalah panggilan kasih karunia dan rahmat (lihat 1 Korintus 3:10; 15:10; Roma 1:5); rahmat yang sama yang telah mempercayakan kepadanya pelayanan Injil yang memampukannya untuk bisa dipercayai (2 Korintus 4:1; 1 Tesalonika 2:4; 1 Timotius 1:12). Ayat 26 memperjelas ayat 25, "Aku berpendapat" adalah penilaian yang bertanggung-jawab yang dibentuk berdasarkan pengamatan yang hati-hati terhadap situasinya secara keseluruhan.

Demikianlah kita perlu mengerti bahwa Alkitab tidak hanya berisi akan perintah-perintah, tetapi Alkitab juga mencatat suatu peristiwa, suatu masalah dan pemecahannya. Sehingga suatu ayat tidak selalu berdiri sendiri, tetapi terkait dengan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya.
JENDRAL BESAR
JENDRAL BESAR
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 258
Reputation : -2
Points : 3582
Registration date : 2010-08-02

View user profile

Back to top Go down

Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Empty Re: Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!

Post by JENDRAL BESAR on Mon 02 Aug 2010, 6:41 am

Tuduhan :
Quote:
[II Korintus 8:8] "AKU (paulus) MENGATAKAN HAL ITU BUKAN SEBAGAI PERINTAH, melainkan dengan menujukan usaha orang orang lain untuk membantu, aku (paulus) mau menguji keikhlasan kasih kamu".

===> Maksud Paulus idem surat kirimannya yang sudah saya paparkan diatas [I Kor.7:25]. Paulus nya sendiri udah ngaku kok dia itu cuma ngarang alias Cuma firman dia (Paulus) sendiri.



Tanggapan:


Seperti dijelaskan di atas, Alkitab tidak hanya bersikan tentang hukum-hukum, namun juga berisi tentang catatan peristiwa. Untuk mengerti ayat dalam 2 Korintus 8:8, lebih baik dibaca secara lengkap mulai ayat 1.

* 2 Korintus 8:1-8
8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
8:6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.
8:7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, -- dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami -- demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
8:8 Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.


2 Korintus 8:1-8 adalah mengenai 'Teladan Jemaat Makedonia'. Bantuan bagi masyarakat Kristen di Yerusalem pertama kali disebut dalam Kisah 11:27-29 dan Galatia 2:10 dan kemudian di Roma 15:25-29. Paulus menekankan tugas itu pada hati nurani jemaat-jemaat yang digembalakannya untuk mengungkapkan aksi kasih orang Kristen non Yahudi kepada saudara-saudaranya kalangan Kristen Yahudi, dan sebaliknya. Ada suatu masa dimana di Yerusalem terdapat bencana kemiskinan yang melanda jemaat-jemaat di Yerusalem. Agaknya dalam surat ini kita dapat menimbang bahwa Paulus telah mengemukakan persoalan ini kepada jemaat di Korintus, dan Paulus mengungkapkan suatu falsafah pemberian secara Kristiani.

Ayat 1-24 bertema tentang pengumpulan uang untuk sumbangan kepada sesama pengikut Kristus yang sedang membutuhkan.
Ayat 1-2 mengungkapkan ajakan untuk menopang jemaat Kristen, dengan menceritakan teladan apa yang dilakukan oleh jemaat di Makedonia. Kemurahan hati jeamaat di Makedonia adalah suatu pembuktian kasih-karunia Allah. Meskipun mereka tidak dalam kelimpahan sebagaimana jemaat di Korintus, namun mereka masih dapat melakukan aksi untuk berbagi.

Ayat 3-4 menyatakan bahwa orang di Makedonia itu memberi dengan kerelaan sendiri, bahkan mereka mendesak Paulus supaya beroleh kasih karunia untuk memikirkan bantuan itu.

Ayat 5-7, Paulus sendiri tercengang atas semangat mereka ini dan menceritakannya secara rinci kepada jemaat di Korintus.

Ayat 8, terhadap apa yang sudah dikemukakan Paulus pada ayat 1-7, pada ayat 8 ini Paulus hendak meyakinkan jemaat di Korintus tentang himbauannya, namun himbauannya ini tidak boleh dipandang sebagai perintah. Sebagai seorang Rasul, ia mengerti betul bahwa hanya ada satu perintah yang harus ditaati secara mutlak – yakni perintah dari Allah!. Di ayat ini justru memperlihatkan bahwa Rasul Paulus selalu berhati-hati untuk membedakan hal itu dari nasehat pribadinya sendiri, meskipun penilaiaannya berasal dari seorang Rasul Kristus yang layak dipercayai dan dipenuhi dengan Roh Kudus (lihat 1 Korintus 7:8, 10, 12, 25, 40).
JENDRAL BESAR
JENDRAL BESAR
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 258
Reputation : -2
Points : 3582
Registration date : 2010-08-02

View user profile

Back to top Go down

Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Empty Re: Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!

Post by JENDRAL BESAR on Mon 02 Aug 2010, 6:41 am

Tuduhan :
Quote:
[II Korintus 11:17] "AKU MENGATAKANNYA BUKAN SEBAGAI ORANG YANG BERKATA MENURUT FIRMAN TUHAN".

KJV:
[II Corinthians 11:17] That which I speak, I speak it not after the Lord, but as it were FOOLISHLY, in this confidence of boasting.

ASV:
[II Corinthians 11:17] That which I speak, I speak not after the Lord, but as in FOOLISHNESS, in this confidence of glorying.

===> Paulus mengatakan hal ini bukan berdasarkan/menurut Firman Tuhan. Tetapi berdasarkan keyakinannya sendiri secara pribadi.



Tanggapan:


2 Korintus 11:17 ada dalam bagian argumentasi Paulus yang "bergaya diatribe" yang ada dalam bagian tidak terpisahkan dari suatu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam 2 Korintus 10:1 sampai dengan 13:10. Pencomotan 2 Korintus 11:17 dipaksa untuk berdiri sendiri untuk suatu tuduhan, tidak dapat diterima.

Pembahasan dalam 2 Korintus 10:1 sampai dengan 13:10 adalah termasuk dalam bahasan yang cukup sulit, sehingga kita perlu berhati-hati terhadap istilah "kebodohan" dalam ayat-ayat di dalamnya yang dipakainya sebagai pembelaan atas kerasulannya, untuk memahaminya sebaiknya baca dulu Artikel "Pembelaan Paulus Terhadap Cemooh Pada Kerasulannya, 2 Korintus 10:1 – 13:10", di pembelaan-paulus-terhadap-cemooh-pada-kerasulannya-vt3169.html#p17763

Sekarang kita bahas ayat yang dipersoalkan :

* 2 Korintus 11:17
LAI TB, Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.
KJV, That which I speak, I speak it not after the Lord, but as it were foolishly, in this confidence of boasting.
TR, ο λαλω ου λαλω κατα κυριον αλλ ως εν αφροσυνη εν ταυτη τη υποστασει της καυχησεως
Translit interlinear, ho {apa yang} lalô {aku mengatakan} ou {bukan} lalô {aku mengatakan} kata {menurut (kehendak)} kurion {Tuhan} all {tetapi} hôs {sebagai} en {dalam} aphrosunê {kebodohan} en {dalam} tautê {ini} tê hupostasei {keyakinan} tês kaukhêseôs {kebanggaan}


- A Text Without Context is a Pretext to a Proof Text –


Seperti biasa, penuduh menggunakan kata negatif "kebodohan" dan mengklaim pengajaran dari Rasul Paulus adalah kebodohan tanpa memperhatikan konteksnya.

Maka sebaiknya kita baca selengkapnya satu perikop untuk mengerti maksudnya :


* 2 Korintus 11:7-23
11:7 Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?
11:8 Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu!
11:9 Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak menyusahkan seorang pun, sebab apa yang kurang padaku, dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian.
11:10 Demi kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapa pun di daerah-daerah Akhaya.
11:11 Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kamu? Allah mengetahuinya.
11:12 Tetapi apa yang kulakukan, akan tetap kulakukan untuk mencegah mereka yang mencari kesempatan guna menyatakan, bahwa mereka sama dengan kami dalam hal yang dapat dimegahkan.
11:13 Sebab orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus.
11:14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.
11:15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.
11:16 Kuulangi lagi: jangan hendaknya ada orang yang menganggap aku bodoh. Dan jika kamu juga menganggap demikian, terimalah aku sebagai orang bodoh supaya aku pun boleh bermegah sedikit.
11:17 Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.
11:18 Karena banyak orang yang bermegah secara duniawi, aku mau bermegah juga.
11:19 Sebab kamu suka sabar terhadap orang bodoh, karena kamu begitu bijaksana:
11:20 karena kamu sabar, jika orang memperhambakan kamu, jika orang menghisap kamu, jika orang menguasai kamu, jika orang berlaku angkuh terhadap kamu, jika orang menampar kamu.
11:21 Dengan sangat malu aku harus mengakui, bahwa dalam hal semacam itu kami terlalu lemah. Tetapi jika orang-orang lain berani membanggakan sesuatu, maka aku pun -- aku berkata dalam kebodohan -- berani juga! 11:22 Apakah mereka orang Ibrani? Aku juga orang Ibrani! Apakah mereka orang Israel? Aku juga orang Israel. Apakah mereka keturunan Abraham? Aku juga keturunan Abraham!
11:23 Apakah mereka pelayan Kristus? -- aku berkata seperti orang gila -- aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut.



Kita bahas ayat-per-ayat-nya, supaya kita mengetahui apakah "kebodohan" dalam ayat 17 itu apakah seperti yang penuduh maksudkan?.


Ayat 7-8,
Dalam pembahasan diatas, telah kita pahami bahwa Rasul Paulus adalah seorang Rasul yang "Amateur" bukan professional (menerima upah). Dan oleh karena itu ia dengan sangat merdeka mengkritik rasul-rasul yang Palsu, yang melayani pekerjaan Tuhan/ menginjil dengan maksud "mencari uang" (menimbun kekayaan untuk dirinya sendiri), lihat bahasan di Artikel MENJAJAKAN FIRMAN ALLAH yang diambil dari 2 Koritus 2:17, dimana Paulus dengan begikut keras menegor para penginjil yang mengambil keuntungan finansial yaitu "memperdagangkan" Firman Allah. Atas sikap Paulus yang keras ini, Paulus mendapat perlawanan dari para rasul yang palsu itu dan berbalik menuduh Paulus adalah Rasul Palsu, karena ia melakukan sesuatu yang tidak lazim sebagai rasul yaitu menolak "upah", dan pada ayat 18 mereka juga menuduh bahwa Paulus sebenarnya merampok jemaat-jemaat di tempat lain, tetapi kemudian berpura-pura sebagai "orang suci" di Korintus dengan menolak "upah" (memberitakan Injil dengan cuma-cuma).

Pada masa itu (seperti juga sekarang) sudah lazim apabila guru-guru yang mengajarkan suatu ilmu atau filsafat atau pengajar dalam suatu keagamaan meminta sumbangan dari orang-orang yang diajarnya. Lalu dari situ terjadi suatu pola pikir : Jika seseorang tidak meminta sumbangan atas apa yang diajarnya, orang-orang yang diajarnya itu menganggap orang itu bukan guru yang sah dan ajarannya tidak herharga. Musuh Paulus, yaitu rasul-rasul palsu itu menggunakan isyu ini untuk memfitnah Paulus.

Paulus, dengan sindirannya yang halus bertanya kepada mereka, "Apakah aku berdosa sebab tidak menerima sumbangan dari kamu?" Paulus telah mengajarkan kepada mereka di dalam suratnya yang pertama bahwa orang yang memberitakan Injil, berhak hidup dari sumbangan mereka yang mendengarkan lnjil itu (1 Korintus 9:3-18). Namun, Paulus, atas pilihannya sendiri memilih untuk tidak menerima upah, 1 Korintus 9:18 : "Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil" . Paulus berbuat demikian supaya tidak ada seorangpun dapat berkata bahwa ia menginjil untuk uang. Maka ia mempertahankan pekerjaannya sebagai pembuat kemah untuk menopang kehidupannya.

Namun, musuh-musuh Paulus menemukan cara lain untuk "mengecam" Paulus dengan mengatakan bahwa dia-lah rasul palsu, karena ia tidak menerima upah sebagaimana lazimnya seorang pengajar, dan terlebih lagi mereka menuduh bahwa Paulus "merampok" jemaat di tempat lain, dan berbuat seolah-olah tidak doyan uang dihadapan jemaat di Korintus.


Ayat 9,
Dalam ayat ini menyatakan bahwa ketika ia dalam keadaan kesusahan-pun, ia tidak mau menyusahkan orang dan tidak menerima bantuan dari jemaat Korintus. Dan ia berceritera bahwa ketika ia dalam kekurangan, kebutuhannya dicukupkan oleh jemaat Filipi :


* Filipi 4:15-18
4:15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.
4:16 Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
4:17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.
4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.



Surat Filipi adalah surat yang ditulis oleh Paulus di dalam penjara, ayat 18 diatas menulis bahwa ketika Paulus dipenjara, kebutuhannya dipenuhi oleh Epafroditus, sehingga ia tetap dapat menulis surat penggembalaan kepada jemaat-jemaat yang digembalakannya.


Ayat 10-11,
Paulus memiliki kebenaran Kristus pada waktu ia berkata bahwa kemegahan itu tidak dapat ditahan daripadanya oleh siapa pun di daerah-daerah Akhaya, Paulus tidak mau menerima upah dari jerih-payahnya memberitakan Kristus, karena ia bermegah dan semua itu ia lakukan karena ia telah menerima lnjil Kristus dengan cuma-cuma, dan ia merasa berhutang, itulah sebabnya ia memberitakan Injil dengan tidak menerima bayaran apa-apa. Karena ia tidak mau menerima upah dari orang-orang di Korintus, maka musuh-musuhnva berkata, "la tidak mengasihi mereka." Lalu Paulus bertanya, "Apakah karena aku tidak mengasihi kamu?" Selanjutnya ia menjawab, "Allah mengetahuinya." Itulah pernyataan yang keluar dari hati nurani yang tulus.


Ayat 12,
Musuh Paulus di Korintus berusaha mencari kesempatan supaya Paulus menerima upah sehingga ia menjadi "sama" dengan mereka. Dengan demikian perbuatan mereka lebih mudah dimaafkan. Paulus tidak dapat ditipu oleh muslihat mereka, sebab itu ia berusaha supaya perbuatannya tidak sama dengan perbuatan mereka. lni berarti bahwa jika mereka hendak memegahkan diri, mereka harus sama dengan Paulus, dan bukan Paulus yang harus sama dengan mereka. Tidaklah mengherankan kalau mereka menuntut upah/sumbangan dan kemegahan yang tidak pernah dituntut oleh Paulus.


Ayat 13,
Sudah waktunya bagi Paulus untuk berkata secara terus terang bahwa mereka adalah para rasul palsu. Mereka menyamar sebagai rasul-rasul Kristus, padahal maksud mereka bukanlah untuk memajukan Kerajaan Kristus, melainkan untuk menipu anggota-anggota jemaat dan mencari keuntungan bagi diri rnereka sendiri dengan "menjajakan Firman Tuhan". Mereka mengaku bahwa mereka lebih dekat kepada Kristus daripada kepada Rasul Paulus. Sebenarnya pengakuan itu hanya kedok saja.


Ayat 14-15,
Oleh karena Iblis menyamar dan menyamakan dirinya sebagai malaikat terang, kita tidak perlu heran jika para pengikutnya juga menyamar dan menyamakan diri mereka sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Iblis adalah pendusta dan hapa segala dusta (Yohanes 8:44). Kerajaan Iblis adalah kerajaan kegelapan (Efesus 6:12), dan jika ia hendak menyamakan dirinya sebagai malaikat terang, maka ia harus berbohong. dan harus menyamar. lblis tidak pernah datang kepada kita dalam keadaannya yang sesungguhnya. Ia selalu berusaha menghadapkan dosa kepada kita seperti hal yang baik, misalnya berupa ajaran yang tampaknya baik. Itulah yang telah dilakukan oleh Iblis kepada Hawa di Taman Eden, dan ia tetap berbuat demikian sampai sekarang.

Para rasul palsu menyamakan diri mereka sebagai pelayan-pelayan kebenaran, padahal mereka hendak menyesatkan jemaat di Korintus. Mereka adalah "seteru salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan" (Filipi 3: 18-19, lihat bahasannya dalam Artikel : KEBENARAN SEJATI, Filipi 3:1-21 ).
Ingatlah baik-baik, Tuhan tidak menghuhum alat menyamar itu, melainkan Ia menghuhum orang yang menggunakan alat menyamar itu. Tuhan menghukum kita bukan berdasarkan pengakuan kita, melainkan berdasarkan perbuatan kita. Dan Ia juga akan berbuat demikian terhadap semua guru palsu.


Ayat 16,
Anggota jemaat di Korintus telah membiarkan rasul palsu itu memegahkan diri. Paulus juga rnerninta agar ia dibiarkan bermegah sedikit. Paulus mengaku bahwa hal memegahkan diri adalah bodoh, tetapi ia harus berbuat demikian supaya lnjil Kristus tetap terpelihara dalam jemaat di Korintus, dan supaya mereka menolak ajaran rasul palsu itu. Jemaat itu telah mendengar perkataan Rasul Paulus, sebab itu ia meminta izin kepada jemaat untuk menyatakan tentang penderitaannya karena Krist.us.


Ayat 17-18, yang dipermasalahkan penuduh,

Bandingkan dengan :

* 2 Korintus 10:17-18
10:17 "Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."
10:18 Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.



Paulus mengaku bahwa memegahkan diri sendiri adalah kebodohan, dan dalam perikop ini ia meminta agar para pembaca bersabar kepadanya apabila ia agak memegahkan dirinya. Para rasul palsu telah membaggakan dirinya sendiri dan menyatakan hal yang meninggikan diri mereka sendiri (sombong). Sifat memegahkan diri bukanlah berasal dari Kristus. karena hal itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan Sifat itu berasal dari kehendak duniawi dan kehendak daging, Sifat memegahkan diri tidak sesuai dengan teladan Kristus yang telah merendah kan diri-Nya (Filipi 2:5-8 ). Dan bagi Paulus hal itu juga tidaklah biasa karena ia telah disalibkan bagi dunia (Galatia 6: 14). Tuhan Yesus tidaj memegahkan diri-Nya, dan Roh-Nya pun tidak pernah memimpin orang-orang untuk memegahkan kan diri sendiri. Oleh karena keadaan jemaat di Korintus dan para rasul palsu di dalam jemaat itu, Paulus "terpaksa" memegahkan din untuk membela kebenaran. Inilah yang dimaksud "bodoh" dalam ayat 17.

Paulus menulis demikian bukan berarti tulisannya tidak diilhamkan Tuhan. Hanya perkataan itu tidak berhubungan dengan ilham dari Tuhan. Memegahkan diri sendiri sebenarnva bukanlah suatu hal yang menyenangkan bagi Paulus yang tidak suka mencari pujian dari manusia, karena itu adalah "kebodohan". Namun, dalam keadaan demikian ia terpaksa memegahkan diri sendiri untuk membela kebenaran dan menutup mulut para rasul palsu itu. Maksud Paulus dalam hal ini berbeda dengan maksud para rasul palsu itu.


Ayat 19-20,
Anggota jemaat di Korintus telah membiarkan para rasul palsu itu mernpermalukan mereka. Dan para rasul palsu ini bersikap semena-mena. Dan rupanya mereka bersikap sangat keras terhadap para anggota jemaat sampai mereka berani menampar muka para anggota jemaat. Para anggotajemaat bertahan dalam lima hal yang mornpermalukan itu. Mereka membiarkan diri mereka diperhambakan oleh hukum Taurat dan "dihisap" oleh para rasul palsu yang menuntut agar mereka dipelihara dan disokong oleh jemaat. Mereka membiarkan para rasul palsu memegahkan diri seakan-akan mereka mau memerintah atas kawanan domba Allah (1 Petrus 5:3). Mereka juga membiarkan rasul-rasul palsu menampar muka mereka. Anggota jernaat di Korintus telah menerima semua itu seakan-akan ajaran itu dari rasul yang sah. Perbuatan mereka itu tidak sesuai dengan kehendak Kristus atau dengan ajaran rasul Kristus yang sah.


Ayat 21,
Lawannya menganggap Paulus seorang yang lemah, dan dengan itu mereka hendak membela diri bahwa mereka hersikap keras terhadap anggota jemaat.

"Tetapi" waktunya sudah tiba bagi Paulus untuk membela dirinya dan berkata dengan tegas bahwa ia seorang rasul Kristus yang sah. Ia harus membela dirinya karena berita-berita bohong tentang dia yang disiarkan oleh para rasul palsu. Paulus menetapkan bahwa kita kelak dibenarkan di hadapan Kristus dan bukan di hadapan manusia.

Rasul-rasul palsu itu berani sekali memegahkan diri mereka. Oleh karena itu, Paulus juga berani memegahkan dirinya supaya anggota jemaat dapat membandingkan kedua oelah pihak dan kemudian mengetahui bahwa sesungguhnya Pauluslah yang benar. Semua itu dilakukannva unt.uk menetapkan pengajaran yang benar di dalarn jemaat Tuhan.


Ayat 22,
Dari ayat ini, kita mengetahui bahwa rupanya para rasul palsu itu adalah orang Ibrani yang bangga akan kebangsaannya. Paulus mengaku bahwa ia juga orang Ibrani sama seperti mereka, dan bahkan Paulus dididik di Yerusalem oleh Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormatl di antara bangsa Israel dan ia juga seorang Farisi. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini terdapat dalam Filipi 3:5-6 dan Kisah Para Rasul 22:3; 26:5. Tentu Paulus dapat bermegah lebih daripada para rasul palsu itu, kalau ia mau.


Ayat 23,
Dengan membandingkan pekerjaan para rasul palsu itu dengan pekerjaan Paulus, dapat dinyatakan bahwa mereka bukanlah rasul Kristus yang sah, melainkan rasul Iblis. Mereka tidak mengetahui apa-apa tentang persekutuan dalam penderitaan Kristus (Filipi 3:10). Mereka tidak menderita apa-apa bagi Kristus.

Penderitaan Paulus ditulis dari ayat 23 hingga ayat 33, dan banyak pengalaman Paulus itu tidak ditulis dalam Kisah Para Rasul. Dalam Kisah Para Rasul kita dapat mernbaca bagaimana Allah melalui Roh Kudus membangunkan jemaat Kristus. Maksud kitab itu hukanlah untuk memberikan riwayat hidup para rasul. Tetapi memang ada pengalaman-pengalaman di dalam Kisah Para Rasul yang tidak disebut di dalam pasal ini. Penderitaan Paulus karena Kristus menetapkannya sebagai seorang rasul yang sah (Kisah 9:16; 1 Korintus 4:7-12 dan 6:4-10).

Dalam Kisah Para Rasul ditulis bahwa Paulus lima kali dipenjarakan, dan dari kelima kali itu, baru satu kali dialaminya pada waktu surat ini ditulis. Clement dari Roma telah mencatat bahwa Paulus tujuh kali dipenjarakan. Sering ia diancam bahaya maut, bukan hanya di Kota Listra, tetapi juga di tempat-tempat lain dan keadaan itu mungkin saja mendatangkan kematian baginya.


Semoga dengan penjelasan ini, para pembaca dapat mengerti apa konteks "kebodohan" dalam ayat 17, yang terpaksa dilakukan Paulus dalam menghadapi rasul-rasul Palsu yang sudah sedemikian merongrong jemaat di Korintus.
JENDRAL BESAR
JENDRAL BESAR
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 258
Reputation : -2
Points : 3582
Registration date : 2010-08-02

View user profile

Back to top Go down

Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Empty Re: Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!

Post by JENDRAL BESAR on Mon 02 Aug 2010, 6:42 am

Tuduhan :
Quote:
Satu lagi contoh. Berikut ini saya sertakan analogi penulisan Alkitab dengan tumbuhan dari Paulus. Yaitu berdasarkan pemaparannya sendiri Paulus sudah mengatakan bahwa dia itu ibaratnya cuma sebagai cuma sebagai yang nanam doank , kemudian Apolos sebagai yang menyiram tumbuhannya, dan terakhir barulah Tuhan yang memberi pertumbuhan.

[I Korintus 3:6] AKU MENANAM, APOLOS MENYIRAM, tetapi ALLAH YANG MEMBERI PERTUMBUHAN.

KJV:
[1 Corinthians 3:6] I have planted, Apollos watered; but God gave the increase.

ASV:
[1 Corinthians 3:6] I planted, Apollos watered; but God gave the increase.

Jadi Alkitab itu DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Bukan dari Allah/Tuhan.

Sekali lagi intinya Alkitab itu khususnya dalam hal ini tulisan Paulus adalah WAHYU (pendapat/ide/karangan) DARI PAULUS SENDIRI, DIPOLES SEDIKIT oleh APOLOS (disiram), dan BARU campur tangan TUHAN datang (ibaratnya CUMA SEBAGAI PUPUK). Jadi jelas sekali: Alkitab BUKAN Wahyu Tuhan! Melainkan Wahyu Paulus!!!



Tanggapan:

Kalau kita membaca lebih lengkap, yaitu 1 Korintus 3:1-9, tuduhan di atas tidak relevan. Pokok pikiran yang diungkapkan disini adalah : Gereja sebagai ladang Allah :

* 1 Korintus 3:1-9
3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.
3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.


Dalam ayat-ayat di atas, jelas menunjukkan bahwa Paulus menolak penggolongan-penggolongan, maupun kultus terhadap para rasul (bandingkan 1 Korintus 1:12-13). Rasul Paulus bersikap tidak memandang seseorang dari kelompok mana, karena Kristuslah seharusnya yang menjadi pusat semua orang-orang Kristen. Lihat 1 Korintus 3:23, Paulus menegaskan "Engkau adalah milik Kristus" ini bukan sekedar slogan melainkan kebenaran, dan ini sekaligus memberikan penekanan bahwa pengakuan manusia, rasa loyalitas terhadap seorang rasul, yang menjadikan mereka terpisah menjadi kelompok-kelompok tertentu yang berbeda dengan lainnya, bukanlah hal yang penting dalam Jemaat Kristus. Para rasul itu hanyalah hamba-hamba Allah yang memberikan pertumbuhan

Gereja adalah ladang Allah, yang dimaksud dalam ayat 6 adalah Paulus yang menanam benih Firman (artinya Paulus berkhotbah tentang firman Allah kepada Jemaat), sementara itu Apolos yang bertugas sebagai gembala dan pengajar datang kemudian untuk menyiran benih firman Tuhan yang sedang tumbuh di dalam kehidupan Jemaat di Korintus.

Jelas pula dalam perikop di atas bahwa Paulus menolak apabila ia ditempatkan sebagai yang 'supreme', ia justru menunjukkan peran dari rekannya yaitu Apolos juga turut berjasa dalam pembangunan kerohanian pada jemaat di Korintus di bawah pimpinan Allah sendiri. Paulus dan Apolos adalah sama-sama sebagai rasul, mereka menerima tugas dari Allah untuk bersama menggembalakan jemaat di Korintus.

Sebagai penutup perikop tersebut, yaitu ayat 9, bandingkan dengan Yohanes 5:17, Yesus Kristus berkata: "BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." Maka, para Rasul juga bertindak meneruskan apa yang telah dikerjakan Yesus Kristus untuk bekerja. Menjadi kawan sekerja Allah yaitu menjadi pekerja yang layak dalam Kerajaan Allah, Paulus dan Apolos telah melakukan tugas-tugasnya dengan baik.

Dengan mengatakan bahwa Paulus dan Apolos adalah kawan sekerja Allah. Paulus justru menegaskan bahwa tidak ada kebijaksanaan yang berasal dari dirinya sendiri; tetapi kuasa Ilahi yang bersatu dengan usaha-usaha manusiawinya, telah menyanggupkan dia untuk memberitahukan kebenaran yang menyenangkan hati Allah. Paulus dan Apolos adalah rekan sekerja Kristus, seorang pekerja yang rajin dalam membawa pengetahuan rohani dari firman Allah dan pekerjaan-pekerjaan Kristus, kepada semua orang yang hatinya terbuka kepada bukti-bukti tersebut.

Para Rasul itu telah bersatu dengan Kristus, yang adalah Maha Guru yang terbesar, Paulus dan Apolos telah disanggupkan untuk mengkomunikasikan pelajaran-pelajaran tentang kebijaksanaan Allah, yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan semua lapisan masyarakat dan kondisi manusia, yang dapat berguna pada setiap waktu, setiap tempat, dan kepada semua orang. Dalam melakukan hal seperti itu, rasul Paulus justru tidak mengambil kemuliaan bagi dirinya sendiri, tetapi ia menempatkan dirinya sebagai satu alat yang rendah hati di tangan Allah. Bahkan ayat 6 sudah jelas menyebutkan bahwa mereka (Paulus dan Apolos) tidak akan dapat mengaku memperoleh sukses karena kekuatan mereka sendiri. Baik menanam maupun menyiram adalah sama-sama penting, dan yang lebih penting dari semuanya adalah Allah yang memberi pertumbuhan, ini jelas menunjukkan bahwa Allah Sang Sumber Hidup bekerja dalam pelayanan Paulus dan Apolos melalui kuasa Roh-Nya
JENDRAL BESAR
JENDRAL BESAR
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 258
Reputation : -2
Points : 3582
Registration date : 2010-08-02

View user profile

Back to top Go down

Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Empty Re: Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!

Post by JENDRAL BESAR on Mon 02 Aug 2010, 6:42 am

Tuduhan :
Quote:
Once more example:

[Lukas 1:1] Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu
berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
[1:2] seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula
adalah saksi mata dan pelayan Firman.
[1:3] Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan
seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya
dengan teratur bagimu,

Tidak ada tertulis sekalipun bahwa Lukas dipenuhi oleh roh Allah sebelum
atau sewaktu menuliskan kitab itu. Dia hanya mengatakan bahwa rekan yang
lainnya telah menulis kehidupan Yesus, maka Lukas sendiri berpikir bahwa
mungkin adalah ide yang bagus untuk menuliskan sesuatu juga. Kalau benar dia
diwahyukan oleh Tuhan untuk menulis ajaran Yesus, mengapa tidak dia katakan
saja demikian?



Tanggapan:


Injil Lukas adalah kitab pertama dari kedua kitab yang dialamatkan kepada seorang bernama Teofilus. Walaupun nama penulis tidak dicantumkan dalam dua kitab tersebut, kesaksian yang bulat dari kekristenan mula-mula dan bukti kuat dari dalam kitab-kitab itu sendiri menunjukkan bahwa Lukaslah yang menulis kedua kitab itu.
Lukas adalah seorang petobat Yunani, satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis sebuah kitab di dalam Alkitab. Roh Kudus mendorongnya untuk menulis kepada Teofilus (artinya, seorang yang mengasihi Allah) guna memenuhi suatu keperluan dalam jemaat yang terdiri dari orang bukan Yahudi akan kisah yang lengkap mengenai permulaan kekristenan. Kisah ini terdiri atas dua bagian: kelahiran, kehidupan dan pelayanan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus (Injil Lukas), dan pencurahan Roh di Yerusalem dan perkembangan selanjutnya dari gereja mula-mula (Kitab Kisah Para Rasul). Kedua kitab ini merupakan lebih dari seperempat bagian dari seluruh Perjanjian Baru.


* Lukas 1:1-3
1:1 Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
1:2 seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
1:3 LAI TB, Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
KJV, It seemed good to me also having had perfect understanding of all things from the very first to write unto thee in order most excellent Theophilus
TR,εδοξεν καμοι παρηκολουθηκοτι ανωθεν πασιν ακριβως καθεξης σοι γραψαι κρατιστε θεοφιλε
Translit interlinear, edoxen kamoi {aku juga mengambil keputusan} parêkolouthêkoti {setelah menyelidiki} anôthen {sejak lama/ awal} pasin {semua (peristiwa)} akribôs {dengan seksama} kathexês {dengan teratur} soi {kepadamu} grapsai {aku menulis} kratiste {yang mulia/ terhormat} theophile {ya Teofilus}


Penuduh di atas menyangka bahwa : 'dengan penyelidikan seksama dan menulis', Injil Lukas bermakna adalah kitab tentang penyelidikan sesuatu dan bukan firman Allah!

Si penuduh sebenarnya gagal membaca dengan tepat apa yang sebenarnya dikatakan oleh Alkitab. Para penulis Alkitab tidak didalangi seperti robot, Allah tidak memilih mereka secara serampangan dan menyuruh mereka menulis. Jika Lukas mengatakan bahwa ia menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama (parêkolouthêkoti anôthen pasin akribôs ) bermakna ia melakukan hal itu karena digerakkan oleh Roh Kudus. Roh Kudus memimpin para penulis kitab-kitab Injil untuk memilih dari kumpulan pengajaran tersebut -- dengan bahasa mereka sendiri -- materi yang akan bermanfaat bagi orang-orang yang kepadanya kitab Injil itu ditulis, inilah makna pengilhaman Alkitab (Yunani, θεοπνευστος – theopneustos).

Lukas adalah sahabat dari Rasul Paulus, Lukas -- singkatan dari Loukanos atau Loukios – bukanlah murid Yesus Kristus, bukan orang Yahudi, diperkirakan ia adalah tabib dari Troas, bertobat dan menjadi Kristen oleh Paulus.


* Kolose 4:14
LAI TB, Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas.
KJV, Luke, the beloved physician, and Demas, greet you.
TR, ασπαζεται υμας λουκας ο ιατρος ο αγαπητος και δημας
Translit, aspazetai humas loukas ho iatros ho agapêtos kai dêmas

Lukas adalah tabib dan ahli sejarah, dan juga teman seperjalanan rasul Paulus (Kolose 4:14, Filemon 24:2 dan 2 Timotius 4:11). Lukas mulai menemani Paulus sejak kunjungan Paulus ketiga di kota Filipi, menemani Paulus hingga ke Yerusalem, dll.


Dalam Lukas pasal 1 ayat 1, Lukas berkata bahwa telah banyak orang berusaha menulis tentang pokok yang bersangkutan. Dalam hubungan ini kita dapat menyebutkan nama Markus sebagai seseorang yang telah menulis apa yang telah dikatan. Dan Lukas hendak melengkapinya, atau sekurang-kurangnya menyajikan uraian yang lebih panjang lebar berdasarkan bahan-bahan yang telah dikumpulkan dan diperiksa sendiri dan dari segi visi dan konsepsinya sendiri. Berdasarkan seluruh buku Lukas (Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul) dapat dikatakan bahwa yang dimaksudkannya dengan penyataan dalam ayat 1 ini ialah : riwayat kedatangan dan pekerjaan Yesus Kristus orang Nazaret, yang di dalam-Nya Tuhan Allah hendak mendatangkan keselamatan dan berkat-Nya kepada seluruh dunia (seluruh bangsa-bangsa di dunia) melalui bangsa Yahudi.

Dari ke-empat Injil, 2 Kitab ditulis dari kalangan 12 Murid Yesus yang langsung dan 2 Kitab ditulis dari kalangan di luar 12 murid, ini justru memenuhi Hukum yang berlaku dalam masyarakat Semit, yaitu HUKUM DWIGANDA SAKSI, silahkan baca keterngannya di hukum-dwiganda-saksi-vt714.html#p1644

Lukas bukanlah seorang penonton biasa, yang melihat kebenaran kekristenan dari luar kalangannya, tetapi ia sendiri adalah seorang pengkhotbah dan penginjil yang aktif. Ia adalah seorang penulis sejarah gereja dan seorang sasterawan pendukung agama Kristen yang pertama. Karyanya mencerminkan pengetahuan kristiani yang biasa digunakan untuk mengajar umat yang bukan Yahudi.

Lukas telah membuat penelitian dan pilihan dari bahan-bahan yang dikumpulkannya dari para saksi mata itu (ayat 2), kemudian ia telah mencoba membuktikannya dengan teratur (ayat 3). Ungkapan itu pertama-tama berarti bahwa Lukas sebagai penulis yang cakap telah menyusun bahan-bahan untuk bukunya itu dengan teratur menurut satu bagan tertentu. Dalm hal ini, tentulah pembagian secara ilmu bumi/ geografis memainkan peranan penting. Dalam Injil yang ditulis oleh Lukas menceritakan pekerjaan Yesus Kristus : (1) di Galilea (2) dalam perjalanan-Nya antara Galilea dan Yerusalem (3) di Yerusalem. Dan Kitab Kisah Para Rasul mulai di Yerusalem dan berakhir di Roma.

Lukas mengalamatkan bukunya kepada Teofilus (lihat artikel di injil-lukas-bukan-untuk-seluruh-umat-manusia-vt3162.html#p17736 ), namun ini tidak berarti bahwa isinya hanya diperuntukkan bagi Teofilus pribadi. Pengalamatan sebuah karya tulis kepada seorang pembesar negeri ada;ah sangat lazim pada saman dahulu. Sebab buku pada waktu itu belum dapat dicetak secara masal dengan mesin cetak, tetapi hanya terbit pada mulanya sebagai satu buku yang ditulis. Orang yang kepadanya buku itu dialamatkan adalah orang-orang yang mungkin mendorong si penulis melakukan pekerjaan itu atau yang membuat terbitan itu mungkin.

Dari apa yang ditulisnya, Lukas dapat dipandang sebagai sastrawan dan sebagai ahli sejarah, dan dari bakat dan sifat itu, ia mempergunakannya untuk tujuan yang lebih tinggi, bahwa ia mau menjadi saksi bagi Yesus Kristus. Seorang saksi adalah pertama-tama seorang yang menceritakan apa yang benar dan menyatakan kebenarannya (misalnya di depan pengadilan). Sebab itu tidak ada pertentangan apabila tulisan-tulisan Lukas menulis tentang pokoknya sebagai Saksi Kristus. Dan sebagai Saksi Kristus yang ada di zaman mula-mula, ia mau menceritakan apa yang benar dan kebenaran tentang Kristus berdasarkan penelitian dan investigasi yang saksama. Dan kesaksian yang ditulisnya mengandung seruan dan ajakan kepada orang lain supaya ikut percaya kepada Yesus Kristus, Allah yang menjadi manusia demi misi penebusan manusia dari dosa dan penyelamatannya.

Dengan kepercayaan itulah Lukas menulis buku-bukunya. Jadi, ia menulis sebagai seseorang yang beroleh ilham atau inspirasi, yaitu seseorang yang dipengaruhi/ didorong oleh Roh Allah. Ilham itu tidak bertentangan dengan penelitian sendiri dan penyelidikan secara ilmiah. Sebaliknya! Ilham tidak diperoleh oleh orang-orang yang malas yang hanya berpangku tangan menunggu-nunggu. Roh Allah yang memberi ilham atau inspirasi ilah Roh Kebenaran yang mendorong manursia apabila mereka membuka hatinya supaya masuk ke dalam Kebenaran dan Kebenaran itu adalah Yesus Kristus sendiri.
JENDRAL BESAR
JENDRAL BESAR
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 258
Reputation : -2
Points : 3582
Registration date : 2010-08-02

View user profile

Back to top Go down

Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Empty Re: Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!

Post by JENDRAL BESAR on Mon 02 Aug 2010, 6:42 am

Tuduhan :
Quote:
Kembali kepada Paulus, anda harus membaca pendapat teolog Kristen kelas dunia mengenai Paulus:

John Shelby Spong dalam bukunya Rescuing the Bible from Fundamentalism (1991) mengatakan:

"DIA (Paulus) TIDAK MENULIS FIRMAN ALLAH. YANG DIA TULIS adalah KATA-KATANYA SENDIRI yang khusus, PENUH KETERBATASAN serta MEMILIKI BERBAGAI KELEMAHAN SEBAGAI CIRI SEORANG MANUSIA"

Paulus sendiri sudah mengakui bahwa dia TIDAK menulis Firman Allah. Apakah pengakuan Paulus itu anda anggap sebagai suatu kebohongan? Bahkan Teolog Kristen kelas dunia sudah mengakui bahwa Paulus itu TIDAK menulis Firman Allah. Kenapa anda masih ngotot mengatakan bahwa Paulus menulis Firman Allah?



Tanggapan:

Mengenai pendapat dari John Shelby Spong itu jelas merupakan opini, orang dapat saja beropini. Orang yang mengaku ahli dalam suatu agama orang lain juga dapat beropini apa saja. Sebuah kelompok agama pun dapat beropini kepada tokoh agama yang lain. Apa yang dikatakan John Shelby Spong bukanlah sebuah pembenaran yang mutlak terhadap pribadi Rasul Paulus.

Seperti telah dijelaskan di awal, Alkitab memang bukan 100% wahyu tetapi 100% pengilhaman dari Allah.
Memang, kalau Wahyu menurut ajaran Islam berarti firman Allah itu didikte oleh malaikat. Sedangkan pengilhaman menurut Alkitab berbeda dengan pengertian wahyu. Alkitab umat Kristen tidak dapat dipandang melalui pemahaman Muslim dimana setiap ayat Kitab Suci dan bahkan konon nomer-nomer ayatnya pun sudah didiktekan.

Dalam pemahaman Kristiani, Alkitab itu ditulis oleh manusia dengan ilham dari Allah (Yunani, θεοπνευστος – theopneustos).

Terhadap apa-apa yang dituduhkan, kami telah menanggapi berdasarkan keimanan Kristiani kami, dan terlihat dalam penjabaran di atas bahwa si penuduh seringkali mepermasalahkan kata-kata yang keluar dari konteksnya.



- A Text Without Context is a Pretext to a Proof Text –
JENDRAL BESAR
JENDRAL BESAR
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Number of posts : 258
Reputation : -2
Points : 3582
Registration date : 2010-08-02

View user profile

Back to top Go down

Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS! Empty Re: Tanggapan atas Tuduhan : ALKITAB ITU DASARNYA ADALAH DARI PAULUS!

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

Back to top


 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum