MURTADIN_KAFIRUN
Latest topics
» Malala Yousafzai - Penistaan Terhadap Islam Akan Menciptakan Terorisme
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptySun 17 Feb 2019, 7:20 am by buncis hitam

» Prediksi Bola Terbaik 1 Febuari 2019
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptyThu 31 Jan 2019, 3:35 pm by bagas87

» Prediksi Skor Jitu 1 Febuari 2019
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptyThu 31 Jan 2019, 3:24 pm by bagas87

» Prediksi & Bursa Bola 1 Febuari 2019
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptyThu 31 Jan 2019, 3:19 pm by bagas87

» Prediksi Bola Lengkap 1 Febuari 2019
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptyThu 31 Jan 2019, 3:15 pm by bagas87

» Prediksi Bola Terbaik 29-30 Januari 2019
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptyTue 29 Jan 2019, 2:58 pm by bagas87

» Prediksi Skor Jitu 29-30 Januari 2019
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptyTue 29 Jan 2019, 2:48 pm by bagas87

» Prediksi & Bursa Bola 29-30 Januari 2019
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptyTue 29 Jan 2019, 2:41 pm by bagas87

» Prediksi Bola Lengkap 29-30 Januari 2019
Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? EmptyTue 29 Jan 2019, 2:31 pm by bagas87

Gallery


Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Empty
MILIS MURTADIN_KAFIRUN
MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

Menyongsong Punahnya Islam

Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
 

Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

Powered by us.groups.yahoo.com

Who is online?
In total there are 6 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 6 Guests :: 1 Bot

None

[ View the whole list ]


Most users ever online was 354 on Wed 26 May 2010, 4:49 pm
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India?

Go down

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Empty Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India?

Post by feifei_fairy on Mon 12 Jul 2010, 10:45 am

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India?
Senin, 05 October 2009, jam 06:47
Oleh: Fjordman

Aku pernah membaca sebuah komentar dari pembaca Eropa FFI bahwa “Dunia Arab menemukan angka nol, dan setelah itu prestasi mereka nol melulu.” Hal ini salah, tapi sayangnya, banyak dipercaya orang². Sistem angka yang kita pakai sekarang sudah digunakan oleh masyarakat India di jaman post-Roma (setelah kekaisaran Romawi berdiri), tapi sistem angka ini dikenal Eropa melalui budaya Timur Tengah abad pertengahan. Inilah sebabnya sistem angka ini juga disebut sebagai numeral Arab di berbagai bahasa Eropa.

Pihak Muslim pun mengakui bahwa mereka mendatangkan sistem angka ini dari India. Dengan demikian, penyebutan numeral Arab tentunya tidak tepat. Istilah sistem angka “Hindu Arab” mungkin masih bisa diterima, tapi istilah tepatnya adalah “sistem angka India.”

Masyarakat Maya di Amerika Selatan telah mengembangkan sistem angka termasuk angka nol sebelum hal ini dilakukan masyarakat India. Sayangnya, penemua besar ini tidak menyebar ke budaya manapun. Menurut Michael P. Closs dalam bukunya yang berjudul Mathematics Across Cultures: The History of Non-Western Mathematics, “Alasan mengapa budaya Maya tidak dianggap sebagai penemu pertama simbol angka nol adalah karena hal itu tidak tercantum dalam tulisan² epi-Olmec mereka, meskipun sangat sering digunakan dalam karya seni mereka. Angka² nol ditemukan dalam banyak tulisan Dresden Codex (buku Maya sebelum jaman Columbia, di abad 11 atau 12 Masehi). Patung² pahatan Maya banyak menunjukkan simbol angka nol, yang terkadang tampil dalam bentuk kerang dan selalu berwarna merah. Dalam banyak kasus, bentuk kerang² nol dihias dan tampil dalam bentuk sederhana. Dalam tulisan, bentuk angka nol yang paling umum adalah ¾ ukuran lingkaran salib Maltis."


Sistem angka Maya.

Budaya Aztek secara politis sangat dominan di Mexico pusat dan sejak tahun 1300-an, mereka telah menggunakan simbol² tangan, jantung, dan panah untuk menunjukkan perbedaan jarak saat menghitung luas daerah. Matematika Amerika Selatan dan terutama Maya merupakan prestasi saintifik pre-Kolumbia yang sama derajatnya dengan prestasi matematika saintifik di Eropa, tapi penggunaan ilmu matematik di dua budaya tersebut umumnya berpusat pada bidang astronomi ruang angkasa.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Aztec_num
Sistem angka Aztec.

Angka nol dapat digunakan sebagai indikasi ruang kosong, dan untuk membedakan (misalnya) angka 2106 berbeda dengan angka 216. Budaya Babilonia kuno telah memiliki sistem angak seperti ini, tapi berdasar pada nilai 60. Guna kedua angka nol adalah sebagai angka yang berdiri sendiri seperti cara kita menggunakan angka nol di jaman sekarang. Sebagian ahli sejarah matematika yakin bahwa penggunaan angka nol dalam budaya India berkembang dari penemuan angka nol oleh para ilmuwan astronomi Yunani. Simbol² sembilan angka pertama dari sistem angka modern yang kita pakai sekarang berasal dari sistem tulisan Brahmi di India, yang berasal dari setidaknya pertengahan abad ke-3 Sebelum Masehi. Meskipun begitu, tidak banyak bukti yang menunjukkan simbol angka memiliki nilai angka yang sama dengan yang kita pakai sekarang.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Numeral
Sistem angka Brahmi (di abad pertama Masehi) dan pengaruhnya terhadap sistem angka Sansekerta, Arab, Latin, dll.

Budaya China juga punya sistem angka multiplikatif (perkalian) yang berdasarkan nilai 10, hal ini mungkin berasal dari sistem penghitungan papan angka China. Di abad ke -4 SM, orang² China sudah menggunakan papan hitung angka yang lengkap dengan kolom dan baris. Angka² ditampilkan dalam bentuk bambu atau gading bundar. Abakus (papan hitung modern China) mulai digunakan di China sekitar abad ke-4 Masehi. Di sekitar masa 600 M atau sebelumnya (waktu yang tepat tidak diketahui), bangsa India tidak memakai angka yang lebih tinggi dari 9 dan mulai menggunakan angka 1 sampai 9 dalam pengertian nilai yang sama seperti yang digunakan sistem angka modern.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? 3059454
Abakus dari China.

Penulis² James E. McClellan dan Harold Dorn mencoba menjelaskan sebagai berikut: “Angka nol dalam matematika India mungkin juga melambangkan pengertian filosofi agama India akan ‘kekosongan’.” Tidak semua pihak setuju, tapi pendapat ini layak dipertimbangkan. Pengertian “kekosongan” lebih berdampak besar pada bangsa yang dipengaruhi kepercayaan Hindu dan Budhisme dibandingkan pada bangsa Eropa yang didominasi kepercayaan Kristen.

Meskipun begitu, hal ini tetap tak menjelaskan mengapa bangsa India meninggalkan sistem multiplikatif (perkalian) dan menggunakan sistem nilai tempat (place-value), termasuk simbol angka nol. Kita sampai sekarang tidak begitu tahu sebabnya. Victor J. Jatz menjabarkan hal ini dalam bukunya A History of Mathematic, Second Edition:

“Ada dugaan bahwa asal-usul sebenarnya sistem angka India berasal dari papan hitung angka China. Papan hitung itu mudah dibawa kemana-mana. Tentunya para pedagang China yang berkunjung ke India juga membawa papan hitung mereka. Karena Asia Tenggara berbatasan dengan budaya Hindu dan pengaruh China, maka pertukaran budaya sering terjadi. Mungkin yang terjadi adalah orang² India kagum akan penggunaan sembilan simbol angka saja. Mereka lalu mengembangkan sistem China dalam menghitung gading atau bambu bundar dalam papan hitung, dengan menggantinya butir² gading bundar dengan angka sebenarnya dan tidak menggunakan sistem dua jenis simbol dalam baris dan kolom. Karena mereka harus bisa menuliskan angka² ini di atas kertas dan tidak hanya tampak di papan hitung, maka mereka terpaksa menggunakan simbol titik dan lalu lingkaran untuk menunjukkan kolom kosong di papan hitung. Jika teori ini memang benar, maka agak ironis bahwasanya para ilmuwan India nantinya memperkenalkan sistem angka baru mereka pada China di awal abad ke-8.
Sistem nilai tempat desimal untuk bilangan bulat sudah jelas digunakan di India sejak abad ke 8 M, dan mungkin bahkan sebelum itu. Sistem desimal sudah lama digunakan di China, sedangkan di India tiada bukti yang menunjukkan sistem desimal dipakai sebelum abad ke 8 M. Kaum Muslimlah yang “melengkapi sistem nilai tempat desimal dengan memperkenalkan pecahan² desimal.”


Terdapat bukti berkembangnya pengetahuan astronomi Yunani pre-Ptolemaik di India, kemungkinan karena terbukanya jalur dagang dengan Romawi. Penghitungan trigonometri tertua di India ditemukan dari abad ke 5 M. Periode Gupta dari abad ke 4 sampai 7 merupakan jaman keemasan budaya India, dengan banyaknya hasil kesenian dan sastra. Para ahli astronomi menghasilkan berjilid-jilid tulisan (siddhanta atau “pemecahan masalah”) yang membahas ilmu dasar astronomi dan gerakan planet² yang digunakan dalam teori ilmu planet Yunani. Ahli matematika astronomi bernama Aryabhata (476-550M) menulis buku Aryabhatiya di tahun 499 yang merupakan hasil penelitian penting yang menyarikan matematika Hindu, mencakup aritmatika, aljabar, trigonometry datar, dan trigonometry bundar. Brahmagupta (598-665) adalah salah satu ahli matematika dan astronomi paling terkemuka India di jaman itu, dan dia banyak mengembangkan konsep² algoritme seperti akar kuadrat dan hukum persamaan quadratik.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Mathv
Aryabhata, ahli matematika India terkemuka.

Victor J. Katz menulis:
“Di tahun 773, seorang ilmuwan India mengunjungi istana al-Mansur di Baghdad, membawa serta sebuah buku astronomi India, dan tampaknya buku ini adalah Brahmasphutasiddhanta hasil karya Brahmagupta. Kalifah Baghdad memerintahkan buku ini diterjemahkan dalam bahasa Arab … Buku Arab aritmetika pertama yang mengandung sistem angka Hindu adalah Kitab al-jam’wal tafriq bi hisab al-Hind (Buku Tambah Kurang dari Sistem Orang² India) oleh Muhammad ibn-Musa al-Khwarizmi (ca. 780-850), yang merupakan anggota senior Rumah Bijak (House of Wisdom). Sayangnya, tiada naskah Arabnya yang masih ada sekarang, yang ada hanyalah beberapa versi Latin yang berbeda yang dibuat di Eropa di abad ke 12. Dalam bukunya, al-Khwarizmi menjelaskan sembilan bentuk untuk mewakili sembilan angka pertama dan, seperti yang dinyatakan dalam versi Latinnya, bentuk lingkaran untuk mewakili angka nol. Dia menunjukkan bagaimana menulis angka² dengan menggunakan simbol² untuk notasi nilai. Dia lalu menjabarkan algoritma penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pembagian separuh, perkalian dua kali lipat, dan akar kuadrat, dan memberi contoh bagaimana menggunakannya.”

Beberapa teori Sansekerta juga diperkenalkan di Eropa melalui terjemahan Arab. Satu naskah Latin dimulai dengan kata² Dixit Algorismi, atau al-Khwarizmi. Kata algorismi, melalui banyak perubahan akhirnya menjadi istilah yang berhubungan dengan berbagai perhitungan aritmatika dan asal kata algoritme. Kata zero (nol) berasal dari kata sifr, yang merupakan bentuk Latin dari kata zephirum. Kata sifr sendiri merupakan terjemahan bahasa Arab dari kata Sansekerta sunya yang berarti “kosong.” Kata Inggris sine (sinus) berasal dari berbagai terjemahan salah kata Sansekerta jya-ardha (perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring). Aryabhata seringkali menyingkat kata ini sebagai jya atau jiva. Ketika beberapa buku berhitung India diterjemahkan dalam bahasa Arab, kata jya atau jiva lalu diterjemahkan jadi kata jiba. Tapi karena tulisan konsonan Arab biasanya ditulis tanpa tambahan huruf vokal, maka penulis Arab mengartikan konsonan² jb sebagai jaib, yang berarti buah dada. Ketika buku Arab trigonometri diterjemahkan dalam bahasa Latin, penerjemah menerjemahkan kata jaib (buah dada) dengan kata Latin sinus (buah dada). Kata Latin inilah yang lalu dipakai dalam istilah Inggris sine (sinus).

Rabbi Abraham ben Meir ibn Ezra, atau Abenezra (ca. 1090-1167), adalah seorang filsuf Yahudi-Spanyol, penyair dan penafsir Alkitab. Dia meninggalkan Spanyol di tahun 1140 untuk menghindari penindasan terhadap orang² Yahudi oleh kekalifahan Almohads. Dia menulis tiga buku yang memperkenalkan simbol² angka India pada orang² terpelajar Eropa. Beberapa abad kemudian, angka² India ini benar² diserap dan digunakan oleh masyarakat Eropa.

Leonardo of Pisa (kira² 1170-1240), yang juga dikenal sebagai Fibonacci (son of Bonaccio), adalah orang Italia dan merupakan ahli matematika Barat pertama yang terkemuka setelah merosotnya sains Yunani kuno. Dia adalah putra pedagang di kota Pisa.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Fibonacci2
Leonardo of Pisa

Leonardo lalu berkelana ke Afrika Utara. Dia paling terkenal karena tulisannya yang berjudul Buku Berhitung (Liber abbaci). Kata abbaci (berasal dari kata abakus) bukan berarti papan hitung tapi berarti cara berhitung secara umum. Edisi bukunya yang pertama terbit di tahun 1202, dan ditulis ulang di tahun 1228. Bukunya dibaca banyak orang di seluruh Eropa dan buku ini mengandung aturan² berhitung yang menggunakan angka² India. Contoh² perhitungan yang diajukan seringkali berasal dari contoh² penjabaran versi Arab, tapi hal ini disaring melalui cara Leonardo yang kreatif sehingga sari asli angka² India muncul murni. Angka² India menghadapi banyak penolakan selama beberapa generasi di Eropa tapi perlahan-lahan angka² ini dipakai luas dalam masa Renaisans, terutama oleh para pedagang Italia. Mereka lebih memilih angka² India karena lebih singkat dan praktis dibandingkan angka² Romawi yang rumit, meskipun angka Romawi masih dipakai untuk tujuan terbatas dalam negara² Barat di abad ke 21.

_________________
Dasar kepercayaan iman muslim dibangun diatas dusta,kebohongan dan teror pembunuhan yang biadab dimana saat zaman dan waktu sudah berubah kebenaran yang ada diungkapkan dan tidak bisa dihalangi ataupun dibendung serta kejahatan pembunuhan sudah dapat diantisipasi dan diminimalkan maka saat itu juga ambang kehancuran islam akan terjadi dan pada saatnya islam akan lenyap dan ini pasti terwujud. Feifei_fairy
feifei_fairy
feifei_fairy
KAFIRUN
KAFIRUN

Female
Number of posts : 802
Reputation : -14
Points : 5526
Registration date : 2008-12-20

View user profile https://www.facebook.com/Feifeifairy

Back to top Go down

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Empty Re: Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India?

Post by admin. on Mon 12 Jul 2010, 10:56 am

@feifei_fairy wrote:Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India?
Senin, 05 October 2009, jam 06:47
Oleh: Fjordman

Aku pernah membaca sebuah komentar dari pembaca Eropa FFI bahwa “Dunia Arab menemukan angka nol, dan setelah itu prestasi mereka nol melulu.” Hal ini salah, tapi sayangnya, banyak dipercaya orang². Sistem angka yang kita pakai sekarang sudah digunakan oleh masyarakat India di jaman post-Roma (setelah kekaisaran Romawi berdiri), tapi sistem angka ini dikenal Eropa melalui budaya Timur Tengah abad pertengahan. Inilah sebabnya sistem angka ini juga disebut sebagai numeral Arab di berbagai bahasa Eropa.

Pihak Muslim pun mengakui bahwa mereka mendatangkan sistem angka ini dari India. Dengan demikian, penyebutan numeral Arab tentunya tidak tepat. Istilah sistem angka “Hindu Arab” mungkin masih bisa diterima, tapi istilah tepatnya adalah “sistem angka India.”

Masyarakat Maya di Amerika Selatan telah mengembangkan sistem angka termasuk angka nol sebelum hal ini dilakukan masyarakat India. Sayangnya, penemua besar ini tidak menyebar ke budaya manapun. Menurut Michael P. Closs dalam bukunya yang berjudul Mathematics Across Cultures: The History of Non-Western Mathematics, “Alasan mengapa budaya Maya tidak dianggap sebagai penemu pertama simbol angka nol adalah karena hal itu tidak tercantum dalam tulisan² epi-Olmec mereka, meskipun sangat sering digunakan dalam karya seni mereka. Angka² nol ditemukan dalam banyak tulisan Dresden Codex (buku Maya sebelum jaman Columbia, di abad 11 atau 12 Masehi). Patung² pahatan Maya banyak menunjukkan simbol angka nol, yang terkadang tampil dalam bentuk kerang dan selalu berwarna merah. Dalam banyak kasus, bentuk kerang² nol dihias dan tampil dalam bentuk sederhana. Dalam tulisan, bentuk angka nol yang paling umum adalah ¾ ukuran lingkaran salib Maltis."


Sistem angka Maya.

Budaya Aztek secara politis sangat dominan di Mexico pusat dan sejak tahun 1300-an, mereka telah menggunakan simbol² tangan, jantung, dan panah untuk menunjukkan perbedaan jarak saat menghitung luas daerah. Matematika Amerika Selatan dan terutama Maya merupakan prestasi saintifik pre-Kolumbia yang sama derajatnya dengan prestasi matematika saintifik di Eropa, tapi penggunaan ilmu matematik di dua budaya tersebut umumnya berpusat pada bidang astronomi ruang angkasa.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Aztec_num
Sistem angka Aztec.

Angka nol dapat digunakan sebagai indikasi ruang kosong, dan untuk membedakan (misalnya) angka 2106 berbeda dengan angka 216. Budaya Babilonia kuno telah memiliki sistem angak seperti ini, tapi berdasar pada nilai 60. Guna kedua angka nol adalah sebagai angka yang berdiri sendiri seperti cara kita menggunakan angka nol di jaman sekarang. Sebagian ahli sejarah matematika yakin bahwa penggunaan angka nol dalam budaya India berkembang dari penemuan angka nol oleh para ilmuwan astronomi Yunani. Simbol² sembilan angka pertama dari sistem angka modern yang kita pakai sekarang berasal dari sistem tulisan Brahmi di India, yang berasal dari setidaknya pertengahan abad ke-3 Sebelum Masehi. Meskipun begitu, tidak banyak bukti yang menunjukkan simbol angka memiliki nilai angka yang sama dengan yang kita pakai sekarang.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Numeral
Sistem angka Brahmi (di abad pertama Masehi) dan pengaruhnya terhadap sistem angka Sansekerta, Arab, Latin, dll.

Budaya China juga punya sistem angka multiplikatif (perkalian) yang berdasarkan nilai 10, hal ini mungkin berasal dari sistem penghitungan papan angka China. Di abad ke -4 SM, orang² China sudah menggunakan papan hitung angka yang lengkap dengan kolom dan baris. Angka² ditampilkan dalam bentuk bambu atau gading bundar. Abakus (papan hitung modern China) mulai digunakan di China sekitar abad ke-4 Masehi. Di sekitar masa 600 M atau sebelumnya (waktu yang tepat tidak diketahui), bangsa India tidak memakai angka yang lebih tinggi dari 9 dan mulai menggunakan angka 1 sampai 9 dalam pengertian nilai yang sama seperti yang digunakan sistem angka modern.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? 3059454
Abakus dari China.

Penulis² James E. McClellan dan Harold Dorn mencoba menjelaskan sebagai berikut: “Angka nol dalam matematika India mungkin juga melambangkan pengertian filosofi agama India akan ‘kekosongan’.” Tidak semua pihak setuju, tapi pendapat ini layak dipertimbangkan. Pengertian “kekosongan” lebih berdampak besar pada bangsa yang dipengaruhi kepercayaan Hindu dan Budhisme dibandingkan pada bangsa Eropa yang didominasi kepercayaan Kristen.

Meskipun begitu, hal ini tetap tak menjelaskan mengapa bangsa India meninggalkan sistem multiplikatif (perkalian) dan menggunakan sistem nilai tempat (place-value), termasuk simbol angka nol. Kita sampai sekarang tidak begitu tahu sebabnya. Victor J. Jatz menjabarkan hal ini dalam bukunya A History of Mathematic, Second Edition:

“Ada dugaan bahwa asal-usul sebenarnya sistem angka India berasal dari papan hitung angka China. Papan hitung itu mudah dibawa kemana-mana. Tentunya para pedagang China yang berkunjung ke India juga membawa papan hitung mereka. Karena Asia Tenggara berbatasan dengan budaya Hindu dan pengaruh China, maka pertukaran budaya sering terjadi. Mungkin yang terjadi adalah orang² India kagum akan penggunaan sembilan simbol angka saja. Mereka lalu mengembangkan sistem China dalam menghitung gading atau bambu bundar dalam papan hitung, dengan menggantinya butir² gading bundar dengan angka sebenarnya dan tidak menggunakan sistem dua jenis simbol dalam baris dan kolom. Karena mereka harus bisa menuliskan angka² ini di atas kertas dan tidak hanya tampak di papan hitung, maka mereka terpaksa menggunakan simbol titik dan lalu lingkaran untuk menunjukkan kolom kosong di papan hitung. Jika teori ini memang benar, maka agak ironis bahwasanya para ilmuwan India nantinya memperkenalkan sistem angka baru mereka pada China di awal abad ke-8.
Sistem nilai tempat desimal untuk bilangan bulat sudah jelas digunakan di India sejak abad ke 8 M, dan mungkin bahkan sebelum itu. Sistem desimal sudah lama digunakan di China, sedangkan di India tiada bukti yang menunjukkan sistem desimal dipakai sebelum abad ke 8 M. Kaum Muslimlah yang “melengkapi sistem nilai tempat desimal dengan memperkenalkan pecahan² desimal.”


Terdapat bukti berkembangnya pengetahuan astronomi Yunani pre-Ptolemaik di India, kemungkinan karena terbukanya jalur dagang dengan Romawi. Penghitungan trigonometri tertua di India ditemukan dari abad ke 5 M. Periode Gupta dari abad ke 4 sampai 7 merupakan jaman keemasan budaya India, dengan banyaknya hasil kesenian dan sastra. Para ahli astronomi menghasilkan berjilid-jilid tulisan (siddhanta atau “pemecahan masalah”) yang membahas ilmu dasar astronomi dan gerakan planet² yang digunakan dalam teori ilmu planet Yunani. Ahli matematika astronomi bernama Aryabhata (476-550M) menulis buku Aryabhatiya di tahun 499 yang merupakan hasil penelitian penting yang menyarikan matematika Hindu, mencakup aritmatika, aljabar, trigonometry datar, dan trigonometry bundar. Brahmagupta (598-665) adalah salah satu ahli matematika dan astronomi paling terkemuka India di jaman itu, dan dia banyak mengembangkan konsep² algoritme seperti akar kuadrat dan hukum persamaan quadratik.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Mathv
Aryabhata, ahli matematika India terkemuka.

Victor J. Katz menulis:
“Di tahun 773, seorang ilmuwan India mengunjungi istana al-Mansur di Baghdad, membawa serta sebuah buku astronomi India, dan tampaknya buku ini adalah Brahmasphutasiddhanta hasil karya Brahmagupta. Kalifah Baghdad memerintahkan buku ini diterjemahkan dalam bahasa Arab … Buku Arab aritmetika pertama yang mengandung sistem angka Hindu adalah Kitab al-jam’wal tafriq bi hisab al-Hind (Buku Tambah Kurang dari Sistem Orang² India) oleh Muhammad ibn-Musa al-Khwarizmi (ca. 780-850), yang merupakan anggota senior Rumah Bijak (House of Wisdom). Sayangnya, tiada naskah Arabnya yang masih ada sekarang, yang ada hanyalah beberapa versi Latin yang berbeda yang dibuat di Eropa di abad ke 12. Dalam bukunya, al-Khwarizmi menjelaskan sembilan bentuk untuk mewakili sembilan angka pertama dan, seperti yang dinyatakan dalam versi Latinnya, bentuk lingkaran untuk mewakili angka nol. Dia menunjukkan bagaimana menulis angka² dengan menggunakan simbol² untuk notasi nilai. Dia lalu menjabarkan algoritma penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pembagian separuh, perkalian dua kali lipat, dan akar kuadrat, dan memberi contoh bagaimana menggunakannya.”

Beberapa teori Sansekerta juga diperkenalkan di Eropa melalui terjemahan Arab. Satu naskah Latin dimulai dengan kata² Dixit Algorismi, atau al-Khwarizmi. Kata algorismi, melalui banyak perubahan akhirnya menjadi istilah yang berhubungan dengan berbagai perhitungan aritmatika dan asal kata algoritme. Kata zero (nol) berasal dari kata sifr, yang merupakan bentuk Latin dari kata zephirum. Kata sifr sendiri merupakan terjemahan bahasa Arab dari kata Sansekerta sunya yang berarti “kosong.” Kata Inggris sine (sinus) berasal dari berbagai terjemahan salah kata Sansekerta jya-ardha (perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring). Aryabhata seringkali menyingkat kata ini sebagai jya atau jiva. Ketika beberapa buku berhitung India diterjemahkan dalam bahasa Arab, kata jya atau jiva lalu diterjemahkan jadi kata jiba. Tapi karena tulisan konsonan Arab biasanya ditulis tanpa tambahan huruf vokal, maka penulis Arab mengartikan konsonan² jb sebagai jaib, yang berarti buah dada. Ketika buku Arab trigonometri diterjemahkan dalam bahasa Latin, penerjemah menerjemahkan kata jaib (buah dada) dengan kata Latin sinus (buah dada). Kata Latin inilah yang lalu dipakai dalam istilah Inggris sine (sinus).

Rabbi Abraham ben Meir ibn Ezra, atau Abenezra (ca. 1090-1167), adalah seorang filsuf Yahudi-Spanyol, penyair dan penafsir Alkitab. Dia meninggalkan Spanyol di tahun 1140 untuk menghindari penindasan terhadap orang² Yahudi oleh kekalifahan Almohads. Dia menulis tiga buku yang memperkenalkan simbol² angka India pada orang² terpelajar Eropa. Beberapa abad kemudian, angka² India ini benar² diserap dan digunakan oleh masyarakat Eropa.

Leonardo of Pisa (kira² 1170-1240), yang juga dikenal sebagai Fibonacci (son of Bonaccio), adalah orang Italia dan merupakan ahli matematika Barat pertama yang terkemuka setelah merosotnya sains Yunani kuno. Dia adalah putra pedagang di kota Pisa.

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Fibonacci2
Leonardo of Pisa

Leonardo lalu berkelana ke Afrika Utara. Dia paling terkenal karena tulisannya yang berjudul Buku Berhitung (Liber abbaci). Kata abbaci (berasal dari kata abakus) bukan berarti papan hitung tapi berarti cara berhitung secara umum. Edisi bukunya yang pertama terbit di tahun 1202, dan ditulis ulang di tahun 1228. Bukunya dibaca banyak orang di seluruh Eropa dan buku ini mengandung aturan² berhitung yang menggunakan angka² India. Contoh² perhitungan yang diajukan seringkali berasal dari contoh² penjabaran versi Arab, tapi hal ini disaring melalui cara Leonardo yang kreatif sehingga sari asli angka² India muncul murni. Angka² India menghadapi banyak penolakan selama beberapa generasi di Eropa tapi perlahan-lahan angka² ini dipakai luas dalam masa Renaisans, terutama oleh para pedagang Italia. Mereka lebih memilih angka² India karena lebih singkat dan praktis dibandingkan angka² Romawi yang rumit, meskipun angka Romawi masih dipakai untuk tujuan terbatas dalam negara² Barat di abad ke 21.

kamu bisa jawab gak, kalo saya tanya kenapa sampai sekarang di negara eropa masih menggunakan kata al-jabar, nama lain dari matematika..??? yang diambil dari nama penemunya Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi, kenapa bukan nama india yg anda sebutkan diatas...???

admin.
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Female
Number of posts : 712
Location : Kandang Domba
Job/hobbies : Mengajarkan cinta kasih...
Humor : oh yes... oh no...
Reputation : 19
Points : 4100
Registration date : 2010-07-10

View user profile

Back to top Go down

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Empty Re: Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India?

Post by admin. on Mon 12 Jul 2010, 11:33 am

woi, apakah orangnya masih onlene...???

admin.
BLUE MEMBERS
BLUE MEMBERS

Female
Number of posts : 712
Location : Kandang Domba
Job/hobbies : Mengajarkan cinta kasih...
Humor : oh yes... oh no...
Reputation : 19
Points : 4100
Registration date : 2010-07-10

View user profile

Back to top Go down

Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India? Empty Re: Angka Nol dan Angka² Modern: Penemuan Islam atau India?

Post by Sponsored content


Sponsored content


Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum