MURTADIN_KAFIRUN
Similar topics
    Latest topics
    » Malala Yousafzai - Penistaan Terhadap Islam Akan Menciptakan Terorisme
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptySun 17 Feb 2019, 7:20 am by buncis hitam

    » Prediksi Bola Terbaik 1 Febuari 2019
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptyThu 31 Jan 2019, 3:35 pm by bagas87

    » Prediksi Skor Jitu 1 Febuari 2019
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptyThu 31 Jan 2019, 3:24 pm by bagas87

    » Prediksi & Bursa Bola 1 Febuari 2019
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptyThu 31 Jan 2019, 3:19 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Lengkap 1 Febuari 2019
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptyThu 31 Jan 2019, 3:15 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Terbaik 29-30 Januari 2019
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptyTue 29 Jan 2019, 2:58 pm by bagas87

    » Prediksi Skor Jitu 29-30 Januari 2019
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptyTue 29 Jan 2019, 2:48 pm by bagas87

    » Prediksi & Bursa Bola 29-30 Januari 2019
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptyTue 29 Jan 2019, 2:41 pm by bagas87

    » Prediksi Bola Lengkap 29-30 Januari 2019
    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS EmptyTue 29 Jan 2019, 2:31 pm by bagas87

    Gallery


    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS Empty
    MILIS MURTADIN_KAFIRUN
    MURTADIN KAFIRUNexMUSLIM INDONESIA BERJAYA12 Oktober Hari Murtad Dari Islam Sedunia

    Kami tidak memfitnah, tetapi menyatakan fakta kebenaran yang selama ini selalu ditutupi oleh muslim untuk menyembunyikan kebejatan nabinya

    Menyongsong Punahnya Islam

    Wadah syiar Islam terlengkap & terpercaya, mari sebarkan selebaran artikel yang sesungguhnya tentang si Pelacur Alloh Swt dan Muhammad bin Abdullah yang MAHA TERKUTUK itu ke dunia nyata!!!!
     

    Kebrutalan dan keberingasan muslim di seantero dunia adalah bukti bahwa Islam agama setan (AJARAN JAHAT,BUAS,BIADAB,CABUL,DUSTA).  Tuhan (KEBENARAN) tidak perlu dibela, tetapi setan (KEJAHATAN) perlu mendapat pembelaan manusia agar dustanya terus bertahan

    Subscribe to MURTADIN_KAFIRUN

    Powered by us.groups.yahoo.com

    Who is online?
    In total there are 11 users online :: 0 Registered, 0 Hidden and 11 Guests :: 2 Bots

    None

    [ View the whole list ]


    Most users ever online was 354 on Wed 26 May 2010, 4:49 pm
    RSS feeds


    Yahoo! 
    MSN 
    AOL 
    Netvibes 
    Bloglines 


    Social bookmarking

    Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

    Bookmark and share the address of MURTADINKAFIRUN on your social bookmarking website

    Bookmark and share the address of MURTADIN_KAFIRUN on your social bookmarking website


    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS

    Go down

    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS Empty PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS

    Post by segoromayit on Mon 02 Apr 2012, 5:33 am

    Sebuah kamp yang diduga tempat pelatihan aktivis
    Republik Maluku Selatan (RMS) ditemukan di kawasan hutan Pulau
    Seram. Lokasi kamp itu berjarak sekitar 5 km dari Dusun
    Sopelesi, Desa Tehoru, Kec Tehoru, Kab Maluku Tengah. "Kami
    menduga tempat ini sudah lama dijadikan sebagai kamp
    pelatihan," kata Syamsudin, ketua panitia Peduli Umat
    Kecamatan Tehoru, pada //Republika//, di Ambon, kemarin.

    Menurut Syamsudin, kamp itu telah ditemukan sejak 3 Januari
    lalu. Ia menambahkan barang bukti berupa sebuah bendera RMS
    berukuran 90 x 35 cm yang dipancang di tiang bambu berukuran
    tiga meter, ditemukan di kamp yang telah ditinggalkan itu.
    Bendera itu lantas diamankan di Koramil setempat.

    Sementara logistik yang terdiri atas lima karung beras dan 20
    karton Indomie serta tungku-tungku masak, juga terdapat di
    sekitar kamp itu. Syamsudin mengaku telah mengirimkan surat
    laporan kepada Pokja MUI Maluku di Ambon.

    Sekretaris Pokja MUI Maluku, Malik Selang, saat dikonfirmasi
    //Republika// mengaku telah menerima surat laporan penemuan
    itu. Menurut Malik, penemuan kamp itu bermula dari hilangnya
    Latulussy (49 tahun) warga Dusun Sopelesi, pada 3 Jnauari
    lalu.

    Latulussy hilang dalam pertikaian antarwarga yang terjadi di
    kawasan itu pada akhir Desember lalu, dicari oleh warga dusun
    setempat sampai ke kawasan hutan. Latulussy tak ditemukan,
    tapi warga menemukan sebuah kamp RMS di hutan itu.

    "Bukti-bukti yang menguatkan keterlibatan RMS yang ditemukan
    sudah terlalu banyak, saya harap pemerintah segera menyikapi
    temuan-temuan itu," pinta Malik, yang menduga kuat bahwa kamp
    yang ditemukan itu hanya salah satu dari sekian banyak kamp
    RMS.

    Pemasok amunisi bebas

    Sementara itu, Sono Salakory (27 tahun), Monalisa Palapessy
    (20), dan Johanis Tenlima (36), tiga tersangka pemasok amunisi
    dilepaskan diam-diam dari tahanan Polres Ambon. Ketiga
    tersangka ini diringkus tim //sweeping// gabungan TNI/Polri di
    Lantamal Halong, Ambon, saat turun dari KM Dobonsolo, Selasa
    malam (14/12) lalu.

    Hamdani Laturua, ketua Tim Advokasi MUI Maluku, saat ditemui
    //Republika// mengaku heran dan menyesalkan pelepasan itu.
    "Kami mendengar ketiganya dilepaskan hari ini (24/1)," kata
    Hamdani Laturua SH, ketua Tim Advokasi MUI Maluku.

    Menurut Hamdani, pelepasan sepihak itu memperlihatkan adanya
    keberpihakan oknum aparat keamanan dan penegak hukum di Ambon.
    "Kasus penyelundupan 950 butir amunisi dan lain-lain itu
    termasuk kasus berat," katanya.

    Hamdani mengaku untuk kasus ringan yang menimpa terdakwa
    Muslim, Tim Advokasi MUI Maluku sampai harus pontang-panting
    untuk meminta penangguhan penahanan. "Padahal, biasanya kami
    sudah buat surat permohonan penangguhan penahanan, tapi jarang
    dikabulkan," keluhnya.

    Ia pun mengaku pesimistis //law enforcement// bisa ditegakkan
    di Ambon bila polisi, jaksa penuntut, dan hakim masih memihak.
    Untuk itu, ia mendesak agar masyarakat ikut mengawasi kinerja
    hamba-hamba hukum tersebut agar bekerja adil serta jujur.

    Menurutnya, sulitnya penegakan hukum itu adalah ketimpangan
    komposisi penegak hukum di Ambon. Menurutnya, penegak hukum di
    Ambon 75 persen Nasrani. "Jadi jangan mimpi //law
    enforcement// bisa diterapkan di Ambon, kalau komposisi itu
    tak segera diubah atau tak ada sebuah lembaga seperti legal
    watch untuk Ambon," katanya.

    "Persoalan itu sudah pernah kami sampaikan kepada Bambang W
    Soeharto dari KPP HAM, dan beliau mengatakan akan membicarakan
    masalah itu dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan," kata
    Hamdani.

    Sono Salakory, Monalisa Palapessy, dan Johanis Tenlima yang
    merupakan warga Kelurahan Batumeja, Kodya Ambon itu, saat
    diringkus membawa berbagai jenis amunisi. Sono Salakory yang
    juga mahasiswa STIA YAI ini membawa 150 butir peluru kaliber
    7,62 mm, satu buah granat kimia, dua buah detonator listrik,
    dua buah meriam buatan VOC, 6 buah laras senapan rakitan, satu
    stel pakaian PDL TNI, dan 116 bungkus mercon. Selain itu, ia
    juga membawa 16 amplop ganja dan 3 buah alat penghisap
    shabu-shabu.

    Monalisa Palapessy saat ditangkap membawa 40 boks peluru
    kaliber 5,56 mm yang disimpan dalam sebuah tas bersama alat
    pembalut. Setiap boks berisi 800 butir. Sedangkan Johanis
    Tenlima, pengendara speed boat yang menjemput Sony Salakory
    dan Yohanis Tenlima itu kedapatan membawa tiga buah bom
    rakitan.

    Sementara aparat hukum melepaskan tersangka penyuplai senjata,
    kemarin aparat TNI terus melakukan razia senjata. Itu menyusul
    perintah untuk bersikap lebih tegas terhadap warga yang
    melanggar ketertiban umum. Hasilnya, pada Ahad malam berhasil
    ditangkap empat orang -- satu orang di antaranya tertangkap
    membawa amunisi -- di Jl Dr Tamaela, Ambon.

    Razia oleh personel asal Yon 403 Kodam IV/Diponegoro Jateng
    itu menangkap HM (21), warga Batu Gantung yang melanggar jam
    malam dan membawa enam butir amunisi dari jenis Colt dan SKS.
    HM yang merupakan siswa STM itu mengaku bahwa keenam amunisi
    itu diperolehnya dari Simon di Galela dan akan dijual dengan
    harga Rp 2.500 per butir kepada temannya bernama Edi warga
    Tahala. "Uangnya sudah saya terima untuk saya pakai
    minum-minum," kata HM dalam pengakuannya.

    Selain itu, HM juga mengaku kalau sebelumnya dia sudah pernah
    membawa sekitar 15 butir amunisi jenis SS1 yang digunakannya
    dalam beberapa pertikaian yang terjadi sejak 27 Juli 1999 di
    Ambon. Sedangkan tiga orang lainnya yang tertangkap karena
    melanggar jam malam dan tidak membawa kartu tanda penduduk di
    lokasi yang menjadi pembatas antarwilayah dari dua kelompok
    yang bertikai di sana. n run/ant
    segoromayit
    segoromayit
    SPAMMER
    SPAMMER

    Number of posts : 307
    Location : gang dolly, tempat yesus dilahirkan
    Job/hobbies : ngencingi wajah kermit
    Humor : menjadikan forum MK semakin 'bermutu'
    Reputation : -1
    Points : 3341
    Registration date : 2012-02-21

    View user profile

    Back to top Go down

    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS Empty Re: PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS

    Post by kuku bima on Mon 02 Apr 2012, 8:35 am

    @segoromayit wrote:Sebuah kamp yang diduga tempat pelatihan aktivis
    Republik Maluku Selatan (RMS) ditemukan di kawasan hutan Pulau
    Seram. Lokasi kamp itu berjarak sekitar 5 km dari Dusun
    Sopelesi, Desa Tehoru, Kec Tehoru, Kab Maluku Tengah. "Kami
    menduga tempat ini sudah lama dijadikan sebagai kamp
    pelatihan," kata Syamsudin, ketua panitia Peduli Umat
    Kecamatan Tehoru, pada //Republika//, di Ambon, kemarin.

    Menurut Syamsudin, kamp itu telah ditemukan sejak 3 Januari
    lalu. Ia menambahkan barang bukti berupa sebuah bendera RMS
    berukuran 90 x 35 cm yang dipancang di tiang bambu berukuran
    tiga meter, ditemukan di kamp yang telah ditinggalkan itu.
    Bendera itu lantas diamankan di Koramil setempat.

    Sementara logistik yang terdiri atas lima karung beras dan 20
    karton Indomie serta tungku-tungku masak, juga terdapat di
    sekitar kamp itu. Syamsudin mengaku telah mengirimkan surat
    laporan kepada Pokja MUI Maluku di Ambon.

    Sekretaris Pokja MUI Maluku, Malik Selang, saat dikonfirmasi
    //Republika// mengaku telah menerima surat laporan penemuan
    itu. Menurut Malik, penemuan kamp itu bermula dari hilangnya
    Latulussy (49 tahun) warga Dusun Sopelesi, pada 3 Jnauari
    lalu.

    Latulussy hilang dalam pertikaian antarwarga yang terjadi di
    kawasan itu pada akhir Desember lalu, dicari oleh warga dusun
    setempat sampai ke kawasan hutan. Latulussy tak ditemukan,
    tapi warga menemukan sebuah kamp RMS di hutan itu.

    "Bukti-bukti yang menguatkan keterlibatan RMS yang ditemukan
    sudah terlalu banyak, saya harap pemerintah segera menyikapi
    temuan-temuan itu," pinta Malik, yang menduga kuat bahwa kamp
    yang ditemukan itu hanya salah satu dari sekian banyak kamp
    RMS.

    Pemasok amunisi bebas

    Sementara itu, Sono Salakory (27 tahun), Monalisa Palapessy
    (20), dan Johanis Tenlima (36), tiga tersangka pemasok amunisi
    dilepaskan diam-diam dari tahanan Polres Ambon. Ketiga
    tersangka ini diringkus tim //sweeping// gabungan TNI/Polri di
    Lantamal Halong, Ambon, saat turun dari KM Dobonsolo, Selasa
    malam (14/12) lalu.

    Hamdani Laturua, ketua Tim Advokasi MUI Maluku, saat ditemui
    //Republika// mengaku heran dan menyesalkan pelepasan itu.
    "Kami mendengar ketiganya dilepaskan hari ini (24/1)," kata
    Hamdani Laturua SH, ketua Tim Advokasi MUI Maluku.

    Menurut Hamdani, pelepasan sepihak itu memperlihatkan adanya
    keberpihakan oknum aparat keamanan dan penegak hukum di Ambon.
    "Kasus penyelundupan 950 butir amunisi dan lain-lain itu
    termasuk kasus berat," katanya.

    Hamdani mengaku untuk kasus ringan yang menimpa terdakwa
    Muslim, Tim Advokasi MUI Maluku sampai harus pontang-panting
    untuk meminta penangguhan penahanan. "Padahal, biasanya kami
    sudah buat surat permohonan penangguhan penahanan, tapi jarang
    dikabulkan," keluhnya.

    Ia pun mengaku pesimistis //law enforcement// bisa ditegakkan
    di Ambon bila polisi, jaksa penuntut, dan hakim masih memihak.
    Untuk itu, ia mendesak agar masyarakat ikut mengawasi kinerja
    hamba-hamba hukum tersebut agar bekerja adil serta jujur.

    Menurutnya, sulitnya penegakan hukum itu adalah ketimpangan
    komposisi penegak hukum di Ambon. Menurutnya, penegak hukum di
    Ambon 75 persen Nasrani. "Jadi jangan mimpi //law
    enforcement// bisa diterapkan di Ambon, kalau komposisi itu
    tak segera diubah atau tak ada sebuah lembaga seperti legal
    watch untuk Ambon," katanya.

    "Persoalan itu sudah pernah kami sampaikan kepada Bambang W
    Soeharto dari KPP HAM, dan beliau mengatakan akan membicarakan
    masalah itu dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan," kata
    Hamdani.

    Sono Salakory, Monalisa Palapessy, dan Johanis Tenlima yang
    merupakan warga Kelurahan Batumeja, Kodya Ambon itu, saat
    diringkus membawa berbagai jenis amunisi. Sono Salakory yang
    juga mahasiswa STIA YAI ini membawa 150 butir peluru kaliber
    7,62 mm, satu buah granat kimia, dua buah detonator listrik,
    dua buah meriam buatan VOC, 6 buah laras senapan rakitan, satu
    stel pakaian PDL TNI, dan 116 bungkus mercon. Selain itu, ia
    juga membawa 16 amplop ganja dan 3 buah alat penghisap
    shabu-shabu.

    Monalisa Palapessy saat ditangkap membawa 40 boks peluru
    kaliber 5,56 mm yang disimpan dalam sebuah tas bersama alat
    pembalut. Setiap boks berisi 800 butir. Sedangkan Johanis
    Tenlima, pengendara speed boat yang menjemput Sony Salakory
    dan Yohanis Tenlima itu kedapatan membawa tiga buah bom
    rakitan.

    Sementara aparat hukum melepaskan tersangka penyuplai senjata,
    kemarin aparat TNI terus melakukan razia senjata. Itu menyusul
    perintah untuk bersikap lebih tegas terhadap warga yang
    melanggar ketertiban umum. Hasilnya, pada Ahad malam berhasil
    ditangkap empat orang -- satu orang di antaranya tertangkap
    membawa amunisi -- di Jl Dr Tamaela, Ambon.

    Razia oleh personel asal Yon 403 Kodam IV/Diponegoro Jateng
    itu menangkap HM (21), warga Batu Gantung yang melanggar jam
    malam dan membawa enam butir amunisi dari jenis Colt dan SKS.
    HM yang merupakan siswa STM itu mengaku bahwa keenam amunisi
    itu diperolehnya dari Simon di Galela dan akan dijual dengan
    harga Rp 2.500 per butir kepada temannya bernama Edi warga
    Tahala. "Uangnya sudah saya terima untuk saya pakai
    minum-minum," kata HM dalam pengakuannya.

    Selain itu, HM juga mengaku kalau sebelumnya dia sudah pernah
    membawa sekitar 15 butir amunisi jenis SS1 yang digunakannya
    dalam beberapa pertikaian yang terjadi sejak 27 Juli 1999 di
    Ambon. Sedangkan tiga orang lainnya yang tertangkap karena
    melanggar jam malam dan tidak membawa kartu tanda penduduk di
    lokasi yang menjadi pembatas antarwilayah dari dua kelompok
    yang bertikai di sana. n run/ant
    ANDA SEDANG BER TAGGYA...... PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219 PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219 PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219 PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219

    _________________
    ALLOH SWT TERNYATA BISA DI TIPU MANUSIA..... PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219 PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219

    Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.”
    TERNYATA QURAN ITU KARYA EROR KANG MAMAD
    "Sesungguhnya Alquran itu perkataan rasul yang mulia." (Qs.69:40)
    "innahu (sesungguhnya) la qaula (perkataan) rasuulin kariim (rasul yang mulia)
    kuku bima
    kuku bima
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Male
    Number of posts : 4057
    Age : 38
    Location : firdaus
    Job/hobbies : memperkenalkan Yesus
    Humor : iman yang buta membawa malapetaka...
    Reputation : 12
    Points : 8571
    Registration date : 2011-05-20

    View user profile http://Islam bukan agama ,tapi Idiologi mematikan..

    Back to top Go down

    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS Empty Re: PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS

    Post by salsabila on Mon 02 Apr 2012, 8:55 am

    @kuku bima wrote:
    @segoromayit wrote:Sebuah kamp yang diduga tempat pelatihan aktivis
    Republik Maluku Selatan (RMS) ditemukan di kawasan hutan Pulau
    Seram. Lokasi kamp itu berjarak sekitar 5 km dari Dusun
    Sopelesi, Desa Tehoru, Kec Tehoru, Kab Maluku Tengah. "Kami
    menduga tempat ini sudah lama dijadikan sebagai kamp
    pelatihan," kata Syamsudin, ketua panitia Peduli Umat
    Kecamatan Tehoru, pada //Republika//, di Ambon, kemarin.

    Menurut Syamsudin, kamp itu telah ditemukan sejak 3 Januari
    lalu. Ia menambahkan barang bukti berupa sebuah bendera RMS
    berukuran 90 x 35 cm yang dipancang di tiang bambu berukuran
    tiga meter, ditemukan di kamp yang telah ditinggalkan itu.
    Bendera itu lantas diamankan di Koramil setempat.

    Sementara logistik yang terdiri atas lima karung beras dan 20
    karton Indomie serta tungku-tungku masak, juga terdapat di
    sekitar kamp itu. Syamsudin mengaku telah mengirimkan surat
    laporan kepada Pokja MUI Maluku di Ambon.

    Sekretaris Pokja MUI Maluku, Malik Selang, saat dikonfirmasi
    //Republika// mengaku telah menerima surat laporan penemuan
    itu. Menurut Malik, penemuan kamp itu bermula dari hilangnya
    Latulussy (49 tahun) warga Dusun Sopelesi, pada 3 Jnauari
    lalu.

    Latulussy hilang dalam pertikaian antarwarga yang terjadi di
    kawasan itu pada akhir Desember lalu, dicari oleh warga dusun
    setempat sampai ke kawasan hutan. Latulussy tak ditemukan,
    tapi warga menemukan sebuah kamp RMS di hutan itu.

    "Bukti-bukti yang menguatkan keterlibatan RMS yang ditemukan
    sudah terlalu banyak, saya harap pemerintah segera menyikapi
    temuan-temuan itu," pinta Malik, yang menduga kuat bahwa kamp
    yang ditemukan itu hanya salah satu dari sekian banyak kamp
    RMS.

    Pemasok amunisi bebas

    Sementara itu, Sono Salakory (27 tahun), Monalisa Palapessy
    (20), dan Johanis Tenlima (36), tiga tersangka pemasok amunisi
    dilepaskan diam-diam dari tahanan Polres Ambon. Ketiga
    tersangka ini diringkus tim //sweeping// gabungan TNI/Polri di
    Lantamal Halong, Ambon, saat turun dari KM Dobonsolo, Selasa
    malam (14/12) lalu.

    Hamdani Laturua, ketua Tim Advokasi MUI Maluku, saat ditemui
    //Republika// mengaku heran dan menyesalkan pelepasan itu.
    "Kami mendengar ketiganya dilepaskan hari ini (24/1)," kata
    Hamdani Laturua SH, ketua Tim Advokasi MUI Maluku.

    Menurut Hamdani, pelepasan sepihak itu memperlihatkan adanya
    keberpihakan oknum aparat keamanan dan penegak hukum di Ambon.
    "Kasus penyelundupan 950 butir amunisi dan lain-lain itu
    termasuk kasus berat," katanya.

    Hamdani mengaku untuk kasus ringan yang menimpa terdakwa
    Muslim, Tim Advokasi MUI Maluku sampai harus pontang-panting
    untuk meminta penangguhan penahanan. "Padahal, biasanya kami
    sudah buat surat permohonan penangguhan penahanan, tapi jarang
    dikabulkan," keluhnya.

    Ia pun mengaku pesimistis //law enforcement// bisa ditegakkan
    di Ambon bila polisi, jaksa penuntut, dan hakim masih memihak.
    Untuk itu, ia mendesak agar masyarakat ikut mengawasi kinerja
    hamba-hamba hukum tersebut agar bekerja adil serta jujur.

    Menurutnya, sulitnya penegakan hukum itu adalah ketimpangan
    komposisi penegak hukum di Ambon. Menurutnya, penegak hukum di
    Ambon 75 persen Nasrani. "Jadi jangan mimpi //law
    enforcement// bisa diterapkan di Ambon, kalau komposisi itu
    tak segera diubah atau tak ada sebuah lembaga seperti legal
    watch untuk Ambon," katanya.

    "Persoalan itu sudah pernah kami sampaikan kepada Bambang W
    Soeharto dari KPP HAM, dan beliau mengatakan akan membicarakan
    masalah itu dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan," kata
    Hamdani.

    Sono Salakory, Monalisa Palapessy, dan Johanis Tenlima yang
    merupakan warga Kelurahan Batumeja, Kodya Ambon itu, saat
    diringkus membawa berbagai jenis amunisi. Sono Salakory yang
    juga mahasiswa STIA YAI ini membawa 150 butir peluru kaliber
    7,62 mm, satu buah granat kimia, dua buah detonator listrik,
    dua buah meriam buatan VOC, 6 buah laras senapan rakitan, satu
    stel pakaian PDL TNI, dan 116 bungkus mercon. Selain itu, ia
    juga membawa 16 amplop ganja dan 3 buah alat penghisap
    shabu-shabu.

    Monalisa Palapessy saat ditangkap membawa 40 boks peluru
    kaliber 5,56 mm yang disimpan dalam sebuah tas bersama alat
    pembalut. Setiap boks berisi 800 butir. Sedangkan Johanis
    Tenlima, pengendara speed boat yang menjemput Sony Salakory
    dan Yohanis Tenlima itu kedapatan membawa tiga buah bom
    rakitan.

    Sementara aparat hukum melepaskan tersangka penyuplai senjata,
    kemarin aparat TNI terus melakukan razia senjata. Itu menyusul
    perintah untuk bersikap lebih tegas terhadap warga yang
    melanggar ketertiban umum. Hasilnya, pada Ahad malam berhasil
    ditangkap empat orang -- satu orang di antaranya tertangkap
    membawa amunisi -- di Jl Dr Tamaela, Ambon.

    Razia oleh personel asal Yon 403 Kodam IV/Diponegoro Jateng
    itu menangkap HM (21), warga Batu Gantung yang melanggar jam
    malam dan membawa enam butir amunisi dari jenis Colt dan SKS.
    HM yang merupakan siswa STM itu mengaku bahwa keenam amunisi
    itu diperolehnya dari Simon di Galela dan akan dijual dengan
    harga Rp 2.500 per butir kepada temannya bernama Edi warga
    Tahala. "Uangnya sudah saya terima untuk saya pakai
    minum-minum," kata HM dalam pengakuannya.

    Selain itu, HM juga mengaku kalau sebelumnya dia sudah pernah
    membawa sekitar 15 butir amunisi jenis SS1 yang digunakannya
    dalam beberapa pertikaian yang terjadi sejak 27 Juli 1999 di
    Ambon. Sedangkan tiga orang lainnya yang tertangkap karena
    melanggar jam malam dan tidak membawa kartu tanda penduduk di
    lokasi yang menjadi pembatas antarwilayah dari dua kelompok
    yang bertikai di sana. n run/ant
    ANDA SEDANG BER TAGGYA...... PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219 PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219 PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219 PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS 3027467219

    tidak bisa menerima kenyataan ya mbak?? sering2 baca berita lah terutama ttg aksi para phobia islam,,,jg cuma nonton hal2 berbau mesum aja biar otaknya mba isinya ga cuma hal2 berbau mesum,,,,

    salsabila
    BLUE MEMBERS
    BLUE MEMBERS

    Number of posts : 376
    Reputation : 1
    Points : 3127
    Registration date : 2011-11-15

    View user profile

    Back to top Go down

    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS Empty Re: PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS

    Post by agus on Thu 03 May 2012, 12:22 am

    Ada rencana apa nih mereka ? PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS S12491

    _________________
    Jika pikiran bisa memikirkannya, dan hati saya dapat mempercayainya - maka saya bisa mencapainya
    agus
    agus
    SILVER MEMBERS
    SILVER MEMBERS

    Male
    Number of posts : 8585
    Location : Everywhere but no where
    Job/hobbies : Baca-baca
    Humor : Shaggy yang malang
    Reputation : 45
    Points : 12830
    Registration date : 2010-04-16

    View user profile

    Back to top Go down

    PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS Empty Re: PULAU SERAM, TEMPAT PELATIHAN RAHASIA TERORIS KRISTEN RMS

    Post by Sponsored content


    Sponsored content


    Back to top Go down

    Back to top

    - Similar topics

     
    Permissions in this forum:
    You cannot reply to topics in this forum